Keren Banyuwangi Shrimp Fiesta 2026 Gaungkan Fun Run 5K dan Kuliner Udang
Banyuwangi -Media Indonesia Times| Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Perikanan resmi menggelar ajang Banyuwangi Shrimp Fiesta 2026 pada Minggu (30/8). Ajang ini diselenggarakan bukan sekadar festival seremonial, melainkan sebagai bentuk gerakan bersama untuk memperkuat pasar domestik, menggerakkan ekosistem perikanan daerah, serta meningkatkan angka konsumsi pangan bergizi berbasis ikan dan udang di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa Banyuwangi memiliki peran yang sangat strategis dalam industri perikanan nasional. Daerah ini menyumbang sekitar 19 persen dari total produksi udang di Jawa Timur, menjadikannya salah satu sentra perudangan utama yang produk olahannya telah menembus pasar internasional seperti Amerika Serikat, Jepang, Uni Eropa, hingga Tiongkok.




"Namun di balik kebanggaan tersebut, kita memiliki pekerjaan rumah. Selama ini orientasi pasar udang kita relatif kuat ke pasar ekspor yang dinamikanya sangat cepat terpengaruh fluktuasi harga dan kebijakan global. Karena itu, Banyuwangi tidak boleh hanya kuat di pasar ekspor, tetapi juga harus tangguh di pasar domestik," tegas Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi.
Melalui tema memperkuat ekosistem perikanan dari hulu hingga hilir, Banyuwangi Shrimp Fiesta 2026 menghadirkan beragam rangkaian kegiatan inovatif:
Banyuwangi Shrimp Run 5K: Mengusung pesan bahwa konsumsi pangan bergizi tinggi harus sejalan dengan gaya hidup aktif dan sehat.




Lomba Klaster Warung Kaki Lima: Diikuti oleh 28 peserta untuk membuktikan bahwa hidangan udang berkualitas, halal, higienis, dan sehat dapat dijangkau masyarakat luas di warung-warung rakyat, tidak terbatas pada restoran atau hotel berbintang semata.
Berkolaborasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta para chef profesional untuk menciptakan kreasi menu udang berbasis Cara Pengolahan Ikan yang Baik (CPIB) yang disajikan langsung kepada masyarakat.




Melibatkan sekitar 20 UMKM perikanan guna mendorong penciptaan nilai tambah (value added) dari produk-produk hasil tambak dan laut.
Peluncuran Gerakan "Jumat, Hari Makan Ikan" Sebagai langkah nyata memperkuat Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Dinas Perikanan Banyuwangi secara resmi menginisiasi gerakan "Jumat, Hari Makan Ikan". Pemerintah mengimbau Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) di Kabupaten Banyuwangi untuk memasukkan menu berbasis ikan dan udang dalam layanan pemenuhan gizi, khususnya setiap hari Jumat, agar anak-anak terbiasa mengonsumsi protein perikanan sejak dini.




Selain peningkatan konsumsi, festival ini juga memfasilitasi temu bisnis antara Kelompok Pembudi Daya Ikan/Udang (KPPG), SPPG, pembudi daya, dan supplier. Langkah ini bertujuan membangun rantai pasok yang lebih pendek dan berkeadilan—memberikan kepastian harga bagi pembudi daya, pasokan bagi distributor, serta harga yang wajar dan terjangkau bagi masyarakat.
"Kalau dunia sudah mengakui kualitas udang Banyuwangi, maka kita sendiri juga harus bangga mengonsumsi udang lokal. Membeli dan mengonsumsi produk perikanan daerah adalah bentuk nyata kita menggerakkan ekonomi masyarakat Banyuwangi," pungkasnya.




Reporter : Rio
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati