Oknum Legislator Terseret Kasus Narkoba, Saatnya DPRD Banyuwangi Sapu Bersih Lewat Tes Urine Massal
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
BANYUWANGI,- Media Indonesia Times|Gelombang desakan agar gedung DPRD Kabupaten Banyuwangi "dibersihkan" dari bayang-bayang narkotika mendadak mencuat. Pemicunya tak main-main: kabar terseretnya salah seorang oknum legislator lokal dalam kasus dugaan barang haram tersebut.
Sontak, rumor ini memantik reaksi keras dari para pejuang anti-narkoba di Banyuwangi. Mereka menuntut aksi nyata, bukan sekadar janji manis atau bantahan normatif, salah satunya dengan menyapu bersih seluruh anggota dewan lewat tes urine massal.




Pegiat anti-narkoba, Hakim Said, S.H., Ketua YAN LPSS Banyuwangi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan momentum krusial untuk mengevaluasi total internal lembaga legislatif. Menurutnya, tes urine bukan bentuk tuduhan membabi buta, melainkan langkah preventif guna memastikan rumah wakil rakyat benar-benar steril dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
"Kami mendorong dilakukan tes urine terhadap seluruh anggota DPRD Banyuwangi. Ini bukan untuk menuduh siapa pun, tetapi sebagai langkah pencegahan sekaligus memastikan lembaga legislatif bersih dari narkoba," ujar Hakim Said, dengan nada tegas, Kamis (1/10/2026).




Ia menambahkan, wakil rakyat memegang tanggung jawab moral yang besar. Sebagai representasi publik, perilaku dan keteladanan para anggota dewan dipertaruhkan. Jangan sampai kepercayaan rakyat yang diwakilinya justru ternoda oleh skandal zat adiktif.
Oleh sebab itu, pemeriksaan urine dipandang bukan sekadar formalitas medis biasa, melainkan simbol komitmen dan transparansi publik.
Meski mendesak adanya aksi sapu bersih, Hakim Said, yang juga Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi (RKB) mengingatkan pentingnya menjaga koridor hukum dan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Publik diminta tak langsung menghakimi sebelum ada kejelasan berpayung hukum.




"Kalau memang benar ada yang diamankan, kita serahkan proses hukumnya ke aparat. Jangan sampai rumor yang belum jelas menjadi fitnah. Namun dari kacamata pencegahan, momentum ini harus jadi evaluasi total," pungkasnya.
Dua jalur harus berjalan berdampingan secara presisi: aparat penegak hukum fokus mengusut tuntas dugaan pelanggaran berdasar bukti, sementara pimpinan DPRD Banyuwangi mengambil langkah berani dengan menggelar tes urine massal demi menjaga marwah gedung wakil rakyat.




⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati