Cuaca
Memuat cuaca...
iklan 1
Berita

Siang Bolong Langit Pontianak Redup, Matahari Seolah Ambil Waktu Istirahat

Siang Bolong Langit Pontianak Redup, Matahari Seolah Ambil Waktu Istirahat

Pontianak,MediaIndonesiaTimes.id - Pemandangan tidak biasa terlihat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (12/9/2026) siang. Meski waktu menunjukkan sekitar pukul 13.00 WIB, suasana di sejumlah kawasan tampak redup seperti menjelang sore.

 

Kondisi tersebut salah satunya terlihat dari kawasan dekat Jembatan Kapuas. Dalam dokumentasi yang diterima redaksi, langit Pontianak tampak kelabu dan cahaya matahari terlihat tidak seterang biasanya. Suasana di sekitar kawasan jembatan pun terlihat lebih temaram meski masih berada pada siang hari.

 

Kabut atau asap yang terlihat di udara membuat pandangan di kejauhan tampak samar. Pengendara maupun masyarakat yang melintas di sekitar kawasan tersebut diimbau tetap berhati-hati, terutama apabila jarak pandang menurun.

 

“Mataharinya bukan hilang, mungkin sedang ambil waktu istirahat,” demikian gambaran jenaka atas kondisi langit Pontianak yang terlihat dalam dokumentasi warga.

 

Namun, di balik suasana yang mengundang candaan tersebut, kondisi udara tetap perlu menjadi perhatian. Langit yang redup pada siang hari dapat menjadi tanda adanya kondisi atmosfer tertentu, termasuk kemungkinan keberadaan partikel di udara. Karena itu, penyebab pastinya tetap perlu merujuk pada hasil pemantauan dan keterangan dari instansi berwenang.

 

Persoalan kabut asap bukan hal baru bagi Pontianak dan sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti arah angin, konsentrasi partikulat, aktivitas pembakaran serta kondisi cuaca.

 

Pada 24 Agustus 2026, misalnya, ISPU di Stasiun Pemantau Kualitas Udara AQMS Pontianak Tenggara tercatat 193 atau kategori tidak sehat, dengan parameter kritis PM2,5.

 

BPBD Kota Pontianak juga selama ini melakukan berbagai upaya menghadapi dampak kabut asap, antara lain patroli kawasan rawan, pemadaman, edukasi kepada masyarakat dan pembagian masker.

 

Data pemantauan kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Barat juga menunjukkan bahwa konsentrasi PM2,5 dapat berada pada level yang perlu diwaspadai. 

 

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya masyarakat memperhatikan informasi kualitas udara secara berkala, bukan hanya mengandalkan kondisi langit yang terlihat secara kasatmata.

 

Sementara itu, kondisi jarak pandang di Pontianak dalam beberapa hari terakhir juga sempat mengalami penurunan. Pada 10 September 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, jarak pandang dilaporkan sekitar 1,2 kilometer dengan kondisi berasap.

 

Redupnya langit Pontianak pada Sabtu siang ini pun menjadi perhatian masyarakat. Bagi pengendara, berkurangnya jarak pandang tentu membutuhkan kewaspadaan ekstra. Sedangkan bagi masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara, paparan udara dengan partikulat tinggi dapat menjadi pertimbangan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

 

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker yang sesuai, terutama ketika udara terasa berasap atau kualitas udara sedang memburuk. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara juga perlu mendapat perhatian lebih.

 

Dokumentasi yang diambil dari sekitar Jembatan Kapuas tersebut setidaknya memperlihatkan satu hal: siang belum tentu terlihat seperti siang ketika cahaya matahari tertahan oleh kondisi atmosfer.

 

Siang memang belum sore. Tetapi kalau pukul 13.00 WIB langit sudah redup, matahari pun seperti sedang izin istirahat.

 

Candaan boleh saja. Namun pertanyaan yang lebih penting tetap serius: bagaimana sebenarnya kualitas udara Pontianak hari ini?

 

Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan kondisi cuaca dari instansi terkait serta mengambil langkah pencegahan apabila kualitas udara dinyatakan tidak sehat.

Ad
Penulis Adi

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN