Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Muhammad Nabil dan Dedikasi Membangun “Bapak Olahraga Jawa Timur”

Muhammad Nabil dan Dedikasi Membangun “Bapak Olahraga Jawa Timur”

SURABAYA – Malam itu Hotel Vasa Surabaya tidak hanya dipenuhi lampu sorot dan jas pesta. Ada sesuatu yang lebih terang dari panggung: pengakuan. 

 

Kamis, 30 Juli 2026, nama Muhammad Nabil disebut. Ketua Umum KONI Jawa Timur itu maju ke depan menerima Radar Surabaya Award 2026. Bukan karena satu kemenangan, bukan karena satu medali emas. Melainkan karena ia berani memilih jalan yang lebih panjang: membangun sistem.

 

Di tengah hiruk pikuk kompetisi, Jawa Timur tetap dikenal sebagai lumbung atlet nasional. Itu bukan kebetulan. Di balik deretan podium, ada kerja yang tak terlihat kamera menyusun kurikulum pembinaan usia dini, meng-upgrade pelatih, menghadirkan sport science ke pelosok cabang olahraga.

 

*Dari Mengejar Podium ke Merawat Akar*

Selama ini olahraga prestasi sering diukur dari jumlah medali. Nabil memilih mengukur dari seberapa kuat akarnya.

 

Ia merombak tata kelola KONI Jatim agar lebih profesional dan adaptif. Pemerintah daerah dirangkul, pengurus cabor diajak duduk satu meja, pelatih diberi ruang untuk belajar, atlet diberi arah yang jelas. 

 

Hasilnya tidak berisik, tapi konsisten. Atlet-atlet binaan Jawa Timur terus naik podium di PON, kejuaraan nasional, hingga membawa Merah Putih di pentas internasional. Nama Jawa Timur tetap ada di papan atas, tahun demi tahun.

 

"Prestasi tanpa sistem itu seperti kembang api. Indah sesaat, lalu padam. Kami ingin membangun api unggun yang terus menyala," ucapnya usai menerima penghargaan.

 

*Gelar yang Datang dari Lapangan*

Radar Surabaya Award 2026 bukan sekadar plakat. Itu adalah cermin. Cermin bahwa masyarakat melihat kerja nyata.

 

Apresiasi juga datang dari MAKI Jatim. Heru, Ketua MAKI Koorwil Provinsi Jawa Timur, menyebut Nabil telah “menjelma sebagai Bapak Olahraga Jawa Timur”. 

 

“Dibawah tangan dingin dan sikap bijaksana seorang Pak Nabil, prestasi demi prestasi berhasil diraih dan memberikan keharuman wibawa Pemerintah Provinsi Jawa Timur di pentas olahraga, baik skala Nasional maupun Internasional,” ujarnya.

 

Gelar “Bapak” itu berat. Ia berarti menjadi peneduh, menjadi pengarah, menjadi orang yang rela bekerja di balik layar agar anak-anak asuhnya bisa bersinar di depan.

 

Warisan yang Tidak Berkarat

 

Penghargaan ini menjadi titik jeda, bukan titik akhir. Bagi Nabil dan KONI Jatim, ini justru pelecut untuk melangkah lebih jauh: memperluas kolaborasi, memperkuat pembinaan, dan memastikan regenerasi berjalan.

 

Karena pada akhirnya, olahraga bukan hanya soal menang. Ia tentang karakter, tentang disiplin, tentang bagaimana sebuah provinsi menjaga tradisinya untuk terus melahirkan yang terbaik.

 

Dan di malam penganugerahan itu, Surabaya mengingatkan kita: 

Di balik setiap medali yang berkilau, selalu ada tangan yang kotor karena menempa. 

 

Tangan itulah yang malam itu berdiri di atas panggung, menerima penghormatan sebagai “Bapak Olahraga Jawa Timur”. (Bagas)

Ba
Penulis Bagas
Ti
Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN