Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

MAKI Jatim: Mengawal Akuntabilitas, Menuntut Transparansi Tanpa Kompromi

MAKI Jatim: Mengawal Akuntabilitas, Menuntut Transparansi Tanpa Kompromi

SURABAYA — Media Indonesia Times |Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum. Ia adalah kejahatan yang menggerus kepercayaan publik, menghambat pembangunan, dan merampas hak masyarakat atas pelayanan yang berkualitas. Ketika setiap rupiah uang negara berasal dari pajak dan kontribusi rakyat, maka setiap penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka, profesional, dan sesuai ketentuan hukum.

 

Atas dasar semangat tersebut, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur mengumumkan rencana aksi unjuk rasa pada Rabu, 22 Juli 2026, di Kantor Pusda Provinsi Jawa Timur dan Kantor BPBD Provinsi Jawa Timur. Melalui poster yang beredar, MAKI Jatim menyatakan akan menyuarakan tuntutan agar dugaan penyimpangan dalam sejumlah proyek dan pengadaan diusut secara tuntas oleh aparat penegak hukum.

 

Dalam materi publikasinya, MAKI Jatim menyoroti dugaan terkait proyek pembangunan spillway atau bendung pelimpah di Desa Paseban, Kencong, Kabupaten Jember, serta dugaan praktik cashback dalam pengadaan barang di lingkungan BPBD Provinsi Jawa Timur. Organisasi tersebut mendesak agar setiap dugaan diperiksa secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

 

Bagi masyarakat sipil, menyampaikan aspirasi melalui aksi damai merupakan hak konstitusional yang dijamin dalam negara demokrasi. Namun, substansi yang jauh lebih penting adalah bagaimana setiap dugaan yang disampaikan dapat diuji melalui mekanisme hukum yang independen dan berdasarkan alat bukti yang sah. Di sisi lain, setiap pihak yang disebut dalam suatu dugaan juga berhak memperoleh asas praduga tak bersalah dan kesempatan memberikan klarifikasi.

 

Dalam konteks pemberantasan korupsi, transparansi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pemerintahan yang bersih hanya dapat terwujud apabila setiap proyek yang dibiayai uang rakyat dikelola secara akuntabel, diawasi secara ketat, dan terbuka terhadap evaluasi publik. Kritik yang disampaikan masyarakat seharusnya dipandang sebagai bagian dari kontrol sosial, bukan ancaman terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

 

Aksi yang direncanakan MAKI Jatim juga menjadi pengingat bahwa partisipasi publik merupakan salah satu pilar penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Keberanian masyarakat menyampaikan aspirasi perlu diimbangi dengan keseriusan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti setiap laporan secara objektif, tanpa intervensi dan tanpa tebang pilih.

 

Pada akhirnya, yang dibutuhkan publik bukan sekadar perdebatan mengenai benar atau salahnya sebuah tuduhan, melainkan kepastian hukum yang lahir dari proses penyelidikan dan penyidikan yang profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika dugaan tersebut tidak terbukti, masyarakat berhak mengetahui hasilnya. Sebaliknya, jika ditemukan pelanggaran hukum, maka penegakan hukum harus dilakukan secara tegas sesuai peraturan perundang-undangan.

 

Pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada slogan. Ia harus diwujudkan melalui sistem pengawasan yang kuat, keberanian mengungkap fakta, serta komitmen seluruh elemen bangsa untuk menjaga uang negara tetap digunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat. Sebab setiap rupiah yang diselamatkan dari praktik korupsi pada hakikatnya adalah investasi bagi pelayanan publik yang lebih baik, pembangunan yang lebih adil, dan masa depan yang lebih bermartabat bagi Indonesia. (Bagas)

Ba
Penulis Bagas
Ti
Editor Tim Redaksi

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN