Kelangkaan LPG 3 Kg di Banyuwangi, AMBB Bantah Tudingan Distribusi Terganggu akibat Demonstrasi
BANYUWANGI, Media Indonesia Times — Kelangkaan LPG 3 kilogram bersubsidi kembali dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kondisi tersebut antara lain dirasakan warga di Kecamatan Genteng, Srono, Singojuruh, dan sejumlah wilayah lainnya.
Kelangkaan LPG bersubsidi itu bahkan disebut meluas hingga sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo. Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat, terutama karena LPG 3 kg merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
Di tengah situasi tersebut, muncul anggapan di masyarakat bahwa terganggunya distribusi LPG 3 kg berkaitan dengan aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Masyarakat Banyuwangi Bersatu (AMBB) di sekitar PT Misi Mulia Petronusa (MMP), Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
AMBB diketahui melakukan aksi terkait tuntutan atas lahan yang saat ini dikuasai dan digunakan PT MMP. Namun, pihak AMBB membantah bahwa aksi mereka menjadi penyebab terhambatnya distribusi LPG bersubsidi.




Juru bicara AMBB, Roqib, mengatakan pihaknya tidak pernah menutup akses keluar-masuk kendaraan pengangkut LPG di lokasi PT MMP.
"Jangan jadikan kami kambing hitam atas keterlambatan distribusi LPG. Kami tidak pernah menutup akses pintu masuk," kata Roqib saat ditemui awak Media Indonesia Times di lokasi demonstrasi, Selasa (1/9/2026).
Menurut Roqib, keberadaan pagar beton yang berada di depan akses masuk PT MMP bukan dipasang oleh massa demonstran. Ia menyebut pagar tersebut telah berada di lokasi sejak Rabu sebelumnya.
"Mana mungkin kami para pendemo mampu mengangkat dan meletakkan pagar beton besar ini di depan akses pintu masuk?" ujarnya.




Roqib menegaskan, berdasarkan informasi yang diketahuinya, pagar beton tersebut dipasang oleh pihak PT MMP sejak Rabu dan masih berada di lokasi hingga saat ini.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak serta-merta mengaitkan kelangkaan LPG 3 kg dengan aksi demonstrasi AMBB.
"Jangan jadikan kami kambing hitam. Kami mengimbau masyarakat jangan mudah terprovokasi atau dipengaruhi informasi yang belum jelas," kata Roqib.
Warga Keluhkan Sulit Mendapat LPG




Di sisi lain, kelangkaan LPG 3 kg mulai dirasakan langsung masyarakat. Salah seorang warga Desa Karangsari Truko, Kecamatan Genteng, Musa Alhady, mengaku kesulitan memperoleh LPG bersubsidi selama tiga hari terakhir.
Ia akhirnya mendapatkan dua tabung LPG 3 kg di wilayah Dusun Sukopuro, Desa Sukonatar, dengan harga Rp22.000 per tabung.
Untuk memperoleh dua tabung tersebut, Musa mengaku harus menempuh perjalanan hampir 15 kilometer dari tempat tinggalnya.
Kondisi tersebut menambah beban masyarakat, terlebih apabila kelangkaan berlangsung dalam waktu yang panjang.




Selain persoalan ketersediaan, muncul pula dugaan kenaikan harga LPG 3 kg di tingkat pengecer. Dalam informasi yang beredar, terdapat pengecer yang mengaku menerima LPG dari agen dengan harga sekitar Rp20.000 per tabung, dibandingkan harga yang semestinya berada di kisaran Rp18.000.
Namun, informasi tersebut masih perlu diklarifikasi dan diverifikasi kepada pihak agen, pangkalan, serta instansi terkait. Tidak semua pengecer juga disebut menjual LPG 3 kg di atas harga yang ditetapkan.
Pertamina Diminta Beri Klarifikasi
Masyarakat berharap PT Pertamina memberikan penjelasan mengenai penyebab kelangkaan LPG 3 kg di sejumlah wilayah Banyuwangi dan daerah sekitarnya.




Klarifikasi diperlukan untuk memastikan apakah kondisi tersebut disebabkan gangguan distribusi, persoalan pasokan, meningkatnya permintaan, atau faktor lain.
Pertamina juga diharapkan melakukan pengawasan terhadap rantai distribusi LPG bersubsidi, mulai dari agen hingga pangkalan dan pengecer.
Jika ditemukan pihak yang terbukti menjual LPG 3 kg bersubsidi melebihi ketentuan harga yang berlaku atau melakukan praktik yang merugikan masyarakat, warga berharap adanya tindakan tegas sesuai aturan.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panik. Apabila menemukan dugaan penyimpangan distribusi maupun penjualan LPG 3 kg bersubsidi, masyarakat dapat melaporkannya kepada pihak terkait, termasuk Pertamina.




Kelangkaan LPG 3 kg ini diharapkan segera mendapatkan penanganan agar tidak berlarut-larut dan tidak semakin membebani masyarakat.
Oleh: GsM Al Ashrof (Miftahul Mubin)
Media Indonesia Times
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati