Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Distribusi LPG 3 Kg di Banyuwangi Kembali Normal, Stok di Sejumlah Pangkalan Bertambah

Distribusi LPG 3 Kg di Banyuwangi Kembali Normal, Stok di Sejumlah Pangkalan Bertambah
Pemilik Pangkalan Toko Anyar Putri di Jalan Raya Banyuwangi-Jember, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Vicky,

BANYUWANGI, Media Indonesia Times — Distribusi LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi di sejumlah wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai kembali normal setelah sempat terganggu dalam sepekan terakhir.

Pantauan Media Indonesia Times, Jumat (4/9/2026), menunjukkan stok LPG 3 kg di sejumlah pangkalan mulai tersedia. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya merata karena masih ada pedagang yang mengaku kesulitan memperoleh LPG bersubsidi.

Pemilik Pangkalan Toko Anyar Putri di Jalan Raya Banyuwangi-Jember, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Vicky, mengatakan pasokan LPG di pangkalannya kini telah kembali normal.

"Sepekan ini memang sempat terganggu stok di pangkalan saya. Namun, saat ini sudah kembali normal," kata Vicky.

Menurut Vicky, jumlah pasokan yang diterimanya dari agen bahkan bertambah dibandingkan sebelumnya. Saat ini, pangkalannya mendapat pengiriman hingga sekitar 90 tabung.

Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan LPG 3 kg, sepanjang pembelian dilakukan sesuai kebutuhan dan ketentuan.

Vicky juga memastikan LPG 3 kg di pangkalannya dijual dengan harga Rp 18.000 per tabung. Harga tersebut, kata dia, tetap diberlakukan meskipun pasokan sempat mengalami kendala.

"Kami tidak pernah menjual di atas HET. Saat stok normal maupun ketika sempat terkendala, harganya tetap Rp 18.000 per tabung," ujarnya.

Stok di Benculuk Kembali Tersedia

Kondisi serupa ditemukan di wilayah Pasar Benculuk, Kecamatan Cluring.

Pangkalan milik Hendra Christian dilaporkan memiliki stok LPG 3 kg yang mencukupi. Hendra mengatakan pasokan di pangkalannya telah kembali normal.

Meski demikian, kondisi berbeda masih ditemukan di Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi Selatan.

Salah seorang pedagang cilok, P Win, mengaku masih kesulitan mendapatkan LPG 3 kg dalam tiga hari terakhir.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun pasokan di sejumlah pangkalan mulai normal, distribusi LPG bersubsidi belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah Banyuwangi.

AMBB Batalkan Rencana Aksi Lanjutan

Sementara itu, Juru Bicara Aliansi Masyarakat Banyuwangi Bersatu (AMBB), Abdul Roqib, mengimbau masyarakat agar tidak kembali resah terkait distribusi LPG 3 kg.

Sebelumnya, AMBB menyatakan akan kembali melakukan aksi setelah portal beton di akses masuk SPBE Bulusan, Kecamatan Kalipuro, dibuka.

Namun, rencana aksi tersebut kini tidak akan dilanjutkan.

Roqib mengatakan AMBB akan menempuh jalur dialog melalui agenda hearing dengan pihak terkait di DPRD Kabupaten Banyuwangi.

"AMBB tidak akan berdemo kembali karena akan difasilitasi pihak terkait untuk diberi kesempatan hearing di Kantor DPRD Kabupaten Banyuwangi," kata Roqib.

Meski demikian, jadwal hearing tersebut belum ditentukan.

Roqib berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dampak aksi AMBB terhadap distribusi LPG 3 kg.

Di sisi lain, pemerintah dan pihak terkait diharapkan tetap melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi, termasuk memastikan ketersediaan stok dan harga di tingkat konsumen sesuai ketentuan.

Dari Banyuwangi, Miftahul Mubin Al Ashrof, Media Indonesia Times.

Ti
Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN