PETI Dengilo Dikeluhkan Warga, Luapan Air Ancam Rumah dan Sekolah TK di Desa Popaya
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
POHUWATO – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Dengilo, Kabupaten Pohuwato, kembali menuai keluhan dari warga. Aktivitas yang disebut mulai berlangsung sejak pekan ketiga April 2026 itu diduga berdampak pada perubahan aliran sungai hingga menyebabkan luapan air ke permukiman warga dan fasilitas umum.
Sejumlah warga Dusun Ternate, Desa Popaya, Kecamatan Dengilo, mengaku resah dengan kondisi tersebut. Mereka menilai aktivitas yang berdalih melakukan normalisasi sungai justru mengubah jalur air di bagian hulu, sehingga memicu peningkatan debit air ke kawasan permukiman.




“Awalnya mereka bilang normalisasi, tapi di atas itu jalan air sudah diubah. Akibatnya air meluap ke rumah warga dan fasilitas pemerintah,” ungkap salah seorang warga Dengilo yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, kepada awak media.
Menurutnya, luapan air mulai terjadi pada Kamis, 30 April 2026, sekitar pukul 06.00 WITA. Debit air yang tinggi mengakibatkan sejumlah rumah warga terdampak, bahkan mengancam bangunan sekolah TK yang berada di Dusun Ternate.




Warga menyebut pondasi sekolah tersebut kini dalam kondisi mengkhawatirkan akibat tergerus derasnya aliran air. Jika tidak segera ditangani, bangunan sekolah dikhawatirkan bisa mengalami kerusakan lebih parah.
“Pondasi sekolah sudah hampir jatuh akibat luapan air. Kami khawatir rumah-rumah warga dan sekolah bisa roboh kalau kondisi ini terus dibiarkan,” keluh warga tersebut.




Masyarakat pun berharap aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan untuk menertibkan aktivitas PETI di wilayah Dengilo. Warga menilai, selama aktivitas tersebut masih berlangsung, keselamatan warga Dusun Ternate akan terus berada dalam ancaman.
“Kami minta aktivitas PETI ini ditertibkan dulu. Kalau terus beroperasi, kami warga yang tinggal di sekitar sini yang akan menanggung dampaknya,” tegasnya.




Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait guna meminta klarifikasi dan keterangan resmi terkait aktivitas PETI di wilayah Dengilo tersebut.
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati