Optimalkan Lahan SAE, Lapas Banyuwangi Tebar 2.000 Benih Ikan Nila
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
BANYUWANGI - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Terbaru, Lapas Banyuwangi melakukan optimalisasi lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berlokasi di Kelurahan Pakis dengan menebar 2.000 benih ikan nila pada kolam pembesaran, Selasa (06/01).
Kegiatan penebaran benih ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Priyo Asmanto. Dalam keterangannya, Priyo menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghidupkan lahan SAE sebagai pusat pelatihan produktif bagi warga binaan.
Ribuan benih ikan nila tersebut merupakan hasil sinergi antara Lapas Banyuwangi dengan pemerintah daerah, melalui Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi.




"Sebanyak 2.000 benih ikan nila ini berasal dari bantuan Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi. Kami sangat mengapresiasi dukungan ini dalam rangka memperkuat sarana edukasi bagi warga binaan," ujar Priyo.
Menurutnya, proses perawatan dan pembesaran ikan nantinya akan dikelola sepenuhnya oleh warga binaan yang sedang menjalani masa asimilasi. Meski demikian, mereka akan tetap berada di bawah pendampingan dan pengawasan ketat dari petugas Lapas guna memastikan program berjalan maksimal hingga masa panen tiba.
“Petugas akan melakukan pendampingan dan pengawasan secara ketat untuk memastikan keberhasilan program ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Priyo menyatakan bahwa penebaran benih ini merupakan bentuk nyata komitmen Lapas Banyuwangi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Selain itu juga sebagai sarana pembinaan narapidana agar memiliki keahlian di bidang perikanan.




"Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin ke-8, yakni mewujudkan kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang belum tergarap maksimal (idle)," pungkasnya.
(Redaksi)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati