Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

KKM Cakrarta UIN Malang Ajak Siswa SDN 1 Sukodadi Belajar Sambil Berkarya

KKM Cakrarta UIN Malang Ajak Siswa SDN 1 Sukodadi Belajar Sambil Berkarya

MALANG – Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di balik meja dan terpaku pada buku pelajaran. Pesan tersebut terasa di SDN 1 Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, ketika mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Cakrarta Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengajak para siswa belajar melalui kegiatan kreatif, Rabu–Kamis, 5–6 Agustus 2026.

 

Selama dua hari, mahasiswa KKM Cakrarta menghadirkan sejumlah aktivitas edukatif yang dirancang dekat dengan dunia anak. Para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diberi ruang untuk berekspresi, berkreasi, dan menghasilkan karya dengan tangan mereka sendiri.

 

Kegiatan hari pertama, Rabu (5/8/2026), diperuntukkan bagi siswa kelas 1 hingga 3 melalui kegiatan DIY Tabungan. Para siswa mendapatkan media gambar untuk diwarnai sesuai imajinasi dan kreativitas masing-masing.

 

Berbagai warna pun menghiasi karya mereka. Ada yang memilih warna-warna cerah, ada pula yang menggunakan warna kesukaan. Setelah selesai diwarnai, hasil gambar tersebut ditempelkan pada media tabungan yang telah disiapkan oleh mahasiswa KKM.

 

Kegiatan sederhana itu menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya menabung sejak usia dini. Dengan pendekatan yang menyenangkan, siswa diajak memahami bahwa menyisihkan uang bukan sekadar kebiasaan, tetapi bagian dari belajar mengelola sesuatu yang dimiliki.

 

Lebih dari itu, kegiatan DIY Tabungan memberikan pengalaman bahwa benda yang sederhana dapat menjadi sesuatu yang bernilai ketika disentuh kreativitas. Tabungan yang telah dihias kemudian dapat dibawa pulang dan digunakan sebagai pengingat untuk mulai membangun kebiasaan menabung.

 

Keseruan berlanjut pada Kamis (6/8/2026). Kali ini, siswa kelas 4 hingga 6 mengikuti kegiatan eco printing dengan memanfaatkan daun-daunan yang tersedia di lingkungan sekitar.

 

Para siswa diberikan kain yang kemudian dihiasi dengan berbagai jenis daun. Mereka bebas menentukan posisi dan komposisi daun sesuai dengan kreativitas masing-masing. Melalui proses eco printing, bentuk dan tekstur daun perlahan berpindah ke permukaan kain dan menghasilkan motif alami yang berbeda pada setiap karya.

 

Kain hasil eco printing tersebut selanjutnya dimanfaatkan menjadi taplak meja. Kegiatan ini memperkenalkan kepada siswa bahwa bahan-bahan sederhana di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi benda yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai guna.

 

Eco printing juga menjadi media pembelajaran untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Siswa diajak mengenal alam bukan hanya sebagai bagian dari lingkungan tempat mereka hidup, tetapi juga sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan karya.

 

Selama kegiatan berlangsung, suasana sekolah tampak lebih semarak. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mewarnai gambar, menyusun daun di atas kain, hingga menyaksikan hasil karya yang mereka buat sendiri.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKM Cakrarta UIN Malang yang terdiri atas Azka, Syerli, Zahra, May, Iir, Andrew, Yunifa, Nayla, dan Sela. Mereka terlibat dalam proses pendampingan siswa selama rangkaian kegiatan berlangsung.

 

Bagi mahasiswa KKM Cakrarta, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan pendidikan yang kreatif dan menyenangkan. Sementara bagi siswa SDN 1 Sukodadi, dua hari kegiatan itu memberikan pengalaman bahwa belajar dapat berlangsung melalui banyak cara.

 

Mewarnai dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan budaya menabung. Daun-daun yang tumbuh di sekitar sekolah dapat berubah menjadi media pembelajaran sekaligus karya seni. Dari aktivitas sederhana tersebut, siswa belajar tentang kreativitas, kemandirian, pemanfaatan lingkungan, dan keberanian untuk mencoba.

 

Pada akhirnya, kegiatan KKM Cakrarta UIN Malang di SDN 1 Sukodadi menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang apa yang tertulis di buku. Pendidikan juga tumbuh dari pengalaman, sentuhan tangan, warna, alam, permainan, dan kegembiraan ketika seorang anak berhasil menciptakan sesuatu dari pikirannya sendiri.

 

Dua hari itu pun menjadi ruang kecil bagi siswa untuk belajar bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkarya. Sebab, terkadang pelajaran yang paling membekas bukanlah yang panjang tertulis di papan tulis, melainkan sesuatu yang pernah dibuat dengan tangan sendiri dan kemudian dibawa pulang dengan penuh kebanggaan.

Ti
Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN