Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Warga Desa Sungai Mangkutup Resah, Sumber Air Bersih Keruh Diduga Akibat Tambang Emas Ilegal  

Warga Desa Sungai Mangkutup Resah, Sumber Air Bersih Keruh Diduga Akibat Tambang Emas Ilegal   

KAPUAS, indoneaiatimes.com.id.— Masyarakat Desa Sungai Mangkutup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah,

1.9.2026

 

 kini dilanda kegelisahan yang mendalam. Sumber air bersih yang selama ini menjadi tumpuan utama warga untuk minum dan kebutuhan sehari-hari, kini berubah menjadi keruh dan tidak layak dikonsumsi, yang diduga kuat akibat maraknya aktivitas tambang emas ilegal menggunakan alat lanting sedut di wilayah tersebut.

 

Air yang seharusnya jernih dan aman dikonsumsi, kini berwarna keruh dan berlumpur setiap harinya. Warga mengaku air tersebut sudah tidak bisa diminum, bahkan sulit digunakan untuk keperluan rumah tangga lainnya.

 

"Kami resah karena air bersih yang kami gunakan sehari-hari untuk minum dan kebutuhan warga kini keruh dan tidak bisa dikonsumsi lagi. Diduga ini disebabkan aktivitas tambang emas ilegal dengan alat lanting sedut yang beroperasi di sekitar kami," ungkap salah satu warga Desa Sungai Mangkutup.

 

Warga memohon agar Pemerintah Kabupaten Kapuas, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas ESDM, serta aparat penegak hukum segera turun ke lokasi, meninjau langsung kondisi tersebut, dan mengambil tindakan tegas. Warga juga meminta solusi agar air bersih dapat kembali jernih dan aman digunakan.

 

Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang terkait keluhan warga tersebut."Ucapnya

Su
Penulis Subianto
Ti
Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN