Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Pelabuhan Gresik Kian Kokoh sebagai Simpul Logistik Jawa Timur, Kinerja Semester I 2026 Melonjak dan Perkuat Rantai Pasok Nasional

Pelabuhan Gresik Kian Kokoh sebagai Simpul Logistik Jawa Timur, Kinerja Semester I 2026 Melonjak dan Perkuat Rantai Pasok Nasional

SURABAYA, 17 Juli 2026 — Media Indonesia Times | Di tengah meningkatnya dinamika perdagangan dan pertumbuhan sektor industri nasional, Pelabuhan Gresik terus menunjukkan perannya sebagai salah satu simpul logistik strategis di Jawa Timur. Sepanjang Semester I Tahun 2026, PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik membukukan kinerja operasional yang impresif dengan pertumbuhan arus bongkar muat mencapai 2,29 juta ton, meningkat 18,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Capaian tersebut bukan sekadar angka statistik. Di balik pertumbuhan itu tersimpan gambaran semakin kuatnya kepercayaan dunia usaha terhadap layanan kepelabuhanan yang andal, efisien, dan berstandar tinggi. Pelabuhan Gresik kini semakin menegaskan posisinya sebagai gerbang distribusi logistik yang menopang aktivitas industri, pembangunan, serta kelancaran rantai pasok di Jawa Timur dan kawasan sekitarnya.

 

Pertumbuhan kinerja didorong oleh meningkatnya volume pada hampir seluruh kelompok komoditas utama yang dilayani pelabuhan. Pada segmen curah cair, arus barang meningkat sekitar 12 persen, dari 387 ribu ton pada Semester I 2025 menjadi 434 ribu ton pada Semester I 2026. Komoditas yang ditangani meliputi aspal, propylene, crude palm oil (CPO), hingga condensate, yang memiliki peran penting dalam mendukung berbagai sektor industri nasional.

 

Peningkatan lebih signifikan terjadi pada komoditas curah kering. Volume bongkar muat melonjak dari 403 ribu ton menjadi 599 ribu ton, didominasi oleh bungkil, batu split, dan pasir yang menjadi material penting bagi sektor konstruksi, manufaktur, maupun industri pengolahan.

 

Sementara itu, pada layanan general cargo, arus barang turut mengalami pertumbuhan positif dari 1,14 juta ton menjadi 1,26 juta ton. Beragam komoditas strategis seperti kayu log, pupuk, semen, besi, hingga tiang pancang menjadi bagian dari aktivitas pelayanan yang mendukung pembangunan infrastruktur, produktivitas sektor industri, serta distribusi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

 

Di balik meningkatnya arus barang, performa operasional Pelabuhan Gresik tetap menunjukkan efisiensi yang terjaga. Selama Semester I Tahun 2026, pelabuhan mencatat Berthing Time (BT) sebesar 75,64 jam, Berth Occupancy Ratio (BOR) mencapai 85,50 persen, serta tingkat utilisasi lapangan sebesar 48,53 persen. Tingginya tingkat okupansi dermaga mencerminkan semakin besarnya aktivitas pelayanan kapal sekaligus tingginya permintaan jasa kepelabuhanan.

 

Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, Pelabuhan Gresik melayani sekitar 600 permohonan pelayanan bongkar muat dari berbagai pengguna jasa. Meningkatnya jumlah kapal yang datang memang sempat memunculkan antrean pelayanan pada waktu-waktu tertentu. Namun, melalui pengaturan jadwal sandar yang adaptif, koordinasi intensif bersama seluruh pemangku kepentingan, serta optimalisasi fasilitas dan sumber daya, kelancaran distribusi logistik tetap dapat dijaga tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

 

Kepercayaan dunia usaha terhadap Pelabuhan Gresik juga terus meningkat. Hingga Semester I Tahun 2026, tercatat 32 perusahaan menjadi pelanggan aktif dengan tambahan tiga pelanggan baru. Peningkatan tersebut diperkuat oleh hasil Survei Kepuasan Pelanggan yang menunjukkan tingkat kepuasan yang baik terhadap kualitas layanan bongkar muat yang diberikan.

 

Tak hanya mengejar produktivitas, Pelabuhan Gresik juga terus memperkuat budaya keselamatan kerja sebagai fondasi utama operasional. Sepanjang Semester I Tahun 2026, pelabuhan berhasil mempertahankan capaian Zero Accident dan Zero Lost Time Injury (LTI), sebuah indikator penting bahwa seluruh aktivitas operasional berlangsung dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan 666 kali safety briefing, pencapaian jam kerja aman, simulasi tanggap darurat secara berkala, serta implementasi standar keamanan pelabuhan berdasarkan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

 

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Branch Gresik, Sutopo, menyampaikan bahwa pencapaian kinerja Semester I Tahun 2026 merupakan buah dari sinergi seluruh insan perusahaan bersama para pelanggan, mitra kerja, regulator, serta seluruh pemangku kepentingan yang terus memberikan dukungan.

 

"Capaian kinerja Semester I Tahun 2026 merupakan hasil sinergi dan kerja keras seluruh insan Pelindo Multi Terminal Branch Gresik, serta dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan oleh para pelanggan, mitra kerja, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan. Atas nama manajemen, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari pencapaian ini. Kepercayaan pelanggan merupakan amanah yang akan terus kami jaga melalui pelayanan yang profesional, aman, dan andal," ujar Sutopo.

 

Menurutnya, meningkatnya aktivitas bongkar muat menjadi indikator semakin besarnya peran Pelabuhan Gresik sebagai penggerak logistik dan penopang kebutuhan industri di Jawa Timur.

 

"Pertumbuhan arus barang dan bertambahnya pelanggan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Kami akan terus melakukan berbagai upaya peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi fasilitas pelabuhan, penguatan budaya keselamatan kerja, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan yang lebih cepat, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan," katanya.

 

Memasuki Semester II Tahun 2026, Pelabuhan Gresik menargetkan peningkatan kapasitas pelayanan untuk mengantisipasi pertumbuhan arus logistik yang diproyeksikan terus meningkat seiring ekspansi sektor industri dan perdagangan.

 

"Kami akan terus meningkatkan produktivitas operasional, mengoptimalkan waktu pelayanan kapal, memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholders kepelabuhanan, serta menjaga implementasi standar HSSE secara konsisten. Kami optimistis Pelabuhan Gresik akan terus memberikan kontribusi nyata dalam memperlancar rantai pasok nasional sekaligus memperkuat pertumbuhan industri dan perekonomian Jawa Timur," tutup Sutopo.

 

Kinerja positif yang ditorehkan sepanjang Semester I Tahun 2026 semakin menegaskan bahwa Pelabuhan Gresik bukan sekadar fasilitas sandar kapal, melainkan infrastruktur strategis yang menghubungkan pusat-pusat produksi dengan pasar, menggerakkan aktivitas industri, serta menjaga kesinambungan distribusi logistik nasional. Dengan pelayanan yang semakin profesional, budaya keselamatan yang kokoh, dan komitmen terhadap inovasi berkelanjutan, Pelabuhan Gresik terus memperkuat perannya sebagai salah satu pilar penting dalam menopang daya saing ekonomi Indonesia dari kawasan timur Pulau Jawa. (Bagas)

Ba
Penulis Bagas
Ti
Editor Tim Redaksi

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN