Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Prasyamita Adilla dan Rafika Fahra, Kakak-Adik di Balik Kemudi dan Navigasi Adventure Offroad

Prasyamita Adilla dan Rafika Fahra, Kakak-Adik di Balik Kemudi dan Navigasi Adventure Offroad

PASURUAN — 

Bersama Sarana Muda Nusantara (SMN), Pasuruan menjadi panggung bagi sebuah perjalanan yang lebih besar dari sekadar kompetisi.

 

Karena adventure offroad bukan hanya tentang menaklukkan medan.

Tetapi tentang keberanian untuk terus melaju ketika jalan tak pernah mudah.

 

Kejurnas Adventure Offroad 2026 Putaran III ini diikuti oleh Offroader dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat , Kalimantan, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, dan Kota Padang.

 

Deru mesin dan lumpur menjadi bagian dari atmosfer Kejuaraan Nasional Adventure Offroad Putaran III 2026 di Sirkuit Alas Kesiman, Pasuruan, Sabtu (1/8/2026). 

 

Di antara kerasnya lintasan, dua perempuan asal Tuban, Jawa Timur, Prasyamita Adilla dan Rafika Fahra, tampil sebagai satu tim.

 

Prasyamita mengemban peran sebagai driver, sementara Rafika menjadi navigator. Keduanya merupakan kakak-adik yang telah mengenal dunia offroad sejak usia muda. Apa yang bermula dari petualangan di hutan kemudian berkembang menjadi keberanian untuk memasuki arena kompetisi.

 

Prasyamita mulai menekuni balap sejak kelas satu SMA, sedangkan Rafika mengenal offroad sejak SMP. Titik balik perjalanan Prasyamita bermula pada 2019, ketika menyaksikan balapan di Semanding, Tuban. Dari bangku penonton, muncul keinginan sederhana untuk mencoba. Mobil disiapkan, lintasan dijajal, dan perjalanan kompetitif pun dimulai.

 

Enam tahun kemudian, kerja keras itu membuahkan prestasi. Pada 2025, Prasyamita dan Rafika Fahra meraih Juara Nasional 2 Adventure Offroad. Dalam rangkaian 4 seri yang diikutinya, di Bogor, Jember, Semarang dan Banten. 

 

Namun, bagi Prasyamita dan Rafika, setiap lintasan selalu menghadirkan pelajaran baru. Serang, misalnya, menjadi salah satu trek yang paling menantang karena karakter gravel dan batuannya yang keras. Di medan semacam itu, keberanian saja tidak cukup. Teknik, ketepatan memilih jalur, insting, dan ketenangan harus bekerja secara bersamaan.

 

Hal serupa berlaku di Alas Kesiman. Tanjakan, turunan, dan kubangan lumpur menuntut bukan hanya kemampuan driver, tetapi juga ketepatan navigasi. Prasyamita mengendalikan kendaraan; Rafika membaca medan dan arah. Di antara keduanya, komunikasi dan kepercayaan menjadi bagian penting dari strategi.

 

Kehadiran mereka sekaligus menunjukkan semakin terbukanya ruang perempuan dalam olahraga otomotif. Di balik hijab, helm, dan jersey PRASYAMITA SPEEDKILLS, Prasyamita tidak sekadar hadir sebagai perempuan di dunia yang keras dan penuh adrenalin. Ia hadir sebagai pembalap. Rafika pun bukan sekadar pendamping, melainkan navigator dengan tanggung jawab menentukan arah.

 

Dari hutan Tuban menuju panggung nasional, perjalanan kakak-adik ini menunjukkan bahwa sebuah hobi dapat berkembang menjadi prestasi ketika dipadukan dengan keberanian, disiplin, dan ketekunan.

 

Sebab di adventure offroad, yang ditaklukkan bukan hanya medan. Yang sesungguhnya diuji adalah kemampuan untuk tetap tenang, membaca keadaan, dan terus melaju ketika jalan di depan tidak pernah benar-benar mudah.

 

Di balik perjalanan Prasyamita Adilla dan Rafika Fahra menapaki dunia adventure offroad, ada satu sosok yang sejak awal berdiri di belakang mereka bukan sebagai penonton, melainkan sebagai orang pertama yang percaya bahwa keduanya mampu melangkah lebih jauh.

 

Dialah Kokok Sujarwo, sang ayah. Sejak Prasyamita dan Rafika mengenal dunia adventure offroad, Kokoh tidak sekadar memperkenalkan mereka pada medan, kendaraan, dan tantangan.

 

Ia menanamkan keberanian untuk mencoba, ketekunan untuk belajar, serta keyakinan bahwa sebuah hobi dapat berkembang menjadi prestasi apabila dijalani dengan kesungguhan.

 

Dukungan itu tidak selalu hadir dalam bentuk kata-kata.

Ada waktu yang diberikan. Ada proses yang ditemani.

Ada keputusan yang didukung. Dan ada keyakinan yang terus dijaga, bahkan ketika lintasan tidak selalu menawarkan jalan yang mudah.

 

Bagi seorang ayah, melihat anaknya berada di balik kemudi dan navigator mungkin bukan sekadar kebanggaan. Ada kekhawatiran. Ada doa. Dan ada harapan.

 

Namun Kokok memilih untuk memberikan ruang kepada kedua putrinya untuk tumbuh melalui pengalaman.

Dari petualangan di hutan, mereka belajar mengenal alam dan karakter medan. Dari dunia kompetisi, mereka belajar tentang disiplin, keberanian, tanggung jawab, dan sportivitas.

 

Hingga hari ini, Prasyamita dan Rafika bukan lagi sekadar dua anak yang menikmati offroad sebagai hobi. Mereka telah membawa langkah itu menuju arena nasional.

 

Dan di setiap perjalanan mereka, ada jejak seorang ayah yang mungkin tidak selalu terlihat di dalam lintasan, tetapi perannya terasa di setiap pencapaian.

 

Kokok Sujarwo tidak hanya mendukung dua putrinya menjadi offroader. Ia sedang membantu mereka membangun keberanian untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

 

Sebab terkadang, di balik seorang anak yang berani menaklukkan medan, terdapat seorang ayah yang terlebih dahulu mengajarkan satu hal: percaya pada kemampuan diri, berani menghadapi tantangan, dan jangan berhenti melangkah ketika jalan terasa berat. (Bagas)

Ba
Penulis Bagas

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN