Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Pelindo Siapkan Gerbang Baru Jawa–Bali: Celukan Bawang–Jangkar, Ikhtiar Strategis Membangun Konektivitas Nasional yang Lebih Merata

Pelindo Siapkan Gerbang Baru Jawa–Bali: Celukan Bawang–Jangkar, Ikhtiar Strategis Membangun Konektivitas Nasional yang Lebih Merata

SURABAYA, Juli 2026 — Media Indonesia Times | Di negara kepulauan seperti Indonesia, pelabuhan bukan sekadar titik singgah kapal atau simpul bongkar muat barang. Pelabuhan adalah urat nadi perekonomian nasional, penghubung antarwilayah, sekaligus penentu kelancaran mobilitas jutaan masyarakat. Ketika arus transportasi tersendat, bukan hanya perjalanan yang terhambat, tetapi juga roda perdagangan, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi yang ikut melambat.

 

Berangkat dari kebutuhan tersebut, pemerintah bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mulai menyiapkan langkah strategis melalui pengembangan lintasan penyeberangan Pelabuhan Celukan Bawang, Bali–Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, sebagai jalur alternatif yang diharapkan mampu mengurangi beban kepadatan pada lintasan utama Ketapang–Gilimanuk, terutama saat musim libur panjang, arus mudik, maupun puncak mobilitas masyarakat.

 

Gagasan strategis itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

 

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dari tahun ke tahun, pengembangan jalur alternatif dipandang sebagai kebutuhan yang tidak lagi dapat ditunda. Selama ini, lintasan Ketapang–Gilimanuk menjadi tulang punggung penyeberangan Jawa–Bali. Namun tingginya volume kendaraan pada periode tertentu kerap memicu antrean panjang yang berdampak terhadap efisiensi logistik, kenyamanan pengguna jasa, hingga produktivitas ekonomi kawasan.

 

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pemerintah tengah membangun sistem penyeberangan yang lebih adaptif, tangguh, dan mampu menjawab tantangan pertumbuhan mobilitas nasional.

 

"Pengembangan lintasan penyeberangan Celukan Bawang–Jangkar merupakan salah satu upaya untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tidak seluruhnya terpusat di Ketapang–Gilimanuk. Dengan adanya alternatif lintasan ini, kami berharap pelayanan kepada masyarakat semakin baik sekaligus dapat mengurangi kepadatan, terutama pada periode libur panjang," ujar Dudy.

 

Menurutnya, keberhasilan pengembangan lintasan tersebut sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator pelabuhan, hingga operator penyeberangan. Infrastruktur yang memadai harus berjalan beriringan dengan kesiapan operasional dan standar keselamatan yang tinggi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

 

Sebagai operator pelabuhan nasional, Pelindo menyatakan komitmennya untuk menjadi bagian penting dalam mewujudkan kebijakan tersebut. Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menegaskan bahwa perusahaan siap mendukung penuh optimalisasi Pelabuhan Celukan Bawang sebagai gerbang alternatif yang akan memperkuat konektivitas Jawa dan Bali.

 

"Pelindo siap mendukung kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai alternatif penyeberangan menuju Pelabuhan Jangkar. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pilihan layanan bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi beban lalu lintas pada lintasan Ketapang–Gilimanuk," kata Achmad.

 

Lebih dari sekadar membuka jalur baru, pengembangan lintasan Celukan Bawang–Jangkar dipandang memiliki nilai strategis dalam membangun keseimbangan pertumbuhan kawasan. Selama ini, aktivitas ekonomi Bali cenderung bertumpu pada wilayah selatan. Dengan semakin terbukanya akses menuju Bali bagian utara, peluang investasi, perdagangan, pariwisata, serta pengembangan pusat-pusat ekonomi baru diyakini akan semakin berkembang.

 

Di sisi lain, Kabupaten Situbondo dan kawasan Pantai Utara Jawa Timur juga berpotensi memperoleh manfaat ekonomi melalui meningkatnya arus barang, jasa, dan mobilitas manusia. Dengan demikian, proyek ini bukan semata menghadirkan jalur penyeberangan alternatif, melainkan juga membuka ruang pemerataan pembangunan antardaerah.

 

Achmad menambahkan bahwa Pelindo akan terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Bali, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, fasilitas operasional, dan pelayanan pelabuhan.

 

"Pelindo akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Bali, serta para pemangku kepentingan terkait untuk mengidentifikasi dan memastikan kebutuhan kesiapan infrastruktur maupun operasional pelabuhan," ujarnya.

 

Di tengah agenda besar pembangunan maritim nasional, pengembangan lintasan Celukan Bawang –Jangkar juga mencerminkan perubahan cara pandang pemerintah dalam membangun sistem transportasi. Infrastruktur tidak lagi hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi diarahkan menjadi instrumen untuk meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi disparitas wilayah, dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih berkualitas.

 

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah pelabuhan tidak semata diukur dari panjang dermaga atau banyaknya kapal yang bersandar. Nilai strategisnya justru terletak pada kemampuannya menghadirkan konektivitas yang lebih adil, mempercepat distribusi logistik, membuka peluang ekonomi baru, serta mempermudah kehidupan masyarakat.

 

Pengembangan lintasan Celukan Bawang–Jangkar menjadi lebih dari sekadar proyek transportasi. Ia adalah ikhtiar membangun Indonesia yang semakin terhubung, memperkuat daya saing nasional, dan menghadirkan jaringan logistik yang lebih tangguh di tengah tantangan ekonomi global. Sebuah langkah yang menegaskan bahwa pembangunan pelabuhan pada akhirnya bukan hanya tentang membangun dermaga, melainkan membangun masa depan, memperpendek jarak antarpulau, dan memperkuat persatuan melalui konektivitas yang semakin inklusif. (Bagas)

Ba
Penulis Bagas
Ti
Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN