Keterangan foto: Pecatur muda Gorontalo Utara, Aji Pombo, berpose sambil menunjukkan medali dan sertifikat usai meraih hasil terbaik dalam seleksi Kejurnas Catur Gorontalo. Aji Pombo akan mewakili Gorontalo pada Kejurnas Catur 2026 di Banten.
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Traktir
Pilih nominal traktir:
Nominal terpilih: -
Silakan transfer ke rekening berikut:
BCA 2640596034
a.n. Ari Bagus pranata
Terima Kasih!
Traktir Anda sebesar - telah tercatat sebagai dukungan untuk wartawan & redaksi Media Indonesia Times.
Silakan lakukan transfer ke rekening:
2640596034 (a.n. Ari Bagus pranata, BCA)
Semoga menjadi amal yang berkah!
Setelah menekan tombol Selesai, Anda dapat konfirmasi traktir via WhatsApp.
Terakhir: Konfirmasi via WhatsApp
Konfirmasi traktir Anda sebesar -
untuk berita ini kepada Admin via WhatsApp.
Bukti transfer Anda sudah terunggah & akan segera diperiksa Admin.
GORONTALO — Pecatur muda asal Kabupaten Gorontalo Utara, Aji Pombo, mencatat prestasi membanggakan setelah keluar sebagai yang terbaik dalam proses seleksi atlet menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2026.
Anda belum membaca semua isi berita ini
Aji Pombo berhasil menempati peringkat pertama kategori senior dan memastikan satu tempat untuk memperkuat kontingen Provinsi Gorontalo pada Kejurnas Catur yang akan berlangsung di Provinsi Banten, 2–7 Oktober 2026.
Prestasi tersebut diraih setelah Aji tampil konsisten sepanjang rangkaian pertandingan. Pada fase grup, pecatur berusia 19 tahun itu mengoleksi 4,5 poin dan berhak melaju ke babak seleksi berikutnya.
Di babak penentuan, Aji kembali menunjukkan permainan solid. Dari lima pertandingan yang dijalani, ia mencatat empat kemenangan dan satu hasil imbang dengan total 4,5 poin.
Hasil tersebut mengantarkan Aji menjadi salah satu dari tiga pecatur senior yang dipilih mewakili Gorontalo pada Kejurnas 2026. Dua atlet senior lainnya adalah Ridwan Manti dari Bone Bolango dan Ridwan Lihawa dari Kota Gorontalo.
Keberhasilan Aji menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Gorontalo Utara. Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan atlet catur di daerah mulai mampu melahirkan pecatur muda yang kompetitif di tingkat provinsi hingga nasional.
Ketua PERCASI Gorontalo Utara, Yusuf Muhamad, bersama jajaran pengurus turut memberikan dukungan terhadap perjalanan Aji. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Aji untuk terus meningkatkan kemampuan menjelang persaingan di tingkat nasional.
Sementara itu, Ketua KONI Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, juga memberikan perhatian terhadap persiapan Aji. Program pembinaan yang lebih terukur akan diarahkan untuk memperkuat kemampuan atlet, mulai dari pemahaman teori pembukaan, strategi middle game, teknik ending, hingga peningkatan fighting spirit dan kesabaran dalam bertanding.
Tiga atlet kategori senior yakni Aji Pombo dari Gorontalo Utara, Ridwan Manti dari Bone Bolango, dan Ridwan Lihawa dari Kota Gorontalo.
Sementara kategori junior diwakili Aditya Thalib dari Kota Gorontalo, Moh Daffa Akili dari Kabupaten Gorontalo, dan Edric Edbert Maramis dari Kota Gorontalo.
Sebelumnya, Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Gorontalo diikuti 62 pecatur yang terdiri dari 40 atlet senior dan 22 atlet junior dari kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo.
Kota Gorontalo keluar sebagai juara umum dengan raihan lima medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Gorontalo Utara turut mencatatkan satu medali emas dalam kejuaraan tersebut.
Menjelang keberangkatan ke Banten, para atlet akan menjalani persiapan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan serta menjaga performa.
Bagi Aji Pombo, Kejurnas nanti bukan sekadar ajang bertanding. Kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk membawa nama Gorontalo Utara dan Provinsi Gorontalo ke panggung catur nasional.
Dengan usia yang masih muda, konsistensi permainan dan dukungan pembinaan yang terus diperkuat, Aji diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus membuka peluang bagi Gorontalo untuk kembali meraih prestasi di tingkat nasional.
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.