Nobar MAKI Jatim Meriah, Inggris Akhiri Kiprah di Piala Dunia FIFA 2026 Dengan Peringkat Ketiga
SURABAYA – Atmosfer Piala Dunia FIFA 2026 belum sepenuhnya mereda. Laga perebutan peringkat ketiga antara Inggris dan Prancis yang berlangsung Minggu (19/7/2026) pagi menjadi magnet tersendiri bagi para pencinta sepak bola. Di Surabaya, semangat itu tercermin dalam kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di One Deck Artotel Surabaya dan dihadiri Ketua Koordinator Wilayah Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, Heru Satriyo, bersama jajaran pengurus, relasi, insan media, serta puluhan penggemar sepak bola.
Sejak sebelum kick-off, area nobar telah dipenuhi peserta yang datang untuk menyaksikan duel dua kekuatan besar Eropa. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai jalannya acara. Sorak sorai, tepuk tangan, hingga diskusi spontan antarpeserta menciptakan atmosfer yang merefleksikan antusiasme publik terhadap pesta sepak bola terbesar di dunia.




Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit-menit awal. Inggris langsung mengambil inisiatif serangan dan membuka keunggulan melalui Declan Rice pada menit ketiga. Gol cepat tersebut menjadi momentum bagi The Three Lions untuk terus mengendalikan permainan.
Keunggulan Inggris bertambah pada menit ke-18 melalui Ezri Konsa yang sukses memanfaatkan peluang di depan gawang Prancis. Dominasi tim asuhan Inggris semakin terlihat dengan penguasaan bola yang efektif serta serangan yang konsisten menekan lini pertahanan lawan.




Penampilan gemilang ditunjukkan Bukayo Saka yang menjadi aktor utama kemenangan Inggris. Winger muda tersebut mencetak hattrick melalui gol pada menit ke-37, 45+1, dan 87 melalui eksekusi penalti, sekaligus memperlihatkan ketajaman lini depan Inggris sepanjang pertandingan.
Prancis tidak menyerah begitu saja. Memasuki babak kedua, Les Bleus bangkit melalui gol Kylian Mbappé pada menit ke-48 yang disusul Bradley Barcola enam menit kemudian. Mbappé kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-66 sehingga membuka peluang bagi Prancis untuk mengejar ketertinggalan.




Namun, Inggris mampu menjaga ritme permainan hingga penghujung laga. Meski Ousmane Dembélé memperkecil selisih gol pada masa injury time, Jude Bellingham memastikan kemenangan Inggris lewat gol pada menit 90+8. Peluit panjang pun menutup pertandingan dengan skor 6-4, sekaligus memastikan Inggris mengakhiri turnamen sebagai peringkat ketiga Piala Dunia FIFA 2026, sedangkan Prancis harus puas berada di posisi keempat.
Di tengah kemeriahan nobar, Ketua MAKI Jawa Timur Heru Satriyo menilai sepak bola tidak hanya menghadirkan tontonan berkualitas, tetapi juga memiliki kekuatan sosial yang mampu mempererat hubungan antarmasyarakat.




"Sepak bola merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat berkumpul, berdialog, menghargai perbedaan dukungan, sekaligus menikmati pertandingan dalam suasana yang penuh sportivitas. Nilai kebersamaan inilah yang patut terus dipelihara," ujar Heru Satriyo.
Menurutnya, nilai-nilai fair play yang diperlihatkan para pemain di lapangan juga relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.




"Kompetisi yang sehat, kerja sama tim, disiplin, integritas, dan saling menghormati merupakan prinsip-prinsip yang tidak hanya berlaku dalam olahraga, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam kehidupan sosial. Olahraga semestinya terus menjadi media pemersatu bangsa sekaligus ruang membangun komunikasi yang positif di tengah masyarakat," katanya.
Acara nobar berlangsung hingga pertandingan usai. Selain menikmati laga yang menghadirkan sepuluh gol dan sejumlah aksi kelas dunia, para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi, bertukar pandangan, serta mempererat silaturahmi dalam suasana yang akrab.




Kegiatan tersebut menjadi cerminan bahwa sepak bola memiliki daya rekat sosial yang kuat. Di luar persaingan di atas lapangan, olahraga mampu menghadirkan ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat persaudaraan, sportivitas, dan saling menghargai. Berakhirnya laga perebutan peringkat ketiga pun bukan sekadar penutup perjalanan Inggris di Piala Dunia FIFA 2026, melainkan juga menjadi momentum yang memperlihatkan bagaimana sepak bola terus menjadi perekat kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Medicaid Expansion Improves Hypertension and Diabetes Control
Kombes Pol Rama Samtama Putra Pamit, Aktivis dan Masyarakat Banyuwangi Merasa Kehilangan
Sambut Ramadhan 1447 H, Personel Koramil 0825/14 Kabat Gelar Karya Bhakti Bersihkan Makoramil