JEMBER, 20 Oktober 2026 - Media Indonesia Times | Di tengah maraknya kepala daerah yang sibuk dengan gimmick dan pencitraan, Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawaid, menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang bekerja dengan data dan hasil nyata.
Anda belum membaca semua isi berita ini
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur memberikan apresiasi mendalam atas keberhasilan Gus Fawaid menurunkan angka kemiskinan Kabupaten Jember ke titik terendah dalam satu dekade.
Berdasarkan data resmi, angka kemiskinan Jember berhasil ditekan ke 8,67% pada tahun 2025, atau sekitar 216.760 jiwa. Angka ini jauh di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur yang berada di 9,50%. Bahkan Pemkab Jember kini menargetkan angka psikologis di bawah 200 ribu jiwa untuk pertama kalinya.
"Ini adalah prestasi yang luar biasa dan sangat berkelas. Menurunkan kemiskinan di kabupaten dengan jumlah penduduk 2,6 juta jiwa seperti Jember, dengan kantong kemiskinan di pesisir, pinggir hutan, dan pedesaan, bukanlah perkara mudah. Gus Fawaid membuktikan, ini bukan sulap, ini adalah kerja teknokratis yang terukur," ujar Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo.
Menurut MAKI Jatim, keberhasilan ini bukan kebetulan. Ada 4 pilar program nyata yang menjadi kunci, yang secara langsung menterjemahkan Arah Kebijakan Presiden Prabowo Subianto tentang pengentasan kemiskinan berbasis layanan dasar:
1. Jember Punya UHC Prioritas Hampir 100%: Per 1 Oktober 2026, cakupan UHC Jember mencapai 98,69% atau 2.613.815 jiwa. Artinya hampir seluruh warga Jember berobat gratis. Beban ekonomi terbesar rakyat miskin, yaitu biaya sakit, diputus langsung oleh negara.
2. Inovasi Homecare dan Mobil Cinta: Setelah UHC, Gus Fawaid meluncurkan Homecare - layanan dokter datang ke rumah warga miskin, pertama dan satu-satunya di Indonesia. Dilengkapi Armada Mobil Cinta yang mengantar pasien miskin pulang gratis. Ini adalah kemanusiaan yang elegan.
3. Beasiswa Cinta Bergema 12.000 Mahasiswa: Jika daerah lain memberi beasiswa hanya 100-300 orang, Jember di tahun 2025-2026 memberikan beasiswa sampai lulus untuk 12.000 mahasiswa. Ini adalah investasi memutus rantai kemiskinan antar generasi. Bukan bantuan sembako yang habis dalam sehari.
4. Filosofi Bunga Desaku & Dana Desa Tepat Sasaran: Gus Fawaid dengan tegas menyatakan fokus pembangunan pada kantong kemiskinan. Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa) memastikan roda ekonomi berputar di desa. Pada sosialisasi Dana Desa 12 Oktober 2026 kemarin, ia menegaskan: "Jangan hanya mengejar penyerapan, tapi dampak nyata untuk menekan kemiskinan."
Keberhasilan menurunkan kemiskinan ini berbanding lurus dengan indikator lain. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jember melesat ke 71,57, naik 3,42 poin. Prevalensi stunting anjlok dari 30,4% menjadi 20,1%.
Inilah yang disebut MAKI Jatim sebagai "Prestasi Komprehensif". Bukan hanya satu indikator yang dipercantik, tapi semua bergerak bersama.
"Gus Fawaid tidak menaikkan PAD dengan memeras rakyat lewat kenaikan pajak. Justru ia memberi insentif pajak di APBD 2027 dan fokus menutup kebocoran PAD. Target PAD Rp 1,3 - 1,5 Triliun tanpa menaikkan tarif, ini adalah tata kelola anti korupsi yang sesungguhnya," tambah Heru.
MAKI Jatim menilai, di saat beberapa kepala daerah lain masih berkutat pada konflik internal dengan wakilnya, Gus Fawaid justru mampu menjaga sinergi eksekutif-legislatif yang kondusif untuk APBD 2027 yang pro-rakyat miskin.
"Jember adalah kabupaten dengan jumlah penduduk miskin absolut terbanyak kedua di Jatim. Jika Jember bisa turun ke 8%, maka ini adalah harapan bagi seluruh Jawa Timur. Kami dari MAKI Jatim, sebagai pengawal uang rakyat, memberikan standing applause untuk Gus Fawaid. Lanjutkan, Gus," pungkas Heru.
Gus Fawaid sendiri pernah menegaskan, tahun 2025 adalah tahun pemanasan, dan tahun 2026 adalah tahun pembuktian. Dan pembuktian itu kini telah terjawab dengan data. (Bagas)
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.