Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Menjaga Ruang Digital Tetap Aman: BBPOM di Surabaya Perkuat Patroli Siber Lindungi Konsumen

Menjaga Ruang Digital Tetap Aman: BBPOM di Surabaya Perkuat Patroli Siber Lindungi Konsumen

Surabaya, 27 Agustus 2026 — Media Indonesia Times | Di tengah pesatnya pertumbuhan perdagangan digital, kemudahan berbelanja melalui marketplace dan media sosial juga menghadirkan tantangan baru dalam perlindungan masyarakat. Beragam produk sediaan farmasi dan pangan kini dapat ditawarkan hanya melalui beberapa sentuhan di layar gawai. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko beredarnya produk ilegal atau produk yang tidak memenuhi ketentuan.

 

Menjawab tantangan itu, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya terus memperkuat pengawasan terhadap peredaran sediaan farmasi dan pangan di ruang digital melalui patroli siber. Upaya tersebut menjadi bagian penting dari strategi pengawasan untuk memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman, bermutu, dan memenuhi ketentuan.

 

Komitmen tersebut disampaikan dalam talkshow bersama Radio KLIK FM pada 26 Agustus 2026. Melalui patroli siber, BBPOM di Surabaya secara aktif memantau berbagai kanal penjualan daring, mulai dari marketplace hingga media sosial. Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi akun, tautan, maupun penawaran produk yang diduga melanggar ketentuan.

 

Temuan dari pemantauan tersebut tidak berhenti pada proses identifikasi. Informasi yang diperoleh menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan penelusuran dan tindak lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, pengawasan tidak hanya dilakukan pada jalur distribusi konvensional, tetapi juga diperluas mengikuti perkembangan pola perdagangan masyarakat yang semakin bergeser ke ranah digital.

 

Patroli Siber, Bentuk Negara Hadir di Ruang Digital

 

Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh berbagai kebutuhan, termasuk obat, suplemen, kosmetik, dan produk pangan. Kecepatan transaksi digital memang memberikan banyak manfaat, tetapi pada saat yang sama dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menawarkan produk yang tidak aman atau tidak memenuhi persyaratan.

 

Karena itu, pengawasan melalui patroli siber menjadi semakin strategis. Kehadiran pengawas di ruang digital menunjukkan bahwa perlindungan konsumen harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi.

 

BBPOM di Surabaya terus mendorong pengawasan berbasis risiko agar sumber daya pengawasan dapat diarahkan pada potensi pelanggaran yang memiliki risiko lebih besar terhadap kesehatan masyarakat. Pendekatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem perdagangan daring yang lebih tertib, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keselamatan konsumen.

 

Konsumen Cerdas Dimulai dari Satu Kebiasaan Sederhana

 

Pengawasan pemerintah tentu tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat. Konsumen memiliki peran penting sebagai benteng pertama dalam mencegah peredaran produk ilegal.

 

Pengawas Farmasi dan Makanan BBPOM di Surabaya, Pipin Eri Agustina, mengimbau masyarakat agar menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli produk.

 

Cek KLIK berarti memastikan:

 

- Kemasan, untuk memastikan kondisinya baik dan tidak rusak;

- Label, untuk mengetahui informasi produk secara jelas;

- Izin Edar, untuk memastikan produk telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan; dan

- Kedaluwarsa, untuk memastikan produk masih layak digunakan atau dikonsumsi.

 

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan ketika konsumen menemukan produk dengan harga yang tidak wajar atau menawarkan klaim yang berlebihan. Di tengah derasnya arus informasi digital, penawaran yang terlihat menarik belum tentu menjamin keamanan dan kebenaran informasi produk.

 

Literasi Digital Adalah Bagian dari Perlindungan Kesehatan

 

Memilih produk secara cerdas pada era digital bukan sekadar persoalan mendapatkan harga murah atau promosi menarik. Lebih dari itu, keputusan konsumen dapat berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan diri maupun keluarga.

 

Oleh sebab itu, literasi masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengawasan. Konsumen perlu membiasakan diri memeriksa informasi produk, tidak mudah percaya pada klaim yang bombastis, serta memastikan legalitas sebelum melakukan transaksi.

 

Pada akhirnya, ruang digital yang aman tidak hanya dibentuk oleh regulator maupun pelaku usaha. Masyarakat sebagai konsumen juga memiliki kekuatan untuk menentukan produk seperti apa yang layak beredar dan dibeli.

 

BBPOM di Surabaya akan terus memperkuat patroli siber sebagai bagian dari strategi pengawasan berbasis risiko. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, platform digital, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem perdagangan daring yang semakin aman dan bertanggung jawab.

 

Sebab, perlindungan konsumen bukan hanya tentang menindak produk ilegal setelah ditemukan, tetapi juga tentang membangun kesadaran agar masyarakat mampu melindungi dirinya sejak sebelum membeli.

 

Di era ketika transaksi dapat dilakukan dalam hitungan detik, satu kebiasaan sederhana Cek KLIK sebelum membeli dapat menjadi langkah kecil dengan dampak besar: menjaga kesehatan, melindungi keluarga, sekaligus ikut menciptakan ruang perdagangan digital yang lebih aman bagi semua. (Bagas)

Ba
Penulis Bagas

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN