Warga Batu Tiga Menjerit dengan Kondisi Jalan Mereka, Pemerintah Daerah ke Mana?
Kapuas hulu - MediaIndonesiaTimes.id 30 Agustus 2026. Kondisi akses jalan di Desa Batu Tiga, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kembali menjadi keluhan masyarakat. Warga mengaku harus mengandalkan gotong royong secara swadaya agar akses jalan yang digunakan sehari-hari tetap dapat dilalui.
Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, badan jalan di Desa Batu Tiga telah dibuka sejak tahun 2014. Namun hingga 2026, warga menyebut kondisi jalan tersebut masih membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.




Di tengah kemarau panjang, masyarakat bersama Kepala Dusun Batu Tiga, Ahmad, melakukan gotong royong untuk menjaga kelancaran akses jalan. Warga bergotong royong dengan kemampuan dan peralatan yang tersedia.
Bagi masyarakat, keberadaan jalan tersebut sangat penting karena menjadi akses untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas warga, mengangkut kebutuhan pokok, serta mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.




Warga Pertanyakan Perhatian Pemerintah
Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap akses jalan yang mereka gunakan.




Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dapat turun langsung melihat kondisi jalan di lapangan.
"Jalan ini sudah dibuka sejak 2014. Sampai sekarang tahun 2026, kami masih berharap pemerintah memperhatikan kondisi jalan kami," ungkap masyarakat setempat.




Ketua Adat Desa Batu Tiga, Paulus Ujang Sukiman, menyampaikan bahwa masyarakat membutuhkan perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi warga.
Sementara itu, Kepala Dusun Batu Tiga, Ahmad, bersama masyarakat terus mendorong kegiatan gotong royong sebagai upaya menjaga akses jalan agar tetap bisa digunakan.




Menurut warga, gotong royong merupakan bentuk kepedulian masyarakat. Namun, kemampuan masyarakat untuk melakukan perbaikan secara mandiri tentu memiliki keterbatasan sehingga dukungan pemerintah tetap diharapkan.
Harga Kebutuhan Pokok Turut Dikeluhkan




Selain kondisi jalan, masyarakat juga menyampaikan keluhan mengenai harga sejumlah kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan keterangan warga setempat,
harga beras sekitar Rp300.000 untuk 8 kilogram, gas LPG 3 kilogram sekitar Rp100.000 per tabung, gula pasir sekitar Rp40.000 per kilogram, bensin sekitar Rp35.000 per liter, serta kopi sekitar Rp15.000 per ons.
Warga menyebut kondisi akses transportasi menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan mobilitas dan distribusi barang kebutuhan masyarakat.
Namun, harga tersebut merupakan keterangan masyarakat setempat dan dapat berubah sesuai lokasi penjualan, ketersediaan barang, serta biaya distribusi.
Kepala Dusun dan Ketua Adat: Warga Berharap Pemerintah Hadir
Kepala Dusun Batu Tiga, Ahmad, bersama Ketua Adat Desa Batu Tiga, Paulus Ujang Sukiman, berharap kondisi yang dihadapi masyarakat dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.
"Harapan kami, pemerintah bisa melihat langsung kondisi jalan kami. Masyarakat selama ini tetap berusaha melalui gotong royong agar jalan bisa digunakan. Kami berharap ada perhatian dan penanganan dari pemerintah," demikian keterangan yang disampaikan kepada media.
Masyarakat berharap pemerintah dapat melakukan peninjauan langsung untuk mengetahui kondisi badan jalan sekaligus memastikan status dan kewenangan ruas jalan tersebut.
Warga juga berharap jika ruas jalan tersebut masuk dalam kewenangan pemerintah daerah, dapat dipertimbangkan langkah pemeliharaan atau peningkatan sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran.
Kepala Dusun Ahmad dan Ketua Adat Paulus Ujang Sukiman, sebagaimana disampaikan melalui masyarakat setempat, kembali menegaskan harapan agar pemerintah lebih fokus memperhatikan kondisi jalan Desa Batu Tiga.
"Warga sudah berusaha menjaga jalan melalui gotong royong. Kami berharap pemerintah tidak hanya mengetahui dari laporan, tetapi bisa melihat langsung kondisi kami di lapangan," pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Media Indonesia Times belum memperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengenai status jalan, kondisi terkini, dan rencana penanganan ruas jalan tersebut.
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati