Cuaca
Memuat cuaca...
iklan 1
Berita

Viral Video Lama Penggeledahan Kantor Gubernur Jatim, MAKI Jatim Imbau Publik Tak Terprovokasi

Viral Video Lama Penggeledahan Kantor Gubernur Jatim, MAKI Jatim Imbau Publik Tak Terprovokasi

SURABAYA, 14 September 2026 — Media Indonesia Times | Sebuah video lama terkait penggeledahan kantor Gubernur Jawa Timur oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali viral di media sosial, khususnya melalui platform TikTok. Video tersebut beredar dengan narasi yang mengaitkannya dengan dugaan perkara korupsi dana hibah DPRD Jawa Timur, bahkan seolah-olah menggambarkan adanya penggeledahan baru yang dilakukan KPK pada September 2026.

 

Namun, informasi tersebut perlu disikapi secara bijak. Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru MAKI, menegaskan bahwa video yang saat ini beredar tersebut bukan merupakan dokumentasi peristiwa baru.

 

Menurut Heru, rekaman tersebut merupakan dokumentasi kegiatan penggeledahan KPK yang telah berlangsung pada Rabu, 20 Desember 2022. Dengan demikian, penggunaan kembali video lama tanpa konteks waktu yang jelas berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

 

Heru MAKI pun mengingatkan masyarakat Jawa Timur agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang beredar di media sosial, terlebih apabila informasi tersebut mengandung unsur provokasi, hasutan, maupun ujaran kebencian.

 

“Provinsi Jawa Timur saat ini sedang baik-baik saja, pun demikian dengan Ibunda Gubernur Jawa Timur serta Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur. Laju pembangunan Provinsi Jawa Timur juga berjalan secara terukur dan akuntabel untuk kepentingan masyarakat Jawa Timur,” ungkap Heru MAKI.

 

Ia menilai, derasnya arus informasi di media sosial membuat masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah dan memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

 

Menurutnya, sebuah video lama yang dikemas kembali dengan narasi seolah-olah merupakan peristiwa terkini dapat menciptakan persepsi publik yang berbeda dari fakta sebenarnya.

 

Karena itu, Heru meminta masyarakat Jawa Timur untuk senantiasa melakukan filterisasi informasi, terutama terhadap konten yang berpotensi mengandung provokasi, hasutan, maupun ujaran kebencian.

 

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban dari informasi yang tidak jelas sumber dan konteksnya. Setiap informasi harus dilihat secara utuh, termasuk kapan peristiwa tersebut terjadi dan apa konteks sebenarnya,” tegasnya.

 

Heru juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ruang publik digital agar tetap sehat, konstruktif, dan tidak menjadi arena penyebaran kebencian.

 

Baginya, semangat membangun Indonesia tidak semestinya ditempuh melalui pertentangan dan ujaran kebencian, melainkan melalui sikap kritis, kecerdasan dalam menyaring informasi, serta semangat persatuan.

 

“Negara Indonesia tidak dibangun dan diperoleh dari ujaran kebencian, tapi dari doa tulus yang menyertai semangat perjuangan para pejuang bangsa dengan tetap mengedepankan pola berpikir positif untuk meraih kemerdekaan yang sejati. Catat itu,” pungkas Heru MAKI.

 

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa viral belum tentu aktual, dan ramai dibicarakan bukan berarti seluruh narasinya benar. Di tengah derasnya arus informasi digital, ketelitian dalam memeriksa tanggal, sumber, konteks, dan keaslian sebuah informasi menjadi bagian penting dari tanggung jawab masyarakat dalam menjaga ruang publik yang sehat.

 

Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak mudah terseret narasi yang dapat memecah belah, melainkan tetap mengedepankan akal sehat, verifikasi informasi, serta semangat menjaga kondusivitas Jawa Timur. (Bagas)

Ba
Penulis Bagas
Ti
Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN