Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Bangun Dapur SPPG Pakai Dana Investor, Pembayaran Tak Kunjung Cair:BGN Dipertanyakan

Bangun Dapur SPPG Pakai Dana Investor, Pembayaran Tak Kunjung Cair:BGN Dipertanyakan

Kapuas hulu, MediaIndonesiaTimes.id 26 Agustus 2026. Persoalan pembayaran pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terpencil menjadi sorotan. Investor yang terlibat dalam pembangunan fasilitas tersebut mengaku telah mengeluarkan dana untuk pembangunan, namun pembayaran yang diharapkan hingga kini belum diterima.

 

Keluhan itu disampaikan Dabit Ragom pada Rabu (26/8/2026). Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan kejelasan terkait status pembayaran pembangunan dapur SPPG yang disebut telah selesai.

 

“Sudah masuk bulan ke-10 belum dibayar sepeser pun,” ujar Dabit.

 

Menurut Dabit, pada awal pelaksanaan terdapat informasi bahwa pembayaran akan dilakukan paling lama dua bulan setelah pembangunan dapur selesai. Namun, hingga kini investor mengaku masih menunggu kepastian.

 

“Janji awal paling lama dua bulan setelah pembangunan dapur selesai akan dibayarkan. Ini sudah sembilan bulan lebih belum ada kejelasan dari BGN,” katanya.

 

Dabit mengatakan persoalan tersebut perlu segera mendapat perhatian karena investor telah terlebih dahulu mengeluarkan biaya untuk pembangunan fasilitas SPPG. Menurutnya, kepastian pembayaran penting bagi pihak yang telah menanamkan modal dan menyelesaikan pekerjaan pembangunan.

 

Ia berharap BGN dapat menjelaskan secara terbuka apakah pembayaran masih dalam proses administrasi, verifikasi pekerjaan, atau terdapat kendala lain yang menyebabkan pencairan belum terealisasi.

 

Siap Sampaikan Aspirasi ke Jakarta

 

Karena belum memperoleh kejelasan, Dabit menyebut pihaknya siap menyampaikan aspirasi secara langsung ke pemerintah pusat di Jakarta.

 

“Kami harus demo ke Jakarta demi tuntutan,” ujarnya.

 

Rencana penyampaian aspirasi tersebut merupakan bentuk tuntutan agar persoalan pembayaran memperoleh kepastian. Jika dilaksanakan, penyampaian aspirasi diharapkan berlangsung tertib, damai, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Sejumlah pertanyaan pun muncul terkait persoalan tersebut. Jika pembangunan dapur SPPG telah selesai, bagaimana status administrasi pembayarannya? Apakah seluruh persyaratan telah dipenuhi? Dan apa yang menjadi kendala sehingga pembayaran yang disebut dijanjikan paling lama dua bulan belum terealisasi setelah berbulan-bulan?

 

Pertanyaan tersebut penting dijawab secara resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat maupun pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan SPPG.

 

Media Indonesia Times berupaya menempatkan persoalan ini secara berimbang. Pernyataan mengenai keterlambatan pembayaran dalam berita ini merupakan keterangan dari pihak investor yang menyampaikan keluhan dan belum menjadi kesimpulan mengenai adanya pelanggaran atau kesalahan pihak tertentu.

 

BGN dan pihak terkait diberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi serta hak jawab sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.

 

Redaksi akan terus mengikuti perkembangan persoalan ini, termasuk apabila terdapat penjelasan resmi dari BGN mengenai status pembayaran pembangunan SPPG di wilayah terpencil.

Ad
Penulis Adi
Ti
Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN