Jumat Berkah di Tanjung Wangi: SPPI Hadirkan Kepedulian untuk Para Pejuang Logistik
BANYUWANGI — Media Indonesia Times | Di tengah hiruk-pikuk aktivitas Pelabuhan Tanjung Wangi, Jumat pagi menghadirkan suasana yang sedikit berbeda. Bukan sekadar lalu lalang kendaraan dan kesibukan bongkar muat, tetapi juga hadir sebuah kepedulian sederhana yang dibagikan kepada mereka yang setiap hari menjadi bagian penting dari denyut distribusi logistik antardaerah.
Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia (SPPI) Tanjung Wangi menggelar kegiatan sosial bertajuk “Jumat Berkah”, Jumat (18/9/2026). Sejumlah makanan dibagikan kepada para pengemudi truk logistik yang tengah menunggu proses penyeberangan menuju Lombok.




Di kawasan pelabuhan, para pengemudi truk tersebut menghabiskan waktu menanti giliran keberangkatan. Bagi sebagian orang, penantian mungkin terlihat sebagai jeda. Namun bagi para pengemudi kendaraan logistik, perjalanan panjang dan waktu tunggu merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus dijalani demi memastikan barang terus bergerak dari satu daerah ke daerah lainnya.
Di tengah rutinitas itulah SPPI Tanjung Wangi memilih untuk hadir. Tidak dengan sesuatu yang besar, tetapi melalui sebuah langkah sederhana: berbagi makanan dan menghadirkan perhatian.




Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian dan solidaritas antarsesama pekerja di lingkungan Pelabuhan Tanjung Wangi. Lebih dari sekadar membagikan makanan, Jumat Berkah menjadi cara SPPI untuk menyampaikan pesan bahwa setiap profesi memiliki peran dalam menjaga roda logistik tetap berjalan.
Ketua SPPI Tanjung Wangi, Nanang, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari inisiatif para pegawai Pelindo yang tergabung dalam SPPI Tanjung Wangi. Ia berharap Jumat Berkah dapat menjadi kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan setiap hari Jumat.




“Kegiatan Jumat Berkah ini mudah-mudahan dapat kami laksanakan setiap hari Jumat. Ini merupakan inisiatif kami, para pegawai Pelindo yang merupakan anggota SPPI Tanjung Wangi. Kami ingin berbagi dengan para pengemudi truk logistik, karena tugas dan pekerjaan mereka merupakan bagian penting dalam kelancaran distribusi barang,” ujar Nanang.
Menurutnya, para pekerja di lingkungan pelabuhan dan pengemudi truk logistik memiliki peran yang berbeda, tetapi berada dalam satu rangkaian pekerjaan yang sama. Keduanya saling berkaitan dalam memastikan arus barang berjalan dengan baik.




“Kami dan para pengemudi truk logistik sama-sama merupakan pekerja dengan perannya masing-masing. Namun, kami memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga kelancaran distribusi logistik, sekaligus menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan di lingkungan pelabuhan tempat kita bekerja,” tambahnya.
Pesan tersebut menjadi inti dari kegiatan Jumat Berkah. Sebab, di balik setiap perjalanan kendaraan logistik, terdapat manusia-manusia yang bekerja dalam senyap, menempuh jarak panjang, melewati waktu dan kondisi perjalanan yang tidak selalu mudah, demi memastikan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah tetap terpenuhi.




Karena itu, perhatian sekecil apa pun memiliki makna tersendiri. Seporsi makanan yang dibagikan mungkin sederhana, tetapi menjadi bentuk penghargaan kepada para pengemudi yang terus bekerja menjaga rantai distribusi tetap bergerak.
Kegiatan berlangsung tertib dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Para pengemudi truk menyambut positif kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan SPPI Tanjung Wangi.




Jumat Berkah pun menjadi lebih dari sekadar agenda sosial. Ia menjadi pengingat bahwa kehidupan di pelabuhan tidak hanya dibangun oleh aktivitas ekonomi dan arus barang, tetapi juga oleh kepedulian antarmanusia.
Di antara kendaraan yang menunggu keberangkatan, perjalanan yang panjang, dan aktivitas pelabuhan yang tak pernah benar-benar berhenti, sebuah kebaikan sederhana menemukan tempatnya.
Sebab terkadang, keberkahan tidak hadir melalui sesuatu yang besar. Ia tumbuh dari kemauan untuk melihat sesama, berbagi dengan tulus, dan menghargai setiap orang yang turut menjaga roda kehidupan tetap berjalan. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati