Kawasan pertanian dan peternakan terpadu tersebut kini resmi bertransformasi menjadi laboratorium alam berbasis edukasi publik usai menerima kunjungan belajar puluhan siswa dari SDN 3 Macan Putih pada, Jumat (9/10).
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Traktir
Pilih nominal traktir:
Nominal terpilih: -
Silakan transfer ke rekening berikut:
BCA 2640596034
a.n. Ari Bagus pranata
Terima Kasih!
Traktir Anda sebesar - telah tercatat sebagai dukungan untuk wartawan & redaksi Media Indonesia Times.
Silakan lakukan transfer ke rekening:
2640596034 (a.n. Ari Bagus pranata, BCA)
Semoga menjadi amal yang berkah!
Setelah menekan tombol Selesai, Anda dapat konfirmasi traktir via WhatsApp.
Terakhir: Konfirmasi via WhatsApp
Konfirmasi traktir Anda sebesar -
untuk berita ini kepada Admin via WhatsApp.
Bukti transfer Anda sudah terunggah & akan segera diperiksa Admin.
BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali membuktikan bahwa Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi memiliki peran strategis yang tidak terbatas pada pembinaan bagi Warga Binaan saja. Kawasan pertanian dan peternakan terpadu tersebut kini resmi bertransformasi menjadi laboratorium alam berbasis edukasi publik usai menerima kunjungan belajar puluhan siswa dari SDN 3 Macan Putih pada, Jumat (9/10).
Anda belum membaca semua isi berita ini
Kunjungan edukatif ini dirancang untuk mengenalkan rantai ketahanan pangan serta dunia pertanian modern kepada generasi muda sejak dini. Kehadiran para pelajar Sekolah Dasar ini disambut hangat oleh jajaran petugas Lapas Banyuwangi yang siap membagikan pengetahuan praktis seputar pengelolaan sektor pangan.
Rombongan siswa dan guru pendamping dari SDN 3 Macan Putih dipandu langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Banyuwangi, Lasirun, beserta jajarannya. Sepanjang kegiatan, tim Giatja secara telaten memberikan penjelasan mengenai berbagai zona budidaya yang dikembangkan di kawasan SAE Paswangi.
Kawasan SAE Paswangi sendiri menyimpan ragam komoditas pangan unggulan yang dikelola secara produktif. Mulai dari sektor hortikultura seperti tanaman padi, jagung, cabai, dan aneka sayuran segar, hingga sektor peternakan berupa budidaya ayam petelur yang rutin menghasilkan pasokan telur berkualitas.
Dalam penjelasannya di lapangan, Kasi Giatja Lapas Banyuwangi, Lasirun, menyampaikan bahwa pengelolaan seluruh komoditas tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan sekaligus wujud dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional.
"Melalui SAE Paswangi, kami tidak hanya membekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja agar siap kembali ke masyarakat, tetapi kami juga berupaya memberikan dampak sosial yang lebih luas. Hari ini anak-anak diajak melihat langsung dari mana asal bahan pangan yang mereka konsumsi sehari-hari, mulai dari menanam padi, merawat cabai dan sayuran, hingga memanen telur dari kandang ayam petelur," ujar Lasirun.
Sementara itu, Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, menegaskan bahwa terbukanya SAE Paswangi sebagai sarana edukasi bagi instansi pendidikan semakin memperkuat komitmen Lapas Banyuwangi dalam mendukung keberlanjutan sektor pangan serta transparansi pembinaan pemasyarakatan kepada publik.
"Kami sangat terbuka menjadikan SAE Paswangi sebagai pusat pembelajaran outdoor. Kunjungan dari SDN 3 Macan Putih ini membuktikan bahwa sarana pembinaan yang ada di Lapas Banyuwangi mampu memberikan nilai tambah edukatif, menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap sektor pertanian, sekaligus menegaskan posisi SAE Paswangi sebagai wadah pembinaan, produksi ketahanan pangan, dan pusat edukasi masyarakat," ungkapnya.
Para siswa terlihat antusias saat diajak berinteraksi langsung di area peternakan ayam petelur serta mengamati teknik bercocok tanam sayuran di lahan SAE. Pihak sekolah turut menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan serta edukasi lapangan yang dinilai sangat aplikatif, aman, dan bermanfaat bagi perkembangan karakter peserta didik.
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.