LOMBOK TENGAH — Menghadapi musim kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih, Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani (PDAM) Lombok Tengah menyalurkan 135 tangki air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Di tengah upaya penanganan tersebut, ratusan pegawai PDAM Lombok Tengah juga menggelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan di halaman Kantor Pusat PDAM, Jumat (23/10/2026). Kegiatan itu dirangkaikan dengan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan.
Direktur Utama PDAM Lombok Tengah, Bambang Supratomo, S.IP., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan ikhtiar spiritual agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
“Semoga dengan wasilah kita Salat Istisqa di lapangan ini, diberikan keberkahan dan diturunkan hujan,” ujar Bambang.
Menurut dia, kemarau panjang telah memengaruhi ketersediaan air baku dan menurunkan kapasitas produksi di sejumlah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dikelola perusahaan. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kelancaran distribusi air kepada pelanggan.
Karena itu, PDAM tidak hanya mengandalkan langkah teknis untuk menjaga pelayanan, tetapi juga mengajak seluruh pegawai meningkatkan kepedulian sosial dan memperbanyak doa dalam menghadapi kondisi kekeringan.
Salurkan 135 Tangki Air Bersih
Sebagai langkah penanganan dampak kekeringan, PDAM Lombok Tengah telah menyalurkan sebanyak 135 tangki air bersih kepada masyarakat terdampak dan pelanggan yang mengalami gangguan pasokan.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah.
“Pelayanan bantuan air bersih untuk masyarakat Lombok Tengah yang terdampak kekeringan terus dilakukan melalui kerja sama dengan BPBD Lombok Tengah,” kata Bambang.
Ia menjelaskan, bantuan air bersih menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan akibat menurunnya debit sumber air.
Selain menyalurkan bantuan, PDAM terus memantau kondisi sumber air, kapasitas produksi, serta distribusi di sejumlah SPAM agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan sesuai kemampuan yang tersedia.
Distribusi Air Diberlakukan Bergilir
Penurunan produksi air selama musim kemarau membuat PDAM Lombok Tengah harus menyesuaikan pola distribusi. Salah satu langkah yang diterapkan adalah sistem pelayanan bergilir.
Kebijakan tersebut bertujuan agar pasokan air yang tersedia dapat dibagikan secara lebih merata kepada pelanggan, termasuk masyarakat yang berada di wilayah hilir jaringan perpipaan.
“Dengan kondisi penurunan produksi di beberapa SPAM saat ini, kami memberlakukan jadwal bergilir agar pelayanan air bersih dapat merata sampai ke hilir,” ungkap Bambang.
Ia meminta pelanggan menggunakan air secara bijaksana dan menghindari pemborosan. Masyarakat juga diimbau menyiapkan tempat penampungan air sebagai persediaan ketika distribusi belum tiba sesuai jadwal.
“Kami mohon pelanggan bijak menggunakan air dan menyiapkan bak penampungan sebagai persediaan air bersih saat tidak mendapat giliran pelayanan,” imbuhnya.
Bambang berharap masyarakat dapat memahami penyesuaian pelayanan yang dilakukan perusahaan di tengah keterbatasan air baku. Ia menegaskan, upaya menjaga pelayanan akan terus dilakukan sesuai kondisi produksi dan ketersediaan sumber air.
Khatib Ajak Jamaah Perbanyak Istigfar
Salat Istisqa dipimpin Ustaz Mustaan, S.E., M.M., yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib.
Dalam khotbahnya, Mustaan mengajak para jamaah menjadikan musim kemarau sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak istigfar, dan melakukan introspeksi diri.
Ia mengingatkan bahwa setiap ujian kehidupan perlu dihadapi dengan kesabaran, doa, dan ikhtiar yang sungguh-sungguh.
“Ketika kita mendapatkan bencana, sesungguhnya bencana yang paling berat adalah bencana hati yang tidak baik. Itu lebih berbahaya daripada bencana kekeringan, banjir, maupun gempa bumi,”
© Media Indonesia Times 2026 — Patuhi Kode Etik Jurnalistik dan Hak Cipta