TNI Turun Tangan Kawal Karhutla Banyuwangi, Kodim 0825 Pantau Titik Api di Lereng Ijen
Banyuwangi – Kodim 0825/Banyuwangi terus memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Banyuwangi hingga Jumat (4/9/2026) pukul 05.00 WIB. Berdasarkan pemantauan, Karhutla di area Cagar Alam Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, menunjukkan penurunan intensitas. Dari lima titik api yang sebelumnya terpantau, empat lokasi mulai padam, sementara satu titik di sekitar koordinat -8.06009, 114.25453 masih menyisakan api dengan intensitas kecil. Luas lahan yang masih terdapat titik api diperkirakan sekitar 2 hektare, dari total lahan yang terdampak sekitar 10-20 hektare. Tidak ada korban maupun kerugian personel dalam kejadian tersebut.
Selain di Licin, titik api juga masih terpantau di kawasan Pegunungan Ijen/Gunung Merapi, Kecamatan Kalipuro, masing-masing di sekitar Suko, Gombengsari dan Krajan, Ketapang. Titik tersebut telah termonitor sejak 2 September 2026 dan hingga kini masih memerlukan pemantauan karena akses menuju lokasi sangat sulit. Medan lereng pegunungan tidak dapat ditempuh kendaraan, sedangkan perjalanan berjalan kaki diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hari. Kondisi serupa terjadi di Cagar Alam Kawah Ijen, di mana titik api berada sekitar 1 kilometer dari puncak Kawah Ijen dengan medan bertebing dan kemiringan mencapai sekitar 85 persen, sehingga pemadaman secara langsung tidak memungkinkan dan keselamatan personel menjadi pertimbangan utama.
Di sisi lain, Karhutla di Gunung Srawet, Dusun Gunungsari, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, serta Petak 81 BKPH Banyuwangi Selatan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, telah berhasil dipadamkan. Penanganan Karhutla melibatkan 19 personel Kodim 0825/Banyuwangi dan Koramil jajaran bersama Polresta Banyuwangi, Perhutani/BKPH Banyuwangi Selatan, BPBD, BKSDA, staf kecamatan, perangkat desa dan relawan. Kodim 0825/Banyuwangi bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terpadu terhadap titik api yang masih aktif maupun lokasi yang telah padam, mengingat kondisi vegetasi kering dan medan ekstrem berpotensi menyebabkan api kembali menyala atau meluas. Kesiapsiagaan lintas instansi dan penentuan metode penanganan yang sesuai karakter medan menjadi langkah penting untuk mengendalikan Karhutla sekaligus menjaga keselamatan petugas.
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati