Kolaborasi PLN, DLH dan Desa Olehsari Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif Bernilai Ekonomi
BANYUWANGI – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus pengelolaan sampah berkelanjutan melalui penyaluran bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Piloting Produksi RDF Biomassa di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Rabu (22/7/2026).
Program bertema "Mendukung Pengelolaan Sampah Terintegrasi, Ekonomi Sirkular, dan Transisi Energi Bersih untuk Indonesia Berkelanjutan" tersebut diserahkan secara simbolis di Resto Dakon, Glagah.




Kegiatan dihadiri Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UIT JBM Andri Oktavian, Asisten Manager TJSL Presthyo Carolline Natalia, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi Robby, Ketua Yayasan Rijig Pradan Wetan Bibit Suwiji, Camat Glagah Ali Imron, Kepala Desa Olehsari Joko Mukhlis, serta para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Glagah.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Olehsari Joko Mukhlis menyampaikan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah desa, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keberadaan fasilitas RDF Biomassa menjadi tonggak penting bagi Desa Olehsari dalam mengubah residu sampah dan biomassa menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.




"Program RDF Biomassa ini bukan sekadar teknologi, tetapi menjadi harapan baru untuk mengurangi volume sampah, meningkatkan kualitas lingkungan, membuka peluang ekonomi masyarakat, sekaligus mendukung program energi terbarukan," ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebelum adanya program tersebut sebagian besar sampah residu masih dibakar. Kini, melalui pendampingan PLN dan berbagai pihak, sampah mulai dikelola menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai tambah.




Joko berharap proyek percontohan tersebut tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran pengelolaan sampah dan produksi RDF Biomassa bagi desa-desa lain di Banyuwangi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan DLH Banyuwangi Robby, yang mewakili Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, mengapresiasi kolaborasi antara PLN, pemerintah desa, yayasan, dan seluruh pemangku kepentingan.




Ia menjelaskan paradigma pengelolaan sampah saat ini telah bergeser dari konsep "kumpul-angkut-buang" menjadi "pilah-olah-manfaatkan" sejak dari sumbernya.
Menurutnya, Kabupaten Banyuwangi saat ini baru mampu mengelola sekitar 30 persen dari total timbulan sampah yang dihasilkan setiap hari.




"Kami berharap RDF Biomassa mampu mengurangi residu yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA), meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui konsep ekonomi sirkular, sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dari timbunan sampah," katanya.
Robby menambahkan, apabila model pengelolaan tersebut dapat direplikasi di seluruh desa dan kelurahan, maka beban TPA akan berkurang secara signifikan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.




Di sisi lain, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UIT JBM Andri Oktavian mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program TJSL.
Menurut Andri, perkembangan teknologi pengelolaan sampah telah membuka peluang baru, tidak hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Ke depan energi berbasis fosil akan semakin terbatas. Karena itu, inovasi seperti RDF Biomassa menjadi salah satu solusi yang sangat potensial sebagai energi baru dan terbarukan," ujarnya.
Ia menjelaskan bantuan TJSL yang disalurkan PLN UIT JBM memiliki nilai sekitar Rp400 juta. Bantuan tersebut meliputi pembangunan hanggar pengolahan sampah seluas sekitar 100 meter persegi, penyediaan mesin pencacah, mesin pengayak, serta dukungan modal operasional awal.
PLN berharap seluruh fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu menghasilkan bahan bakar alternatif yang memenuhi kebutuhan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Melalui kolaborasi antara PLN, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, pemerintah desa, yayasan, dan masyarakat, proyek percontohan RDF Biomassa ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang dapat diterapkan di berbagai wilayah, sekaligus memperkuat upaya transisi menuju energi bersih di Indonesia.
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Medicaid Expansion Improves Hypertension and Diabetes Control
Kombes Pol Rama Samtama Putra Pamit, Aktivis dan Masyarakat Banyuwangi Merasa Kehilangan