Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

PELINDO TANJUNG WANGI BUKA BUFFER AREA, 408 TRUK DITAMPUNG UNTUK JINAKKAN KEMACETAN AKSES PELABUHAN

PELINDO TANJUNG WANGI BUKA BUFFER AREA, 408 TRUK DITAMPUNG UNTUK JINAKKAN KEMACETAN AKSES PELABUHAN

BANYUWANGI, 4 September 2026 — Media Indonesia Times | Kendaraan kembali mengular di ruas jalan utama menuju Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk, Banyuwangi. Arus kendaraan yang meningkat turut menekan pergerakan angkutan logistik dan kendaraan berat yang hendak menuju kawasan pelabuhan, termasuk Pelabuhan Tanjung Wangi.

 

Merespons kondisi tersebut, Pelindo Tanjung Wangi kembali membuka secara insidentil sejumlah kantong parkir dan buffer area yang dimiliki perusahaan. Fasilitas ini disiapkan sebagai ruang penyangga untuk menampung sementara kendaraan truk yang akan masuk ke kawasan pelabuhan, sehingga antrean tidak seluruhnya menguasai badan jalan.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengendalikan kepadatan lalu lintas sekaligus menjaga kelancaran mobilitas kendaraan di sekitar kawasan pelabuhan.

 

Kendaraan yang akan menuju Pelabuhan Tanjung Wangi, baik yang telah memiliki tiket maupun yang belum bertiket, dapat diarahkan untuk menunggu sementara di fasilitas yang telah disiapkan.

 

General Manager Pelindo Tanjung Wangi, Eko Budyasmoro, mengatakan pembukaan buffer area merupakan langkah insidentil perusahaan sekaligus tindak lanjut arahan Kementerian Perhubungan dalam membantu pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan menangani kepadatan lalu lintas.

 

“Kami membuka kembali kantong parkir dan buffer area yang kami miliki sebagai bagian dari upaya bersama untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan di akses menuju pelabuhan. Kendaraan yang akan menuju pelabuhan dapat diarahkan untuk menunggu sementara di area yang telah disiapkan sehingga tidak seluruhnya menumpuk di badan jalan,” ujar Eko.

 

Pelindo Tanjung Wangi saat ini memiliki dua fasilitas yang dapat difungsikan sebagai kantong parkir dan buffer area.

 

Fasilitas pertama adalah RTK dengan luas sekitar 7.000 meter persegi, yang memiliki kapasitas hingga 95 unit truk golongan V.

 

Sementara itu, fasilitas kedua berupa buffer area seluas 24.898 meter persegi dengan kapasitas mencapai 313 unit truk golongan V hingga VII.

 

Dengan demikian, kedua fasilitas tersebut secara keseluruhan mampu menyediakan ruang penyangga bagi sekitar 408 unit truk, bergantung pada kondisi dan pola penempatan kendaraan di lapangan.

 

“Pemanfaatan area ini sifatnya insidentil dan akan kami sesuaikan dengan kondisi kepadatan di lapangan. Harapannya, keberadaan buffer area ini dapat memberikan ruang bagi kendaraan untuk menunggu sehingga kepadatan di ruas jalan utama dapat diminimalkan,” kata Eko.

 

Tidak hanya mengandalkan penyediaan lahan penyangga, Pelindo Tanjung Wangi juga terus melakukan koordinasi dengan pihak pelayaran untuk mendorong percepatan waktu operasional kapal selama berada di kawasan pelabuhan.

 

Upaya tersebut dinilai penting karena kelancaran arus kendaraan tidak hanya ditentukan oleh kapasitas jalan dan ruang tunggu, tetapi juga oleh kecepatan pelayanan kapal dalam menerima dan memberangkatkan kendaraan.

 

Pelindo juga meminta agen pelayaran melakukan evaluasi terhadap sistem penjualan dan pendistribusian tiket kapal, termasuk memastikan ketepatan jadwal keberangkatan serta kesiapan armada dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa.

 

Pembukaan buffer area dan penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan diharapkan mampu menjadi langkah konkret untuk meredam penumpukan kendaraan, menjaga kelancaran akses menuju pelabuhan, sekaligus memastikan aktivitas logistik tetap berjalan di tengah meningkatnya kepadatan lalu lintas di kawasan Banyuwangi. (Bagas)

Ba
Penulis Bagas
Ti
Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN