Luxury of Music Diluncurkan di Surabaya, Joker Law Bawa Musik, Talenta Muda, dan Misi Menghidupkan Kembali Lagu Anak
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
SURABAYA — Media Indonesia Times | Sebuah panggung baru bagi perjalanan musik dan talenta muda resmi dibuka di Surabaya. Joker Law meluncurkan “Luxury of Music” melalui gelaran Grand Launching yang dipromotori Harum Entertainment di Hotel Royal Regantris Cendana Surabaya, Selasa (22/9/2026).
Sekitar 100 tamu undangan hadir dalam perhelatan yang memadukan pertunjukan musik, apresiasi, fashion, dan jamuan malam tersebut. Namun, di balik kemeriahan seremoni, Luxury of Music membawa gagasan yang lebih luas: membuka ruang kreativitas, memberikan penghargaan terhadap karya, sekaligus membangun perjalanan talenta muda menuju panggung yang lebih besar.




Dukungan Hotel Royal Regantris Cendana Surabaya, serta sponsor Peau Jeune dan Xixiucismetics, turut menjadi bagian dari terselenggaranya malam tersebut.
Sejumlah talenta muda binaan Joker Law kemudian tampil mengisi panggung. Ayu Syifa Zara membawakan “Ceria”, disusul Leandra Isvara dengan karya dari album perdananya, “Terang”. Sebelumnya, Nathanael Giffordy tampil melalui lagu “Cinta Diam”. Ketiga penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu.




Malam semakin istimewa ketika Joker Law Awards digelar sebagai bentuk apresiasi kepada sejumlah insan yang terlibat dalam perjalanan musik, mulai dari penyanyi, pencipta lagu, penata aransemen hingga talenta-talenta baru. Prosesi penghargaan turut dihadiri Siti Julaicha, Ketua PPPAU, dan Yuyun Ary Soekadi, Pimpinan Media Center Perbakin News.
Rangkaian kreativitas kemudian dilengkapi Fashion Show Top Hits Modelling by WKC, sebelum acara ditutup dengan jamuan makan malam, pertunjukan musik, dan sesi foto bersama.




Joker Law: Dari Panggung Surabaya Menuju Perjalanan yang Lebih Luas
Di tengah atmosfer perayaan tersebut, Joker Law tampil dengan balutan busana black luxury. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor, mitra, dan pihak yang telah memberikan dukungan terhadap perjalanan karier serta terselenggaranya Luxury of Music.




“Saya sangat-sangat senang sekali buat sponsor yang sudah hadir, apalagi men-support semuanya dari awal acara hingga akhir acara. Saya sangat-sangat senang sekali. Harapan saya untuk sponsor dan lain-lainnya terus mendukung Joker Law untuk ke depannya,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Madik Rizki, Produser Eksekutif Joker Law sekaligus Manager Harum Entertainment. Ia mengaku bangga terhadap penampilan seluruh artis dan tim, termasuk para talenta muda yang tampil pada malam tersebut.




“Saya sangat bangga melihat semua artis dan tim Joker Law tampil luar biasa di panggung malam ini, tak terkecuali Ayu Syifa Zara dan Leandra Isvara yang telah membuktikan bahwa bakat muda kita sungguh luar biasa.”
Menurut Madik, kerja keras, kesungguhan, dan semangat untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang talenta.




Pesan tersebut juga menjadi nilai yang terus ditanamkan kepada para artis binaan Joker Law: berkarya dengan disiplin, menghormati orang tua, menjaga kerendahan hati, serta tidak berhenti mengembangkan kemampuan.
“Kelak, kami berharap kalian tak hanya mengharumkan nama keluarga, tetapi juga membawa nama Indonesia ke panggung internasional.”
Oktober 2026, Joker Law Siapkan Konser Tunggal
Peluncuran Luxury of Music juga membawa kabar mengenai agenda besar berikutnya. Joker Law mengungkap rencana konser tunggal pada Oktober 2026, dengan Surabaya sebagai kota pembuka.
Rangkaian pertunjukan tersebut direncanakan berlanjut ke sejumlah kota besar di Indonesia. Kendati demikian, Joker Law masih merahasiakan konsep dan kejutan yang akan dihadirkan.
“Kayaknya bocorannya masih belum bisa dibocorkan karena masih sangat-sangat rahasia,” katanya sembari tersenyum.
Bagi Joker Law, konser tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pertunjukan hiburan. Ia ingin panggung tersebut menjadi ruang yang mampu memperluas jangkauan karya sekaligus memberi inspirasi bagi musisi dan masyarakat.
“Harapan dari konser ke depan supaya bisa menginspirasi musisi-musisi, menjadi inspirasi banyak orang dan lagu-lagunya Joker bisa diterima lebih luas lagi.”
Menghidupkan Kembali Ruang bagi Lagu Anak
Di balik rencana konser, terdapat perhatian lain yang menjadi bagian penting dari perjalanan kreatif Joker Law: menghidupkan kembali lagu anak yang sesuai dengan dunia anak.
Joker Law menyoroti fenomena ketika anak-anak membawakan lagu yang pada dasarnya ditujukan bagi pendengar dewasa. Baginya, kondisi tersebut menjadi alasan untuk menghadirkan karya yang secara khusus memiliki pesan edukatif dan sesuai bagi segmen anak-anak.
“Itu akibat atau respons daripada Joker melihat dinamika lagu-lagu yang saat ini sangat miris sekali, tidak pantas seharusnya dinyanyikan oleh anak-anak, sehingga Joker sendiri menciptakan lagu yang ada edukasi untuk anak-anak.”
Langkah tersebut menunjukkan bahwa musik anak, dalam pandangannya, bukan sekadar ruang hiburan. Ia dapat menjadi medium untuk memperkenalkan nilai, membangun karakter, sekaligus memberikan pengalaman musikal yang lebih sesuai dengan usia pendengarnya.
Joker Law berharap gagasan tersebut dapat menginspirasi lebih banyak pencipta lagu, khususnya di Jawa Timur, untuk kembali memberikan perhatian terhadap karya musik anak.
“Mudah-mudahan Joker ini menjadi sebuah role model bagi pencipta-pencipta lagu yang ada di Jawa Timur. Saya minta dukungannya untuk anak-anak bisa dihidupkan lagi di 2026 ini dengan lagu anak-anak, bukan lagu orang dewasa yang dinyanyikan oleh anak-anak.”
Bukan Sekadar Kemewahan Panggung
Grand Launching Luxury of Music pada akhirnya memperlihatkan bahwa kemewahan sebuah pertunjukan tidak semata-mata terletak pada panggung, busana, atau kemasan acara.
Ada nilai yang ingin dibangun di baliknya: ruang bagi kreativitas, penghargaan terhadap proses, pembinaan talenta muda, serta keberanian menghadirkan karya yang memiliki pesan.
Harum Entertainment bersama Joker Law Entertainment membuka perjalanan tersebut dari Surabaya dengan musik sebagai medium, talenta muda sebagai bagian dari masa depan, dan karya sebagai fondasi.
Dari sebuah malam yang penuh cahaya, tepuk tangan, dan kemeriahan, Luxury of Music membawa satu pesan yang lebih panjang: bahwa musik bukan hanya tentang bagaimana sebuah lagu didengar, tetapi juga tentang nilai apa yang ditinggalkan setelah nada terakhir berhenti.
Surabaya menjadi titik awal. Panggung berikutnya menanti. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati