Setahun Kepergian Affan Kurniawan, Kapolresta Banyuwangi Ajak Ojol Jadi Mitra Jaga Kamtibmas
BANYUWANGI — Polresta Banyuwangi menggelar silaturahmi bersama komunitas driver ojek online (ojol) dalam rangka mengenang satu tahun meninggalnya Affan Kurniawan. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman rumah dinas Kapolresta Banyuwangi, Rabu malam (26/8/2026).
Sebanyak 15 koordinator komunitas ojol yang tergabung dalam Gabungan Transportasi Online Roda Dua Banyuwangi (Gardawangi) hadir dalam kegiatan tersebut. Gardawangi sebelumnya dikenal dengan nama Forum Ojol Banyuwangi Bersatu (FOBB).




Kegiatan diawali dengan doa dan tahlil bersama untuk mengenang almarhum Affan Kurniawan.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mendoakan almarhum, tetapi juga memperkuat komunikasi antara kepolisian dan komunitas ojol.




Menurut Rofiq, komunikasi dan kolaborasi antara polisi dengan pengemudi ojol penting karena para driver setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat dan memiliki mobilitas tinggi di jalan.
Ia mengajak komunitas ojol menjadikan rasa syukur sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri, termasuk dalam menjaga keselamatan saat bekerja.




“Bentuk syukur itu ada upaya yang harus kita lakukan,” ujar Rofiq.
Kapolresta Tekankan Perbedaan Berkendara dan Berlalu Lintas




Dalam kesempatan tersebut, Rofiq juga mengingatkan para driver ojol agar tidak sekadar mampu mengoperasikan kendaraan, tetapi memahami aturan dan etika berlalu lintas.
Menurutnya, kemampuan mengendarai sepeda motor berbeda dengan kemampuan berlalu lintas. Pengendara harus memahami rambu, hak dan kewajiban serta memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya.




“Berkendara sama berlalu lintas itu beda. Kalau berkendara yang penting bisa mengegas, bisa mengerem, bisa mengendarai. Tetapi kalau berlalu lintas, dia harus paham rambu-rambu lalu lintas, hak dan kewajibannya sebagai orang yang menggunakan fasilitas jalan,” jelasnya.
Rofiq meminta driver ojol melengkapi perlengkapan keselamatan ketika bekerja, terutama penggunaan helm dan perlengkapan pelindung lainnya.




Ia juga mengingatkan agar pengendara tidak menganggap remeh keselamatan hanya karena sudah terbiasa berada di jalan.
“Jangan ngetes kesaktian terus hidup di aspal,” pesannya.
Waspadai Angka Kecelakaan
Kapolresta Banyuwangi turut memaparkan data kecelakaan lalu lintas di Banyuwangi sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat sejumlah kecelakaan dengan pola tabrakan dari depan, tabrakan samping atau kecelakaan saat kendaraan berbelok maupun keluar-masuk jalan utama.
Terdapat pula puluhan kejadian kecelakaan beruntun serta kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki.
Rofiq meminta data tersebut menjadi perhatian bersama, terutama bagi pengemudi ojol yang sehari-hari menghabiskan banyak waktu di jalan.
Ia berharap driver ojol dapat menjadi contoh dalam penerapan keselamatan dan tertib berlalu lintas di Banyuwangi.
Ojol Didorong Jadi Mitra Menjaga Kamtibmas
Selain keselamatan berlalu lintas, Rofiq mendorong komunitas ojol menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, driver ojol memiliki posisi strategis karena aktivitas mereka tersebar di berbagai wilayah Banyuwangi.
Jika menemukan potensi gangguan keamanan, konflik, tindak pidana atau persoalan lain yang dapat mengganggu kondusivitas, para driver diharapkan segera berkomunikasi dengan kepolisian.
“Kalau menemukan adanya potensi gangguan keamanan di lapangan, potensi konflik ataupun tindak pidana, kepolisian berharap teman-teman menjadi mitra kepolisian,” katanya.
Rofiq juga mengingatkan komunitas agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya informasi yang beredar melalui media sosial.
Menurutnya, komunikasi langsung antara komunitas ojol dan kepolisian diperlukan agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara cepat dan tidak berkembang menjadi konflik.
Potensi Wisata Bisa Jadi Peluang Penghasilan Ojol
Rofiq juga mengajak para pengemudi ojol melihat peluang ekonomi yang lebih luas dari aktivitas mereka.
Banyuwangi memiliki sejumlah destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, termasuk Kawah Ijen, Bangsring, Alas Purwo, De Djawatan, Pulau Merah dan berbagai destinasi lainnya.
Menurutnya, potensi tersebut dapat dimanfaatkan komunitas ojol untuk mengembangkan layanan transportasi sekaligus mendukung sektor pariwisata.
Driver juga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dengan wisatawan asing, termasuk mempelajari bahasa asing yang banyak digunakan wisatawan.
Ia menilai kemampuan berbahasa Inggris maupun bahasa asing lainnya dapat menjadi nilai tambah bagi pengemudi yang menawarkan jasa transportasi wisata.
“Kalau performanya bagus, atitudenya bagus, juga ditingkatkan, misalnya bisa lima bahasa, saya yakin akan banyak yang mendengar,” ujarnya.
Selain jasa transportasi, Rofiq juga mendorong keluarga driver ojol mengembangkan usaha tambahan sehingga pendapatan tidak hanya bergantung pada layanan antar-jemput.
Gardawangi Sambut Baik Silaturahmi Polresta
Ketua Gardawangi Banyuwangi, Yudha Okta Mahendra yang akrab disapa Bang AO, menyampaikan apresiasi atas perhatian Kapolresta Banyuwangi terhadap keluarga dan rekan-rekan almarhum Affan Kurniawan.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus memperkuat hubungan antara komunitas ojol dengan kepolisian.
“Kami menyambut antusias dan berterima kasih atas perhatian Kapolresta Banyuwangi kepada rekan kami almarhum Affan Kurniawan,” kata Yudha.
Yudha mengatakan, komunikasi dan kolaborasi Gardawangi dengan Polresta Banyuwangi selama ini telah berjalan dengan baik. Sejumlah program juga telah dilaksanakan bersama.
Dalam pertemuan tersebut, Gardawangi turut memberikan masukan agar Pos Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) di Banyuwangi kembali diaktifkan sebagai salah satu upaya mendorong masyarakat lebih disiplin berlalu lintas.
Selain itu, Gardawangi mengusulkan adanya program Polresta Banyuwangi “Naik Ojol Setiap Jumat”, seperti program yang sebelumnya telah berjalan bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Menurut Yudha, program tersebut bukan sekadar menggunakan jasa transportasi online, tetapi dapat menjadi sarana mempererat komunikasi antara aparat kepolisian dan para driver ojol.
“Kami berharap kolaborasi yang sudah terjalin ini terus berjalan dan semakin banyak program yang memberikan manfaat bagi masyarakat maupun rekan-rekan driver ojol,” ujarnya.
Kolaborasi Diharapkan Berkelanjutan
Pertemuan tersebut ditutup dengan harapan agar komunikasi antara Polresta Banyuwangi dan komunitas ojol tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Kapolresta berharap hubungan yang telah terbangun dapat menjadi ruang komunikasi bersama ketika muncul persoalan di lapangan.
Sementara bagi komunitas ojol, keterlibatan dalam menjaga keamanan, keselamatan dan ketertiban lalu lintas diharapkan menjadi bagian dari kontribusi mereka kepada masyarakat Banyuwangi.
Momentum mengenang satu tahun kepergian Affan Kurniawan pun diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan mengenang, tetapi juga melahirkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman dan Banyuwangi yang tetap kondusif.
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati