Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri melakukan kunjungan silaturahmi ke Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (13/7). Kehadiran Kapolri disambut hangat oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama para kepala staf angkatan di Aula Gatot Subroto Mabes TNI pukul 13.00 WIB.
Anda belum membaca semua isi berita ini
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran petinggi kedua institusi. Panglima TNI didampingi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana Muhammad Ali, KSAU Marsekal Mohammad Tonny Harjono, Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon, serta PJU Mabes TNI lainnya.
Kapolri menegaskan bahwa silaturahmi ini digelar untuk memperkuat soliditas institusi, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan TNI-Polri sebagai pilar utama kedaulatan bangsa.
"Kami menyambung apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden, bahwa TNI-Polri sebagai pilar utama penjaga kedaulatan bangsa. Kita memiliki kewajiban untuk terus terjaga agar TNI-Polri tetap solid," ujar Jenderal Pol. Listyo Sigit.
Menurutnya, kekompakan kedua lembaga ini menjadi kunci utama agar program-program kebijakan pemerintah dapat berjalan dengan baik di lapangan.
"Karena ini adalah kunci utama agar negara kita, sebagaimana apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden, terus bisa menjalankan program-program kebijakan dari Bapak Presiden. Dan itu semuanya bisa berjalan kalau TNI dan Polri solid," sambungnya.
Lebih lanjut, Jenderal Pol. Listyo Sigit mengingatkan adanya pihak-hari tertentu yang mencoba memecah belah keharmonisan antara TNI dan Polri. Melalui momentum ini, ia berharap segala bentuk upaya adu domba bisa diredam dengan komunikasi yang terbuka.
"Banyak yang memiliki kepentingan untuk memecah belah TNI dan Polri. Di kesempatan ini, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergitas dan soliditas," tegasnya.
Ia juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya antarpejabat utama jika ditemukan indikasi atau potensi gesekan di lapangan.
"Dan tentunya terkait dengan hal-hal yang mungkin harus dibicarakan, harus dikomunikasikan karena ada hal-hal yang mungkin berusaha untuk memecah belah TNI-Polri, silakan untuk bisa langsung berkomunikasi dengan seluruh pejabat utama yang ada. Kami terbuka untuk itu," pungkas Kapolri.
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.