Agus Flores: Membela Polri Bukan Membungkam Kritik
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Menurut Agus Flores, kritik yang sehat bukanlah kritik yang bernuansa kebencian atau bertujuan menjatuhkan, melainkan kritik yang dilandasi niat memperbaiki dan menjaga marwah institusi negara.
“Kritik boleh, bahkan perlu. Tapi harus rasional, mendidik, membangun, dan untuk kepentingan umum. Jangan kritik yang justru merusak persatuan,” tegas Agus Flores. Selasa, (03/02/2026).
Dalam pernyataannya, Agus Flores juga menegaskan sikapnya yang secara konsisten membela Polri. Hal itu, kata dia, bukan tanpa alasan, melainkan dilandasi oleh nilai historis dan peran besar Polri dalam perjalanan bangsa Indonesia.




Ia mengingatkan bahwa Polri memiliki sejarah panjang yang tak terpisahkan dari lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan Bhayangkara sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga eksistensi bangsa.
“Mengapa saya membela mati-matian Polri? Karena Polri memiliki historis yang tak terlupakan. Bhayangkara adalah bagian dari cikal bakal berdirinya negara ini,” ujarnya.
Bahkan, Agus Flores menyampaikan pandangan reflektifnya bahwa tanpa peran Bhayangkara dalam sejarah, Indonesia mungkin tidak akan berdiri seperti saat ini.
“Kalau tidak ada Bhayangkara, mungkin Indonesia tidak ada. Yang ada bisa jadi kerajaan lain,” ungkapnya.




Lebih jauh, Agus Flores menilai bahwa membela Polri dalam koridor kebenaran dan keadilan merupakan bagian dari nilai ibadah, karena Polri hadir untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta keutuhan bangsa.
“Siapa saja yang membela Polri dalam kebenaran, itu bagian dari ibadah. Semoga diberikan kesehatan, keberkahan, dan rezeki yang berlimpah,” tutupnya.
Pernyataan tersebut diharapkan dapat menjadi pencerahan bagi masyarakat agar tetap kritis namun tidak kehilangan rasa hormat terhadap institusi negara, serta bersama-sama menjaga stabilitas dan persatuan bangsa.
Redaksi.
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati