Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Dari Kantin Sekolah Untuk Masa Depan Bangsa: 50 Sampel Pangan di Gresik Lulus Uji, Gerakan Pangan Aman Cetak Generasi Sehat

Dari Kantin Sekolah Untuk Masa Depan Bangsa: 50 Sampel Pangan di Gresik Lulus Uji, Gerakan Pangan Aman Cetak Generasi Sehat

Gresik, 27 Agustus 2026 — Media Indonesia Times | Masa depan sebuah bangsa tidak hanya dibangun di ruang kelas, tetapi juga dari hal-hal sederhana yang setiap hari menyentuh kehidupan anak-anak termasuk makanan yang mereka konsumsi di lingkungan sekolah.

 

Karena itu, memastikan pangan yang tersedia di sekolah aman bukan sekadar kegiatan pengawasan. Ini adalah investasi kesehatan, pembentukan karakter, sekaligus langkah nyata untuk menyiapkan generasi yang tumbuh sehat dan berkualitas.

 

Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Gresik. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya memastikan 50 sampel pangan dari 10 sekolah seluruhnya memenuhi syarat. Hasil pengujian menggunakan test kit menunjukkan tidak terdeteksi formalin, boraks, Rhodamin B, maupun Metanil Yellow pada seluruh sampel yang diperiksa.

 

Hasil positif tersebut diperoleh dalam rangkaian GERMAS SAPA (Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman) Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 26–27 Agustus 2026.

 

Lebih dari sekadar angka, 50 sampel yang memenuhi syarat merupakan gambaran nyata bahwa upaya membangun lingkungan sekolah yang aman pangan dapat dilakukan ketika pengawasan, edukasi, dan komitmen berjalan bersama.

 

Kantin Sekolah: Ruang Kecil, Dampak Besar

 

Kantin sekolah mungkin terlihat sederhana. Namun, di sanalah setiap hari anak-anak memilih makanan, mengenal rasa, membangun kebiasaan, dan secara tidak langsung belajar mengambil keputusan.

 

Apa yang mereka makan hari ini dapat menjadi bagian dari kualitas kesehatan mereka di masa depan.

 

Karena itu, BBPOM di Surabaya tidak hanya melakukan sampling dan pengujian pangan, tetapi juga melaksanakan monitoring kantin sekolah. Aspek yang diperhatikan mencakup higiene, sanitasi, serta keberlangsungan praktik keamanan pangan di lingkungan sekolah.

 

Hasil monitoring tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pembinaan untuk memperkuat penerapan keamanan pangan dan mendukung persiapan sekolah menuju sertifikasi SAPA Sekolah.

 

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengawasan bukan semata-mata mencari kesalahan. Pengawasan juga merupakan proses mendidik, membina, memperbaiki, dan membangun kesadaran bersama agar praktik keamanan pangan menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.

 

Sepuluh Sekolah, Satu Komitmen untuk Generasi Sehat

 

Kegiatan monitoring dilaksanakan di:

 

1. SD Islam Al-Raudlatul Amien “Full Day Education” Gresik

2. SD Negeri 4 Gresik

3. SD Negeri 12 Gresik

4. SD Negeri 1 Gresik

5. SMP Negeri 9 Gresik

6. SMP Negeri 6 Gresik

7. SMP Negeri 28 Gresik

8. SMP Negeri 2 Gresik

9. SMA Negeri 1 Manyar

10. SMA Negeri 1 Gresik

 

Keberagaman jenjang pendidikan tersebut memperlihatkan bahwa budaya pangan aman perlu dibangun secara berkesinambungan, mulai dari usia sekolah dasar hingga sekolah menengah.

 

Ketua Tim BBPOM di Surabaya, Rini Wulansari, menegaskan bahwa keamanan pangan di sekolah pada hakikatnya merupakan bagian dari perlindungan kesehatan anak.

 

“Keamanan pangan di sekolah pada akhirnya adalah bagian dari upaya melindungi kesehatan anak-anak kita. Kebiasaan memilih pangan yang aman yang dibangun di sekolah diharapkan dapat diterapkan pula di rumah dan lingkungan masyarakat.”

 

Pesan tersebut memiliki makna yang jauh lebih luas. Ketika seorang anak belajar memeriksa makanan yang akan dibelinya, memahami pentingnya kebersihan, dan berani memilih pangan yang aman, sesungguhnya ia sedang membawa pulang sebuah pengetahuan yang dapat memengaruhi keluarganya.

 

Satu anak yang sadar pangan aman dapat menjadi satu pengingat bagi keluarganya. Satu keluarga yang peduli dapat menjadi bagian dari masyarakat yang lebih sehat.

 

Sekolah sebagai Titik Awal Perubahan

 

Pihak sekolah pun menyambut positif kegiatan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil evaluasi.

 

Kepala Sekolah SMPN 2 Gresik, Mohammad Salim, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

 

“Kami mendukung kegiatan ini dan siap memperkuat pengawasan bersama pengelola kantin serta warga sekolah agar praktik keamanan pangan terus ditingkatkan.”

 

Komitmen sekolah menjadi elemen penting karena keberhasilan keamanan pangan tidak dapat dibebankan hanya kepada petugas pengawas. Pengelola kantin, kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan seluruh warga sekolah memiliki peran yang saling melengkapi.

 

Di sinilah semangat SAPA Sekolah menjadi penting: menjadikan keamanan pangan bukan sekadar program sesaat, melainkan budaya yang hidup dan dilakukan setiap hari.

 

Ketika Pangan Aman Menjadi Budaya, Generasi Sehat Akan Tumbuh

 

Hasil pengujian 50 sampel yang memenuhi syarat tentu menjadi kabar baik. Namun, keberhasilan sejati bukan hanya terletak pada hasil pengujian hari ini.

 

Keberhasilan yang lebih besar adalah ketika kesadaran pangan aman terus tumbuh setelah kegiatan selesai.

 

Ketika pengelola kantin semakin disiplin menjaga kebersihan.

Ketika guru terus mengedukasi siswa.

Ketika siswa mulai kritis memilih makanan.

Ketika sekolah konsisten melakukan evaluasi.

Dan ketika kebiasaan tersebut dibawa pulang ke rumah.

 

Dari sinilah perubahan besar bermula.

 

Sekolah dapat menjadi laboratorium kehidupan—tempat anak-anak tidak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga belajar menjaga kesehatan, menghargai keamanan pangan, dan bertanggung jawab terhadap pilihan mereka.

 

Melalui GERMAS SAPA dan SAPA Sekolah, BBPOM di Surabaya terus mendorong agar budaya pangan aman tidak berhenti di lingkungan pendidikan. Pengetahuan dan kebiasaan tersebut diharapkan diteruskan oleh siswa, guru, dan komunitas sekolah kepada keluarga serta masyarakat.

 

Sebab, menjaga pangan berarti menjaga kesehatan. Menjaga kesehatan berarti menjaga kualitas generasi. Dan menjaga generasi berarti menjaga masa depan bangsa.

 

Hari ini mungkin dimulai dari sebuah kantin sekolah.

 

Dari satu makanan yang dipilih dengan bijak.

Dari satu kebiasaan mencuci tangan.

Dari satu pengelola kantin yang menjaga kebersihan.

Dari satu guru yang mengingatkan.

Dari satu anak yang belajar peduli.

 

Namun dari langkah-langkah kecil itulah lahir perubahan besar.

 

Karena generasi hebat tidak hanya membutuhkan pendidikan yang hebat, tetapi juga pangan yang aman, lingkungan yang sehat, dan budaya hidup yang peduli.

 

Jaga Pangan. Jaga Kesehatan. Jaga Generasi. Karena masa depan Indonesia sedang tumbuh di sekolah-sekolah kita hari ini. (Bagas)

Ba
Penulis Bagas

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN