Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Delegasi ASEAN Tanam Terumbu Karang di Bangsring Underwater: Wujudkan Komitmen ‘Blue Ocean, Bright Future’ di Banyuwangi

Delegasi ASEAN Tanam Terumbu Karang di Bangsring Underwater: Wujudkan Komitmen ‘Blue Ocean, Bright Future’ di Banyuwangi
kunjungan delegasi ASEAN-ID Blue, kawasan konservasi Bangsring Underwater

Banyuwangi. Semangat konservasi berbasis masyarakat di Banyuwangi kembali menjadi sorotan internasional. Melalui  kunjungan delegasi ASEAN-ID Blue, kawasan konservasi Bangsring Underwater tidak hanya memamerkan keindahan bawah lautnya, tetapi juga menjadi panggung kolaborasi nyata dalam menjaga ekosistem laut global secara berkelanjutan.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Diplomasi ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Wilda Wulan Kartika, bersama para delegasi dan Duta Besar dari negara-negara sahabat, di antaranya Filipina, Singapura, Malaysia, India, Selandia Baru, Fiji, dan Papua Nugini.

 

Kehadiran para diplomat dan delegasi asing ini disambut hangat oleh komunitas lokal. Selain menyaksikan langsung pulihnya ekosistem laut Bangsring, para delegasi Kedubes dan perwakilan Kemlu secara aktif melakukan aksi nyata dengan menanam terumbu karang di zona perlindungan laut.

Staf Ahli Diplomasi ASEAN Kemlu RI, Wilda Wulan Kartika, dalam penyampaiannya menekankan bahwa kunjungan ini bukan sekadar wisata ataupun melihat keindahan bawah laut.

 

"Yang lebih penting, kami ingin mengajak para delegasi merasakan langsung semangat konservasi yang tumbuh dari masyarakat Banyuwangi. Dulu kawasan pesisir ini pernah mengalami kerusakan terumbu karang akibat praktik penangkapan ikan yang destruktif, seperti bom dan potasium. Namun, nelayan dan generasi muda di sini tidak tinggal diam. Mereka bergerak melakukan pemulihan," ujarnya.

Langkah konservasi berbasis masyarakat ini terbukti berhasil. Melalui pembentukan zona perlindungan laut, transplantasi karang, rehabilitasi mangrove, hingga penanaman cemara laut, ekosistem Bangsring kini pulih dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat ekowisata bahari.

 

"Kami mengajak para delegasi ASEAN untuk ikut menanam terumbu karang agar mereka meninggalkan jejak nyata di Banyuwangi. Harapannya, saat kembali ke negaranya masing-masing, mereka membawa pengalaman berharga bahwa mereka pernah menjadi bagian dari gerakan penyelamatan laut di Indonesia. Kami berharap Banyuwangi dapat dikenal sebagai contoh praktik baik ekonomi biru (blue economy) di kawasan ASEAN, di mana konservasi berjalan berdampingan dengan kesejahteraan masyarakat," tambah Wilda.

 

Aksi penanaman terumbu karang oleh para delegasi asing ini diperkuat dengan penandatanganan komitmen bersama terkait keberlanjutan ekosistem laut. Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata mereka, setiap delegasi yang melakukan penanaman diberikan sertifikat Coral Adoption resmi yang ditandatangani oleh pihak penyelenggara dan pelatih konservasi setempat.

 

Acara ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh berbagai elemen strategis, termasuk perwakilan manajemen PT Bumi Suksesindo (BSI), Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bangsring Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Samudera Bakti yang dipimpin oleh H. Ikhwan Arif, serta sejumlah asosiasi koral di Banyuwangi.

 

Melalui momentum ini, tagline "Blue Ocean, Bright Future" digaungkan kuat sebagai pesan persatuan untuk menjaga laut demi masa depan ASEAN yang lebih cerah, sejalan dengan dua pantun yang menutup kebersamaan para delegasi di bumi Blambangan.

 

Ke Bangsring melihat ikan,

Terumbu karang indah berseri.

Mari kita tanam untuk masa depan,

Laut lestari, mensejahterakan masyarakat negeri.

 

Ikan berenang di antara karang,

Air laut jernih berkilauan.

Blue Ocean, Bright Future kita gaungkan,

Untuk ASEAN dan masa depan.

 

Reporter : Rio

Ri
Penulis Rio
Ti
Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN