LOMBOK TENGAH — Ambruknya salah satu ruang kelas di SD Negeri Ambat pada 6 Oktober 2026 menjadi sorotan. Hampir sepekan setelah kejadian, kepastian penanganan dan perbaikan bangunan sekolah tersebut masih dinantikan, sementara keselamatan siswa dan keberlangsungan kegiatan belajar-mengajar menjadi perhatian utama.
Anda belum membaca semua isi berita ini
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, Drs. H. Lalu Idham Khalid, M.M., saat dikonfirmasi media ini mengatakan telah memerintahkan stafnya, Zainuri, untuk meninjau lokasi sekolah tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang diterima media ini, peninjauan tersebut belum terlaksana.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai tindak lanjut koordinasi internal Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah dalam menangani kerusakan fasilitas pendidikan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan belajar.
Padahal, Dinas Pendidikan memiliki sejumlah bidang yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, termasuk sekretaris dinas, bidang sarana dan prasarana (sarpras), serta bidang guru dan tenaga kependidikan (GTK) untuk jenjang TK dan SD.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut dari jajaran dinas terkait mengenai alasan belum terlaksananya peninjauan maupun kepastian waktu perbaikan ruang kelas yang ambruk tersebut.
Kepala SD Negeri Ambat, Nurindah Amalia, S.Pd., diharapkan segera memperoleh kepastian mengenai penanganan kerusakan bangunan sekolah yang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar.
Dalam pernyataan, pihak sekolah menyampaikan harapan agar dinas terkait segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi bangunan.
“Kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah segera turun langsung meninjau kondisi ruang kelas yang ambruk di SD Negeri Ambat. Keselamatan siswa dan guru harus menjadi prioritas utama. Kami juga membutuhkan kepastian mengenai langkah perbaikan serta solusi ruang belajar sementara yang aman dan layak agar kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan", ujar Nurindah Amalia, S.Pd.
Kerusakan ruang kelas tidak hanya menyangkut kondisi fisik bangunan, tetapi juga berkaitan dengan keamanan siswa dan guru serta pemenuhan hak anak untuk mendapatkan pendidikan dalam lingkungan yang layak.
Karena itu, pemeriksaan langsung diperlukan untuk memastikan tingkat kerusakan, menentukan langkah perbaikan, dan mengantisipasi kemungkinan bahaya dari bagian bangunan lain yang terdampak.
Apabila ruang kelas belum dinyatakan aman untuk digunakan, penyediaan tempat belajar sementara menjadi salah satu langkah yang perlu dipertimbangkan agar proses pendidikan tetap berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan siswa.
Belum adanya kepastian penanganan yang diperoleh media ini memunculkan harapan agar Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah segera memberikan penjelasan terbuka mengenai perkembangan persoalan tersebut.
Kepala dinas, sekretaris dinas, bidang sarana dan prasarana, serta bidang GTK diharapkan dapat memberikan keterangan mengenai langkah yang telah dilakukan dan rencana tindak lanjut untuk SD Negeri Ambat.
Media ini masih membuka ruang konfirmasi kepada seluruh pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang mengenai penanganan kerusakan bangunan sekolah tersebut.
Penanganan yang cepat, transparan, dan terukur dibutuhkan agar pihak sekolah dan orang tua memperoleh kepastian. Keselamatan siswa harus menjadi prioritas, bukan menunggu sampai terjadi peristiwa yang lebih serius.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan segera memastikan bahwa kegiatan belajar-mengajar berlangsung di tempat yang aman dan layak bagi anak-anak.
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.