Menjaga Ritme di Bawah Terik, Budiono Mantan Atlet Golf Indonesia Era 1980 Mengajak Pegolf Mendengar Bahasa Tubuh
SURABAYA – Media Indonesia Times | Terik matahari dan suhu udara tinggi pada musim kemarau menjadi tantangan tersendiri bagi para penggemar olahraga golf. Berada di lapangan terbuka selama berjam-jam, berjalan dari satu hole ke hole berikutnya, sekaligus mempertahankan konsentrasi untuk menghasilkan pukulan terbaik, membuat seorang pegolf membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknik.
Kesiapan fisik dan kemampuan mengenali batas tubuh menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.




Lapangan golf yang didominasi ruang terbuka memang menawarkan suasana permainan yang khas. Namun, kondisi tersebut juga membuat pegolf berhadapan langsung dengan paparan panas dan sinar matahari dalam durasi panjang.
Jika tidak diantisipasi, kondisi panas dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan, stamina menurun, konsentrasi terganggu, dan pada kondisi tertentu dapat memicu gangguan kesehatan akibat paparan panas.




Mantan atlet golf Indonesia, Budiono, mengingatkan para pegolf agar tidak menjadikan pencapaian skor sebagai satu-satunya ukuran ketika bermain di tengah cuaca panas.
Pesan tersebut disampaikan Budiono setelah dirinya mengikuti turnamen Senior TopGolf Legends Pro Cup by Majesty di Kedaton Cikupa Tangerang Banten pada 2 September 2026. Dalam turnamen tersebut, Budiono berhasil menempati peringkat ketiga dengan catatan even par 72.




Menurutnya, pengalaman panjang di dunia golf mengajarkan bahwa permainan yang baik tidak hanya ditentukan oleh kualitas pukulan, tetapi juga kemampuan pemain menjaga kondisi tubuh sepanjang permainan.
“Kalau cuaca panas, kita harus lebih memperhatikan kondisi tubuh. Jangan hanya fokus pada permainan dan skor, tetapi kesehatan juga harus menjadi prioritas,” ujar Budiono.




*Jangan Menunggu Haus untuk Minum*
Salah satu hal paling sederhana sekaligus penting adalah menjaga kecukupan cairan.




Permainan golf dapat berlangsung beberapa jam dalam 1 game. Selama berada di lapangan, tubuh terus melakukan aktivitas fisik dan dapat kehilangan cairan melalui keringat, terutama ketika temperatur udara tinggi.
Karena itu, kebiasaan menunggu sampai merasa haus baru kemudian minum sebaiknya dihindari.




Budiono mengingatkan agar pegolf membiasakan diri mengonsumsi cairan secara berkala sebelum maupun selama permainan.
“Jangan menunggu haus untuk minum. Saat cuaca panas, cairan tubuh lebih cepat berkurang karena keringat,” katanya.
Membawa botol minum atau memastikan akses terhadap cairan selama permainan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu pegolf menjaga kondisi tubuh.
Kebutuhan cairan setiap orang tentu dapat berbeda, bergantung pada kondisi cuaca, durasi aktivitas, tingkat keringat, serta kondisi fisik masing-masing. Namun prinsip dasarnya sama: jangan mengabaikan kebutuhan tubuh terhadap cairan.
Dalam permainan golf, kehilangan cairan bukan semata-mata persoalan rasa haus. Kondisi tubuh yang mulai mengalami kelelahan dapat berdampak pada koordinasi gerakan, konsentrasi, ketepatan membaca situasi lapangan, hingga kemampuan mengambil keputusan.
Dengan kata lain, menjaga hidrasi juga merupakan bagian dari menjaga kualitas permainan.
*Lindungi Tubuh dari Paparan Matahari*
Selain cairan, perlindungan terhadap paparan sinar matahari juga perlu menjadi bagian dari persiapan sebelum tee off.
Golf dimainkan di ruang terbuka sehingga paparan sinar matahari dapat berlangsung dalam waktu relatif panjang. Karena itu, perlengkapan yang tepat bukan sekadar pelengkap penampilan, melainkan bagian dari upaya menjaga kenyamanan dan keselamatan selama bermain.
Budiono menyarankan pegolf menggunakan topi atau pelindung kepala, payung, pakaian golf yang nyaman dan sesuai untuk aktivitas luar ruang, serta olesan sun block untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.
“Persiapannya harus lengkap. Topi, pakaian yang nyaman, perlindungan untuk kulit, dan yang paling penting jangan lupa minum,” tutur Budiono.
Pemilihan pakaian juga perlu diperhatikan. Pakaian yang terlalu tebal atau kurang mendukung pengelolaan keringat dapat membuat tubuh semakin tidak nyaman ketika temperatur meningkat.
Sebaliknya, pakaian olahraga yang ringan dan sesuai aktivitas dapat membantu pemain tetap nyaman sepanjang permainan.
Bagi pegolf yang rutin bermain, perlindungan terhadap matahari sebaiknya menjadi kebiasaan, bukan hanya dilakukan ketika cuaca terasa sangat panas.
*Kenali Sinyal Tubuh, Jangan Memaksakan Diri*
Golf memang identik dengan ketenangan, konsentrasi, strategi, dan konsistensi. Namun, ketika kondisi cuaca berubah menjadi sangat panas, kemampuan mengenali sinyal tubuh menjadi sama pentingnya dengan kemampuan membaca lapangan.
Rasa lemas, pusing, sakit kepala, mual, kram, kebingungan, atau tubuh terasa tidak seperti biasanya merupakan tanda yang patut diperhatikan.
Dalam kondisi tersebut, memaksakan diri untuk terus bermain demi menyelesaikan permainan bukan pilihan yang bijaksana.
Beristirahat di tempat teduh, mengonsumsi cairan, mendinginkan tubuh, dan memastikan kondisi kembali membaik merupakan langkah yang lebih aman. Apabila muncul tanda-tanda gangguan akibat panas yang berat atau kondisi tidak membaik, pertolongan medis perlu segera dicari.
Budiono menekankan bahwa pengalaman seorang pegolf seharusnya justru membuat pemain semakin mampu memahami batas kemampuan dirinya.
“Kalau tubuh sudah memberikan tanda-tanda tidak nyaman, jangan dipaksakan. Istirahat dulu, cari tempat yang teduh, minum, dan pastikan kondisi kembali baik,” ujarnya.
Pesan ini menjadi semakin relevan bagi pegolf senior maupun pemain yang memiliki kondisi fisik tertentu. Pengalaman dan kemampuan teknik tetap penting, tetapi kesehatan merupakan fondasi agar olahraga dapat dilakukan secara berkelanjutan.
*Memilih Waktu Bermain Juga Bagian dari Strategi*
Menghadapi cuaca panas tidak selalu harus dilakukan dengan mengandalkan ketahanan tubuh. Pemilihan waktu bermain juga dapat menjadi bagian dari manajemen risiko.
Pegolf dapat mempertimbangkan bermain pada pagi hari ketika temperatur umumnya belum mencapai puncaknya. Alternatif lainnya adalah memilih waktu menjelang sore, dengan tetap memperhitungkan durasi permainan dan kondisi pencahayaan.
Pemilihan waktu tersebut bukan berarti menghilangkan tantangan cuaca, tetapi membantu mengurangi paparan panas pada periode ketika temperatur berada pada tingkat yang lebih tinggi.
Bagi Budiono, olahraga semestinya memberikan manfaat bagi tubuh sekaligus menghadirkan kebugaran serta kegembiraan. Karena itu, kemampuan mengatur aktivitas menjadi bagian penting dari pengalaman bermain golf.
*Panas Bukan Hanya Menguji Fisik, tetapi Juga Konsentrasi*
Ada aspek lain yang sering luput diperhatikan: cuaca panas juga dapat menjadi tantangan bagi konsentrasi.
Golf merupakan olahraga yang menuntut pemain mengambil keputusan secara berulang. Mulai dari membaca kontur lapangan, memperhitungkan jarak serta angin, memilih stik, menentukan arah pukulan, hingga mengendalikan emosi ketika hasil pukulan tidak sesuai harapan.
Ketika tubuh mulai kelelahan akibat panas, menjaga fokus tentu menjadi lebih menantang.
Karena itu, kesiapan fisik dan mental tidak dapat dipisahkan.
“Golf itu bukan hanya soal pukulan. Ada konsentrasi, kesabaran, strategi, dan bagaimana kita mengelola kondisi diri sendiri,” kata Budiono.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan seorang pegolf bukan hanya tercermin dari satu pukulan spektakuler atau angka pada kartu skor, tetapi juga dari bagaimana ia mampu mengelola permainan secara utuh.
*Jangan Hanya Mengejar Skor*
Bagi banyak pegolf, bermain golf bukan sekadar kompetisi. Lapangan juga menjadi ruang untuk menjaga kebugaran, membangun relasi, bersosialisasi, sekaligus menikmati suasana olahraga di ruang terbuka.
Karena itu, Budiono mengingatkan agar pegolf tidak menjadikan skor sebagai satu-satunya tujuan.
Dalam kondisi cuaca panas, kemampuan menjaga tubuh tetap prima justru menjadi bagian dari permainan itu sendiri.
“Yang penting bukan hanya mengejar skor, tetapi bagaimana kita bisa menikmati permainan dengan tetap menjaga kondisi tubuh,” ujarnya.
Pesan tersebut berlaku lintas usia. Golf merupakan olahraga yang dapat dinikmati dalam jangka panjang. Karena itu, menjaga kebugaran dan kesehatan menjadi investasi penting bagi siapa pun yang ingin terus menikmati permainan di lapangan hijau.
*Persiapan Sebelum Tee Off*
Sebelum memulai permainan, pegolf dapat memastikan beberapa kebutuhan dasar telah dipersiapkan.
Tidur dan istirahat yang cukup, kondisi tubuh yang prima, kecukupan cairan, pakaian yang sesuai, perlindungan dari paparan matahari, serta rencana jeda selama permainan merupakan bagian dari persiapan yang tidak kalah penting dari membawa stik dan perlengkapan golf.
Pegolf juga perlu memahami bahwa beristirahat bukan berarti kehilangan semangat berkompetisi.
Jeda dapat menjadi bagian dari strategi untuk menjaga energi agar tetap tersedia hingga hole terakhir.
Pada akhirnya, bermain golf di tengah musim kemarau membutuhkan keseimbangan antara performa, kenyamanan, dan kesehatan.
Teriknya matahari Surabaya dan sekitarnya mungkin menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan persiapan yang tepat, kondisi tersebut tidak harus menjadi penghalang untuk tetap menikmati permainan.
Pesan Budiono pun sederhana, tetapi fundamental: kenali kondisi tubuh, cukupkan cairan, lindungi diri dari paparan matahari, pilih waktu bermain secara bijak, dan jangan memaksakan diri ketika tubuh mulai memberikan sinyal kelelahan.
Sebab, golf bukan hanya tentang angka yang tercetak pada kartu skor.
Ada kesehatan yang harus dijaga, konsentrasi yang harus dipelihara, kebersamaan yang dinikmati, serta pengalaman yang dibangun dari setiap hole.
Dan ketika matahari musim kemarau sedang terik-teriknya, ada satu persiapan yang jauh lebih penting sebelum melakukan tee off: pastikan tubuh siap sebelum mengejar bola dan skor. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati