Tiga Penambang Tradisional Mengaku Diintimidasi, Motor Diangkut dan Diminta Cari Pelapor di Jakarta
POHUWATO – Dugaan intimidasi terhadap penambang tradisional kembali mencuat di kawasan Aliran Sungai Alamotu, Dusun Hele, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Kamis (6/8/2026). Tiga penambang tradisional mengaku mengalami intimidasi setelah sepeda motor mereka diangkut dan diamankan usai dituduh mengambil batu di kawasan tersebut.
Ketiga warga itu masing-masing berinisial MM (22), warga Desa Popayato, II (24), warga Kota Gorontalo, dan HB (31), warga Mootilango, Kecamatan Duhiadaa. Mereka mengaku dituduh mengambil batu oleh Asset Protection Advisor PT PETS, Sukrianto Puluhulawa.




Menurut pengakuan mereka, dua unit sepeda motor Honda Revo dan Honda Supra yang digunakan saat berada di lokasi diangkut dan diamankan di Polsubsektor Dusun Hele.
HB menuturkan, sebelum kendaraan mereka dibawa, dirinya bersama dua rekannya diteriaki dengan sebutan "pencuri" oleh pihak perusahaan. Padahal, menurutnya, mereka sebelumnya telah berkoordinasi dengan pengawas perusahaan dan mengaku dipersilakan beraktivitas setelah menunggu waktu istirahat.




«"Kami diteriaki pencuri dan motor-motor kami diangkut ke Polsubsektor. Padahal sebelumnya pengawas perusahaan yang kami temui mengatakan kami dipersilakan beraktivitas, hanya diminta menunggu sampai jam istirahat," ujar HB.»
Selain penahanan kendaraan, II mengaku dirinya bersama dua rekannya diminta membuat dan menandatangani surat pernyataan yang berisi 11 poin. Setelah itu, mereka mengaku diminta mencari tahu siapa pihak yang melaporkan persoalan perusahaan hingga menjadi perhatian di tingkat pusat, tepatnya di Jakarta.




«"Kami dipaksa membuat pernyataan sebanyak 11 poin dan menandatanganinya. Setelah itu kami malah ditantang mencari siapa yang melaporkan mereka sampai ke tingkat pusat di Jakarta. Kami hanya penambang tradisional, mana tahu soal laporan itu," kata II.»
II juga mengklaim pihak perusahaan menyampaikan bahwa kendaraan mereka tidak akan dikembalikan apabila tidak dapat memberikan informasi mengenai pihak yang dimaksud.




«"Meskipun kami sudah mengaku tidak mengetahui laporan yang mereka maksud, mereka tetap bersikeras meminta kami mencari tahu. Kalau tidak, motor kami tidak akan dikembalikan," tambahnya.»
Upaya mediasi sempat dilakukan oleh Kepala Desa Sukamakmur, Kecamatan Patilanggio, Saleh Badrun. Namun, menurut pengakuannya, mediasi berlangsung tegang dan dirinya menilai mendapat perlakuan yang arogan dari salah satu pihak perusahaan.




«"Saya ini datang untuk memediasi persoalan ini, tapi bapak ini arogan sekali, bisanya cuma menindas rakyat kecil saja," ujar Badrun.»
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Alamotu yang menjadi bagian dari wilayah konsesi PT GSM. Dalam pemberitaan ini juga disebutkan adanya polemik terkait status perizinan OSS-RBA serta penyelesaian tali asih yang menurut sejumlah pihak masih menjadi persoalan.




Apabila dugaan tersebut terbukti, penahanan kendaraan, dugaan tekanan untuk menandatangani surat pernyataan, hingga permintaan mencari pihak pelapor dapat menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur penanganan sengketa di lapangan serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT PETS maupun PT GSM belum memberikan klarifikasi resmi atas pengakuan dan tudingan yang disampaikan ketiga penambang tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Medicaid Expansion Improves Hypertension and Diabetes Control
Kombes Pol Rama Samtama Putra Pamit, Aktivis dan Masyarakat Banyuwangi Merasa Kehilangan