MAKI Jatim Bagi 1000 Paket Tajil di Hari Kesepuluh, Merajut Berkah Lewat Nandur Becik
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Di Jalan Raya Juanda (Depan Pom Bensin Raya Juanda), langkah-langkah sederhana para relawan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menjelma menjadi pelajaran batin yang dalam.
Sebanyak 1000 paket ta’jil dibagikan kepada para pengguna jalan. Namun dalam pandangan hakikat, yang bergerak bukan hanya tangan manusia. Yang bekerja adalah kehendak-Nya. Yang mengalir bukan sekadar makanan, tetapi rahmat Allah yang dititipkan melalui hamba kepada hamba.
Secara syariat, kegiatan itu adalah amal sosial. Paket demi paket berpindah tangan: 250 pack bubur sumsum mutiara lengkap, 250 pack kurma, 250 botol es sirup melon dan isian blewah, 250 pack jajan jadul dalam plastik. Semua tampak biasa. Semua tampak sederhana.




Namun syariat hanyalah pintu. Ia adalah bentuk lahiriah dari sesuatu yang jauh lebih dalam.
Dalam hakikat, berbagi bukan tentang siapa yang memberi dan siapa yang menerima. Karena pada dasarnya manusia tidak memiliki apa-apa. Semua hanyalah titipan.
Rezeki yang di tangan kita bukan milik kita. Ia hanya singgah. Ketika ia dibagikan, sesungguhnya ia sedang kembali kepada Pemiliknya.
Di titik ini, hati mulai menyadari: Tidak ada yang benar-benar kaya. Tidak ada yang benar-benar miskin. Yang ada hanyalah hamba yang sedang diuji dengan kelapangan atau kekurangan.




Ramadhan mengosongkan perut agar manusia memahami satu hal mendasar: ketergantungan total kepada Allah SWT. Saat lapar terasa, ego melemah. Saat dahaga datang, kesombongan luruh. Yang tersisa hanyalah pengakuan bahwa kita ini fakir di hadapan-Nya.
Makrifat adalah ketika hati tidak lagi melihat amal sebagai kebanggaan, tetapi sebagai kesempatan untuk mendekat.
Ketika paket ta’jil diberikan, hati yang terjaga tidak berkata, “Aku telah memberi.” Ia berkata, “Allah telah menggerakkan.”
Ketika senyum penerima terlihat, hati yang sadar tidak merasa berjasa. Ia justru merasa ditolong untuk membersihkan diri dari cinta dunia.




Di sanalah makrifat tumbuh: Saat amal tidak lagi menjadi panggung diri, tetapi menjadi jalan sunyi menuju ridha Ilahi.
Sebagai gerakan yang konsisten menyuarakan perlawanan terhadap korupsi, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia memaknai Ramadhan bukan hanya sebagai bulan ritual, tetapi sebagai madrasah kesadaran.
Korupsi lahir dari hati yang merasa memiliki. Kejujuran lahir dari hati yang merasa diawasi.
Dalam maqam makrifat, manusia hidup dalam muraqabah kesadaran bahwa Allah Maha Melihat, Maha Mengetahui, bahkan atas bisikan terdalam.




Jika kesadaran ini bersemayam, maka integritas bukan lagi kewajiban yang dipaksakan hukum. Ia menjadi kebutuhan ruhani. Ia menjadi napas kehidupan.
Menjelang Maghrib, langit memerah keemasan. Kendaraan berhenti sejenak. Doa-doa terangkat tanpa suara.
Barangkali yang terlihat hanyalah pembagian makanan di tepi jalan. Namun yang terjadi sesungguhnya adalah latihan jiwa.
Latihan untuk tidak melekat pada dunia. Latihan untuk mencintai tanpa pamrih. Latihan untuk menyadari bahwa setiap langkah kecil menuju kebaikan adalah perjalanan pulang.




Karena pada akhirnya, hakikat hidup bukan pada seberapa banyak yang dikumpulkan, tetapi pada seberapa bersih hati saat kembali kepada-Nya.
Dan makrifat adalah saat kita mengerti: Tidak ada amal yang sampai kepada Allah, kecuali yang lahir dari hati yang mengenal-Nya.
Di tepi Jalan Raya Juanda itu, 1000 paket ta’jil mungkin telah habis terbagi. Namun cahaya yang ditanam cahaya kesadaran, cahaya keikhlasan, cahaya tauhid semoga terus menyala, bahkan setelah Ramadhan berlalu. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati