Cuaca
Memuat cuaca...
iklan 1
Berita

Warga Patungan Beli Ambulans Gratis 24 Jam, Pemkab Bondowoso Didorong Jangan Lepas Tangan

Warga Patungan Beli Ambulans Gratis 24 Jam, Pemkab Bondowoso Didorong Jangan Lepas Tangan
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.

BONDOWOSO – Ketika kebutuhan layanan kesehatan masyarakat tak bisa menunggu, Madas Sedarah Bondowoso memilih bergerak dengan kekuatan sendiri.

 

Organisasi tersebut meluncurkan ambulans yang disiapkan untuk membantu masyarakat Bondowoso secara gratis selama 24 jam. Menariknya, armada itu bukan hasil bantuan pemerintah maupun pihak ketiga, melainkan dibeli dari hasil iuran para anggota.

 

Ketua DPC Madas Sedarah Bondowoso, M. S. Fauzi, mengatakan setiap anggota secara rutin menyisihkan iuran sekitar Rp100 ribu. Dana tersebut dikumpulkan hingga mampu digunakan untuk membeli ambulans.

 

“Ini untuk kepentingan masyarakat. Gratis 24 jam, dari sopir juga gratis untuk masyarakat Bondowoso,” kata Fauzi.

 

Skema tersebut menjadi gambaran bahwa masyarakat ternyata mampu membangun layanan sosial secara mandiri ketika kebutuhan di lapangan mendesak.

 

Bahkan, Madas Sedarah tidak ingin berhenti pada satu ambulans. Fauzi menyebut organisasi berencana menambah armada dalam satu hingga dua bulan ke depan.

 

“Insyaallah kita akan tambah lagi ambulans. Mungkin bulan depan atau bulan berikutnya,” ujarnya.

 

Di titik inilah keberadaan ambulans tersebut menjadi lebih dari sekadar agenda launching organisasi.

 

Ketika masyarakat harus patungan dan menyisihkan uang pribadi untuk menghadirkan ambulans gratis, pertanyaan tentang sejauh mana negara hadir dalam memastikan layanan dasar kesehatan menjadi relevan untuk diajukan kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

 

Fauzi menegaskan, pengadaan ambulans tersebut sepenuhnya berasal dari kekuatan internal organisasi. Tidak ada bantuan dari pihak lain.

 

“Anggaran dari kita semua, seluruh anggota sendiri. Tidak ada bantuan dari orang lain. Kita anggota mengadakan iuran tiap bulan sekitar Rp100 ribu, kita kumpulkan buat beli ambulans,” tegasnya.

 

Kondisi ini sekaligus menjadi tamparan halus bagi pemerintah daerah. Sebab, layanan transportasi bagi warga yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan bukan sekadar persoalan kendaraan, tetapi bagian dari akses pelayanan publik.

 

Jika organisasi masyarakat mampu mengumpulkan iuran secara rutin untuk menyediakan ambulans gratis, maka publik tentu berhak bertanya: seberapa jauh Pemkab Bondowoso memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan transportasi ketika membutuhkan pertolongan medis?

 

Apalagi layanan yang dijanjikan Madas Sedarah tidak berhenti pada armada. Organisasi juga menyatakan kesiapan menyediakan sopir tanpa pungutan bagi masyarakat.

 

Tantangan berikutnya adalah memastikan layanan tersebut benar-benar berjalan 24 jam, mudah diakses, memiliki mekanisme pengaduan yang jelas, serta mampu bertahan secara operasional.

 

Madas Sedarah sendiri berharap organisasi semakin kompak dan mampu memperbesar manfaatnya bagi masyarakat.

 

“Jadi kita mengokohkan dan mementingkan kebutuhan masyarakat,” pungkas Fauzi.

 

Kini bola berada di tangan pemerintah daerah. Gerakan masyarakat semacam ini seharusnya tidak hanya dipuji saat seremoni, tetapi menjadi cermin bagi Pemkab Bondowoso untuk mengevaluasi apakah layanan dasar yang menjadi tanggung jawab pemerintah sudah benar-benar dirasakan seluruh masyarakat.

Ti
Editor Tim Redaksi

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN