Cuaca
Memuat cuaca...
Bisnis

Empat Pelabuhan Pelindo Raih Green and Smart Port ASRI 2026: Menjaga Nadi Logistik, Merawat Bumi untuk Generasi Mendatang

Empat Pelabuhan Pelindo Raih Green and Smart Port ASRI 2026: Menjaga Nadi Logistik, Merawat Bumi untuk Generasi Mendatang

GRESIK, 16 Juli 2026 — Media Indonesia Times | Di balik kokohnya dermaga, lalu lintas kapal yang tak pernah berhenti, dan denyut logistik yang menghubungkan ribuan pulau, pelabuhan sesungguhnya memegang peran yang jauh lebih besar daripada sekadar pintu keluar-masuk barang. Pelabuhan adalah simpul kehidupan ekonomi, ruang bertemunya inovasi, sekaligus garda terdepan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kelestarian lingkungan.

 

Komitmen itulah yang kembali dibuktikan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui keberhasilan empat pelabuhan di bawah pengelolaannya meraih penghargaan bergengsi Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi Pelindo dalam menghadirkan tata kelola pelabuhan yang modern, efisien, berbasis teknologi digital, sekaligus berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

 

Empat pelabuhan yang menerima penghargaan tersebut adalah PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan Cilacap, PT Pelindo Terminal Petikemas TPK Banjarmasin, PT Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung, serta PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk.

 

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, dalam rangkaian kegiatan GSPI ASRI 2026 yang berlangsung di Gresik, Jawa Timur.

 

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa transformasi menuju Green and Smart Port merupakan bagian dari arah pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia. Pelabuhan tidak lagi dipandang hanya sebagai infrastruktur transportasi laut, melainkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang harus mampu menjawab tantangan efisiensi, digitalisasi, dan keberlanjutan lingkungan secara bersamaan.

 

"Transformasi pelabuhan melalui Green and Smart Port merupakan arahan Bapak Presiden agar pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menjadi lebih efisien, lebih modern, sekaligus mampu menjaga kelestarian lingkungan. Pelabuhan yang maju harus mampu mendukung kelancaran logistik nasional sekaligus menerapkan prinsip keberlanjutan," ujar Zulkifli Hasan.

 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan ekonomi masa depan tidak lagi dapat dipisahkan dari tanggung jawab terhadap lingkungan. Pertumbuhan yang berkualitas adalah pertumbuhan yang mampu menciptakan nilai ekonomi tanpa mengorbankan ekosistem yang menjadi warisan bagi generasi berikutnya.

 

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh insan Pelindo dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), memperkuat digitalisasi layanan, serta menghadirkan inovasi operasional yang memberikan manfaat nyata bagi pengguna jasa maupun masyarakat.

 

"Kami mengapresiasi seluruh insan Pelindo yang telah bekerja keras menghadirkan pelabuhan yang semakin modern, efisien, dan berwawasan lingkungan. Penghargaan ini menunjukkan bahwa transformasi yang dijalankan Pelindo telah memberikan hasil nyata dalam mendukung peningkatan kualitas layanan dan daya saing logistik nasional," ungkap Achmad.

 

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah garis akhir dari perjalanan transformasi, melainkan motivasi untuk terus memperluas implementasi konsep Green and Smart Port di seluruh wilayah operasional Pelindo.

 

"Penghargaan ini bukan menjadi akhir dari proses transformasi. Pelindo akan terus meningkatkan efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi, keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, serta upaya pengurangan emisi untuk mewujudkan ekosistem kepelabuhanan yang semakin berkelanjutan," tambahnya.

 

Program Green and Smart Port sendiri mendorong pengelolaan pelabuhan yang mengedepankan efisiensi energi, digitalisasi proses bisnis, peningkatan keselamatan kerja, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, serta pengurangan emisi karbon. Langkah-langkah tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan, tetapi juga memperkuat daya saing logistik Indonesia di tengah dinamika perdagangan global yang semakin kompetitif.

 

Lebih dari sekadar penghargaan, capaian ini mencerminkan perubahan paradigma bahwa pelabuhan masa depan bukan hanya diukur dari kecepatan bongkar muat atau besarnya kapasitas terminal, melainkan juga dari kemampuannya menghadirkan pelayanan yang cerdas, efisien, aman, dan ramah lingkungan.

 

Di tengah tuntutan dunia terhadap pembangunan yang berkelanjutan, Pelindo menunjukkan bahwa modernisasi infrastruktur dapat berjalan seiring dengan komitmen menjaga bumi. Transformasi digital dan kepedulian terhadap lingkungan bukan lagi dua pilihan yang saling bertentangan, melainkan dua fondasi yang harus berjalan berdampingan untuk menciptakan sistem logistik nasional yang tangguh.

 

Keberhasilan empat pelabuhan ini menjadi inspirasi bahwa kemajuan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari keberanian untuk berinovasi, menjaga lingkungan, dan menghadirkan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat luas.

 

Karena pada akhirnya, pelabuhan bukan sekadar tempat kapal bersandar. Ia adalah gerbang harapan, penggerak roda ekonomi, dan simbol bahwa Indonesia mampu melangkah menuju masa depan dengan teknologi yang semakin maju, pelayanan yang semakin berkualitas, serta komitmen yang semakin kuat untuk menjaga langit tetap biru dan bumi tetap lestari. (Bagas)

Ba
Penulis Bagas

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN