Air PDAM Penujak Kembali Jernih, Perumdam Pastikan Kekeruhan di Bawah Standar Baku Mutu
Lombok Tengah – Perumdam Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah memastikan kualitas air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan di wilayah Desa Penujak telah kembali normal setelah sempat mengalami kekeruhan dalam beberapa hari terakhir. Hasil pengukuran terbaru menunjukkan tingkat kekeruhan air berada pada angka 2,52 Nephelometric Turbidity Unit (NTU), masih di bawah ambang batas maksimum 5 NTU sesuai standar baku mutu kualitas air.
Kepala Bidang Produksi Perumdam Tirta Ardhia Rinjani, Aan Alfian, ST, mengatakan penanganan dilakukan segera setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat. Atas arahan Direktur Utama, tim teknis langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyesuaian proses pengolahan di Water Treatment Plant (WTP) Penujak serta memperketat pemantauan kualitas air hingga distribusi kembali normal.




"Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan penyesuaian proses pengolahan di WTP Penujak dan memperkuat monitoring kualitas air. Berdasarkan hasil pengukuran terbaru menggunakan Turbidity Meter, tingkat kekeruhan air tercatat 2,52 NTU. Nilai tersebut masih berada di bawah batas maksimum 5 NTU sehingga memenuhi standar kualitas air," ujar Aan, Rabu (29/7/2026).
Menurut Aan, gangguan kualitas air yang sempat terjadi dipengaruhi kondisi air baku dari Bendungan Batujai yang mengalami peningkatan tingkat kekeruhan dan perubahan warna. Selain itu, pembukaan saluran irigasi menyebabkan pasokan air baku tidak dapat masuk melalui unit pengolahan aerator sebagaimana kondisi normal, sehingga beban pengolahan di WTP Penujak meningkat.




Meski demikian, ia menegaskan hasil produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Penujak secara keseluruhan tetap memenuhi standar air bersih dengan tingkat kekeruhan di bawah 3 NTU. Kualitas tersebut juga didukung oleh hasil pemeriksaan rutin yang dilakukan setiap bulan oleh Dinas Kesehatan.
Aan menjelaskan, keluhan kekeruhan hanya dialami sebagian pelanggan, terutama yang berada di titik pelayanan paling rendah atau di ujung jaringan distribusi WTP Penujak.




Sebagai langkah antisipasi, Perumdam Tirta Ardhia Rinjani akan meningkatkan kegiatan flushing jaringan pipa dan pengurasan endapan (sedimentasi) secara berkala guna menjaga kualitas air hingga ke pelanggan. Proses tersebut kemungkinan berdampak pada penyesuaian jadwal distribusi di beberapa wilayah.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan pelanggan. Ke depan, kegiatan flushing dan pengurasan sedimentasi akan lebih rutin dilakukan agar kualitas air yang diterima masyarakat tetap terjaga," kata Aan.




Perbaikan kualitas air juga dirasakan langsung oleh pelanggan di wilayah terdampak. Yuliani, warga Dusun Toro, Desa Penujak, mengaku air yang mengalir ke rumahnya kini telah kembali jernih setelah sebelumnya sempat berubah warna.
"Sekarang airnya sudah jernih. Kemarin sempat berwarna hijau, tetapi alhamdulillah sekarang sudah normal kembali," ujar Yuliani.




Perumdam Tirta Ardhia Rinjani mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila masih menemukan gangguan kualitas maupun distribusi air. Laporan tersebut akan menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan penanganan secara cepat sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan serta memastikan seluruh pelanggan memperoleh air bersih yang memenuhi standar kesehatan.
Pewarta: (Ruslan)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Medicaid Expansion Improves Hypertension and Diabetes Control
Kombes Pol Rama Samtama Putra Pamit, Aktivis dan Masyarakat Banyuwangi Merasa Kehilangan