Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Kades Humbang Raya Bob Tutupoil Himbau Penambang Liar di Sungai Mangkutup, Tetap Diabaikan — Air Keruh Semakin Parah, Warga Minta Pemerintah & Aparat Turun Tangan

Kades Humbang Raya Bob Tutupoil Himbau Penambang Liar di Sungai Mangkutup, Tetap Diabaikan — Air Keruh Semakin Parah, Warga Minta Pemerintah & Aparat Turun Tangan

KAPUAS, indonesiatimes.com.id — Kepala Desa Humbang Raya, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Bob Tutupoil, telah secara resmi dan langsung memberikan himbauan tegas kepada para penambang yang beroperasi di aliran Sungai Mangkutup. Ia meminta agar aktivitas penambangan yang diduga ilegal tersebut segera dihentikan demi menjaga kenyamanan, kesehatan, dan hak masyarakat atas air bersih. Namun sayangnya, himbauan tersebut justru diabaikan, dan aktivitas penambangan tetap berjalan tanpa henti.

 

Kepala Desa Humbang Raya Bob Tutupoil berdiri di tepi Sungai Mangkutup, memberikan himbauan langsung kepada para penambang agar menghentikan aktivitas yang merusak lingkungan dan mencemari sumber air bersih warga. Namun hingga saat ini, peringatan tersebut belum diindahkan.

 

Kepala Desa Humbang Raya, Bob Tutupoil, menyampaikan pernyataan resmi:

 

"Saya selaku Kepala Desa Humbang Raya telah menghimbau secara langsung dan tegas kepada para penambang yang beroperasi di aliran Sungai Mangkutup untuk segera menghentikan kegiatannya. Saya meminta agar tidak beroperasi di sungai ini, karena Sungai Mangkutup adalah sumber air bersih utama bagi masyarakat Desa Humbang Raya dan sekitarnya. Jika terus ditambang, air menjadi keruh, berlumpur, dan tidak layak digunakan untuk minum maupun keperluan sehari-hari. Ini demi menjaga kenyamanan dan kepentingan masyarakat bersama. Namun sangat disayangkan, himbauan saya seakan diabaikan. Sampai saat ini aktivitas penambangan tetap berjalan, dan air sungai semakin keruh setiap harinya."

 

Bukti nyata terlihat jelas dari kondisi air Sungai Mangkutup yang kini berwarna cokelat pekat dan keruh. Air yang seharusnya jernih dan aman dikonsumsi, kini sudah tidak layak pakai — bahkan untuk mencuci pun sulit digunakan. Warga melaporkan bahwa aktivitas tambang emas ilegal menggunakan alat lanting sedut terus beroperasi di sepanjang aliran sungai tersebut, sehingga endapan lumpur dan tanah terus teraduk dan mencemari sumber air bersih warga.

 

Melihat himbauan Kepala Desa diabaikan begitu saja, masyarakat Desa Humbang Raya dan sekitarnya memohon kepada pihak berwenang untuk segera turun tangan:

 

1. Pemerintah Kabupaten Kapuas — Segera meninjau lokasi dan mengambil kebijakan tegas terkait aktivitas penambangan ilegal di Sungai Mangkutup.

 

2. Dinas Lingkungan Hidup & Dinas ESDM — Melakukan pengecekan kualitas air dan menindaklanjuti pelanggaran lingkungan yang terjadi.

 

3. Aparat Penegak Hukum / Polres Kapuas — Menghentikan aktivitas penambangan ilegal yang tidak memiliki izin dan menindak tegas pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

4. Memberikan solusi air bersih — Sementara masalah belum tuntas, warga meminta bantuan penyediaan air bersih agar tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

"Kami tidak menentang kemajuan, tetapi kami tidak boleh kehilangan hak dasar atas air bersih yang sehat dan aman. Jika himbauan Kepala Desa saja diabaikan, maka kami berharap pemerintah dan aparat hukum segera bertindak sebelum sungai ini rusak total," ujar salah satu perwakilan warga.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Kapuas maupun instansi terkait. Aktivitas penambang di Sungai Mangkutup masih terus berjalan.

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN