Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Pelindo Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM Melalui Surabaya Kite Festival 2026

Pelindo Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM Melalui Surabaya Kite Festival 2026

SURABAYA — Media Indonesia Times | Pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat dapat berjalan dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Semangat tersebut tercermin dalam dukungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa terhadap penyelenggaraan Surabaya Kite Festival 2026, sebuah ajang yang tidak hanya menjadi ruang ekspresi kreativitas dan pelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

Festival yang digelar pada 29–30 Agustus 2026 di South Side Long Beach, Pakuwon City, Surabaya, tersebut mengusung tema “Budaya dan Kuliner”. Dengan menghadirkan 100 peserta dari 38 komunitas lokal dan mancanegara, Surabaya Kite Festival 2026 menjadi salah satu ruang strategis yang mempertemukan komunitas kreatif, masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam sebuah aktivitas berbasis budaya dan ekonomi kreatif.

 

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka dan dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Turut hadir Executive Director 3 Regional 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Wahyu Widodo, yang menegaskan dukungan Pelindo terhadap pengembangan kegiatan masyarakat yang memiliki nilai budaya sekaligus memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal.

 

Beragam kreasi layang-layang menghiasi langit Surabaya selama penyelenggaraan festival. Salah satu yang menjadi daya tarik utama adalah hadirnya karakter pewayangan Punakawan, seperti Semar dan Petruk, yang dikemas dalam bentuk karya layang-layang kreatif.

 

Kehadiran unsur pewayangan tersebut menunjukkan bahwa budaya tradisional dapat dikembangkan melalui pendekatan kreatif dan dikemas menjadi sebuah atraksi yang relevan dengan perkembangan zaman. Dalam konteks ekonomi kreatif, inovasi semacam ini memiliki nilai strategis karena mampu mempertemukan identitas budaya lokal dengan potensi industri kreatif dan kegiatan ekonomi masyarakat.

 

Festival budaya pun tidak lagi hanya dipandang sebagai kegiatan hiburan. Ketika dikemas secara profesional dan melibatkan berbagai sektor, kegiatan tersebut mampu menciptakan ruang interaksi ekonomi, memperluas jaringan komunitas, meningkatkan eksposur produk lokal, hingga membuka peluang pengembangan pasar bagi pelaku usaha.

 

Sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat, Pelindo turut menjadi sponsor dalam Surabaya Kite Festival 2026. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui keterlibatan sejumlah UMKM mitra binaan Pelindo, yakni Sinona Indonesia, Dapur Hikmah, Ayu Cookies, dan Bumasmise.

 

Kehadiran para UMKM tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat dan pengunjung festival. Partisipasi dalam kegiatan publik seperti ini menjadi penting karena pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan ruang promosi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk membangun interaksi dengan konsumen serta memperluas jejaring usaha.

 

Wahyu Widodo mengatakan bahwa keterlibatan Pelindo dalam Surabaya Kite Festival 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung kegiatan yang mampu menciptakan manfaat sosial dan ekonomi secara bersamaan.

 

Menurutnya, festival berbasis masyarakat memiliki potensi besar untuk mempertemukan berbagai elemen, mulai dari budaya, kreativitas, komunitas, hingga aktivitas ekonomi.

 

“Pelindo melihat kegiatan seperti Surabaya Kite Festival bukan hanya sebagai sebuah festival, tetapi juga sebagai ruang untuk mempertemukan budaya, kreativitas, komunitas, dan potensi ekonomi masyarakat. Karena itu, kami mendukung kegiatan ini sekaligus memberikan kesempatan kepada UMKM mitra binaan Pelindo untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Wahyu.

 

Dalam perkembangan dunia usaha saat ini, akses terhadap pasar menjadi salah satu faktor penting bagi pertumbuhan UMKM. Produk yang berkualitas membutuhkan ruang untuk dikenal, diuji oleh pasar, serta diperkenalkan kepada konsumen yang lebih luas.

 

Kegiatan berbasis komunitas dan festival publik dapat menjadi salah satu sarana efektif untuk memperkuat proses tersebut. Interaksi langsung antara pelaku UMKM dan masyarakat memungkinkan produk lokal memperoleh eksposur yang lebih luas sekaligus membangun kepercayaan konsumen.

 

Wahyu menilai kehadiran UMKM mitra binaan Pelindo dalam Surabaya Kite Festival 2026 diharapkan menjadi bagian dari proses pengembangan usaha yang berkelanjutan. Selama kegiatan berlangsung, produk-produk UMKM tersebut mendapatkan sambutan positif dari para pengunjung.

 

“Kami berharap UMKM mitra binaan dapat memanfaatkan berbagai ruang dan kesempatan seperti ini untuk terus tumbuh, berkembang, dan naik kelas. Kolaborasi dengan berbagai kegiatan masyarakat menjadi salah satu cara untuk mempertemukan potensi lokal dengan pasar dan masyarakat yang lebih luas,” tambahnya.

 

Bagi pelaku UMKM, pengembangan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi barang atau jasa. Akses terhadap pasar, jaringan bisnis, promosi, peningkatan kapasitas, dan kemampuan membangun kepercayaan konsumen menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah usaha untuk berkembang.

 

Melalui keterlibatan dalam kegiatan seperti Surabaya Kite Festival, UMKM memperoleh kesempatan untuk memperluas jaringan, memperkenalkan identitas produk, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi pasar yang semakin kompetitif.

 

Di sisi lain, kolaborasi antara dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih inklusif.

 

Pelindo melihat pendekatan kolaboratif sebagai salah satu strategi untuk memperkuat manfaat program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Dukungan tidak hanya diberikan dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi juga diarahkan untuk membuka ruang pemberdayaan yang dapat memberikan manfaat dan peluang pengembangan ekonomi bagi masyarakat.

 

Surabaya Kite Festival 2026 menjadi gambaran bagaimana sebuah kegiatan budaya dapat memiliki efek ekonomi yang lebih luas. Ketika kreativitas masyarakat dipertemukan dengan pelaku UMKM dan dukungan dari berbagai pihak, maka festival dapat berkembang menjadi ruang yang menciptakan nilai tambah bagi ekonomi lokal.

 

Kekayaan budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif. Seni tradisional, kuliner, kerajinan, dan kreativitas komunitas dapat menjadi sumber nilai tambah apabila dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan.

 

Kehadiran karakter Semar dan Petruk dalam Surabaya Kite Festival 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana warisan budaya dapat dikemas dengan pendekatan modern tanpa kehilangan identitasnya.

 

Di saat yang sama, keberadaan UMKM menjadi penggerak penting dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat. Pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan sebuah unit usaha, tetapi juga memiliki dampak terhadap penciptaan peluang ekonomi, penguatan produk lokal, dan peningkatan aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat.

 

Melalui Surabaya Kite Festival 2026, nilai budaya dan aktivitas ekonomi bertemu dalam satu ruang kolaborasi. Budaya mendapatkan panggung untuk terus hidup dan dikenal, kreativitas memperoleh ruang untuk berkembang, sementara UMKM mendapatkan kesempatan untuk memperluas jangkauan pasarnya.

 

Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa melalui dukungannya terhadap kegiatan tersebut kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pelestarian budaya, pengembangan kreativitas, serta penguatan UMKM.

 

Komitmen tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Sebuah pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga menciptakan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk berkembang bersama.

 

Dari langit Surabaya, layang-layang bukan sekadar terbang membawa warna. Di bawahnya, budaya terus hidup, kreativitas terus tumbuh, dan UMKM bergerak memperluas pasar menuju masa depan ekonomi yang lebih kuat.

 

Pelindo hadir untuk menghubungkan potensi dari budaya menjadi kreativitas, dari kreativitas menjadi peluang, dan dari peluang menjadi pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Bagas)

Ba
Penulis Bagas
Ti
Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN