Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

CdM Wamen Todotua Pasaribu Tinjau Pelatnas Anggar Jatim, Dorong Ekosistem Investasi Untuk Kemajuan Olahraga Nasional

CdM Wamen Todotua Pasaribu Tinjau Pelatnas Anggar Jatim, Dorong Ekosistem Investasi Untuk Kemajuan Olahraga Nasional

SURABAYA – Media Indonesia Times | Komitmen pemerintah dalam memperkuat prestasi olahraga nasional tidak hanya diwujudkan melalui pembinaan atlet, tetapi juga melalui penguatan tata kelola dan dukungan ekosistem yang berkelanjutan. Hal tersebut tercermin dalam kunjungan Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yang juga Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia, Todotua Pasaribu, ke pemusatan latihan nasional (Pelatnas) atlet anggar Jawa Timur di Lapangan Jatim Seger, Dispora Jawa Timur, Jalan Kertajaya Indah, Surabaya, Kamis (30/7/2026).

 

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemantauan kesiapan atlet nasional yang akan membawa nama Indonesia pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Dalam kesempatan itu, Todotua didampingi Kepala Bidang Olahraga Prestasi Dispora Jawa Timur Hadi Wawan, Sekretaris Jenderal PB IKASI Firtian Judiswandarta, Penjabat Ketua IKASI Jawa Timur Atres HSP, serta pelatih anggar Jawa Timur Suparlan.

 

Di hadapan para atlet dan pelatih, Todotua menegaskan bahwa kehadirannya bukan dalam kapasitas sebagai Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, melainkan sebagai Chief de Mission yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh aspek nonteknis kontingen Indonesia selama mengikuti pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

 

"Pada kesempatan ini saya datang bukan sebagai Wakil Menteri Investasi, tetapi sebagai Chief de Mission Asian Games 2026. Tugas kami adalah memastikan seluruh atlet dan ofisial Indonesia dapat menjalankan persiapan dan pertandingan dengan sebaik-baiknya," ujar Todotua.

 

Ia menegaskan bahwa salah satu tanggung jawab utama CdM adalah memastikan seluruh kebutuhan nonteknis atlet terpenuhi sehingga para atlet dapat mencurahkan seluruh energi dan konsentrasinya untuk meraih prestasi.

 

"Tugas atlet adalah fokus mempersiapkan fisik, teknik, dan mental. Sementara persoalan nonteknis menjadi tanggung jawab kami. Kami ingin para atlet datang ke arena pertandingan tanpa beban selain memberikan penampilan terbaik untuk Merah Putih," katanya.

 

Namun, kunjungan tersebut tidak hanya berbicara mengenai kesiapan menuju Asian Games. Todotua juga menyampaikan pandangan strategis mengenai pentingnya membangun ekosistem olahraga nasional yang berkelanjutan melalui keterlibatan dunia usaha dan sektor investasi.

 

Menurutnya, olahraga modern telah berkembang menjadi sebuah industri yang memerlukan dukungan pembiayaan jangka panjang. Oleh karena itu, pemerintah mulai memikirkan berbagai instrumen kebijakan yang dapat mendorong partisipasi sektor swasta dalam pembangunan olahraga nasional.

 

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini telah memiliki berbagai skema insentif fiskal bagi perusahaan yang berkontribusi pada bidang pendidikan, vokasi, dan penelitian. Ke depan, konsep serupa dinilai dapat dikembangkan untuk mendukung pembinaan olahraga.

 

"Saya melihat olahraga juga membutuhkan dukungan investasi yang berkelanjutan. Ke depan, apabila investor memiliki kontribusi nyata terhadap pembinaan olahraga nasional, tentu bisa dipikirkan adanya skema insentif atau kebijakan yang mendorong partisipasi mereka," ujarnya.

 

Gagasan tersebut dinilai menjadi perspektif baru dalam pembangunan olahraga Indonesia. Selama ini pembinaan atlet masih sangat bergantung pada pembiayaan pemerintah, sementara di berbagai negara maju, sektor swasta menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung prestasi olahraga melalui investasi fasilitas, teknologi, riset, hingga pengembangan sumber daya manusia.

 

Todotua menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif melalui penyederhanaan perizinan dan pemberian berbagai fasilitas kepada investor. Dalam jangka panjang, ia berharap sektor olahraga juga menjadi bagian dari ekosistem investasi nasional.

 

Di bidang prestasi, Todotua berharap cabang olahraga anggar mampu memberikan kontribusi positif bagi Indonesia pada Asian Games mendatang.

 

"Harapan kami tentu anggar bisa memberikan prestasi terbaik dan menyumbangkan medali bagi Indonesia. Kami akan memastikan dukungan nonteknis berjalan maksimal agar atlet dapat bertanding dengan penuh percaya diri," katanya.

 

Sementara itu, Penjabat Ketua IKASI Jawa Timur, Atres HSP, menjelaskan bahwa kunjungan CdM merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesiapan atlet anggar yang akan memperkuat kontingen Indonesia.

 

Menurut Atres, dari tujuh atlet anggar nasional yang lolos ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026, tiga atlet berasal dari Jawa Timur, tiga atlet dari DKI Jakarta, dan satu atlet dari Sumatera Selatan. Ketiga atlet Jawa Timur akan tampil pada nomor Sabel Putri dan Épée Putri.

 

Meski mengakui persaingan di tingkat Asia masih didominasi negara-negara seperti Jepang, China, Korea Selatan, dan Hong Kong, Atres tetap optimistis atlet Indonesia mampu menunjukkan peningkatan performa.

 

"Target kami adalah meningkatkan daya saing atlet Indonesia di level Asia. Prestasi memang membutuhkan proses, tetapi semangat juang dan mental bertanding harus terus dibangun agar mereka mampu bersaing di level tertinggi," ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Atres juga menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat mengenai kebutuhan fasilitas olahraga anggar di Jawa Timur. Hingga saat ini, IKASI Jawa Timur belum memiliki arena pertandingan representatif yang dapat digunakan sebagai pusat pembinaan maupun penyelenggaraan kejuaraan.

 

Menurutnya, keberadaan fasilitas yang memadai akan menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak atlet-atlet berprestasi sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu lumbung atlet anggar nasional.

 

Kunjungan Chief de Mission Asian Games 2026 ke Pelatnas Anggar Jawa Timur akhirnya tidak hanya menjadi agenda pemantauan kesiapan atlet menuju Jepang. Lebih dari itu, kunjungan tersebut menghadirkan pesan strategis bahwa prestasi olahraga tidak cukup dibangun melalui latihan semata, tetapi juga memerlukan dukungan kebijakan, infrastruktur, tata kelola yang baik, serta sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi olahraga. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Indonesia diharapkan mampu membangun fondasi olahraga yang lebih kuat dan kompetitif di tingkat Asia maupun dunia. (Bagas)

Ba
Penulis Bagas
Ti
Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN