Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Bukan Sekadar “Cek Dulu”: Saka POM SMA GIKI 2 Surabaya Dorong Pelajar Jadi Konsumen Cerdas dan Penyebar Informasi Keamanan Obat-Makanan

Bukan Sekadar “Cek Dulu”: Saka POM SMA GIKI 2 Surabaya Dorong Pelajar Jadi Konsumen Cerdas dan Penyebar Informasi Keamanan Obat-Makanan

Surabaya — Media Indonesia Times | Kebiasaan sederhana sebelum membeli produk ternyata dapat menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari risiko obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan. Pesan tersebut menjadi salah satu pokok edukasi yang disampaikan anggota Saka POM SMA GIKI 2 Surabaya kepada komunitas sekolah, Jumat (28/8/2026).

 

Melalui kegiatan edukasi yang dikemas secara interaktif, para pelajar diajak memahami bahwa menjadi konsumen cerdas tidak cukup hanya dengan melihat harga atau mengikuti tren. Konsumen perlu membiasakan diri mengenali produk, mencari informasi yang benar, serta memastikan produk yang akan dikonsumsi memenuhi ketentuan keamanan dan mutu.

 

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi anggota Saka POM untuk menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh selama Diklat Saka POM Kota Surabaya. Pengetahuan tersebut kemudian dibagikan kembali kepada teman-teman di lingkungan sekolah dengan pendekatan yang lebih sederhana dan dekat dengan pengalaman sehari-hari pelajar.

 

Dengan cara tersebut, edukasi keamanan obat dan makanan tidak berhenti sebagai pengetahuan teoritis, tetapi diarahkan menjadi kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Mengenal Tiga Krida Saka POM

 

Dalam kegiatan tersebut, anggota Saka POM memperkenalkan tiga krida yang menjadi bagian penting dalam pembelajaran dan aktivitas Saka POM, yakni Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, Krida Pemantauan Obat dan Makanan, serta Krida Informasi Obat dan Makanan.

 

Melalui Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, pelajar dikenalkan pada berbagai cara sederhana untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap produk yang dikonsumsi. Pengetahuan ini diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa keamanan produk merupakan hal yang perlu diperhatikan sejak sebelum membeli hingga saat menggunakannya.

 

Sementara Krida Pemantauan Obat dan Makanan memperkenalkan pemanfaatan BPOM Mobile sebagai salah satu sarana untuk memperoleh informasi mengenai produk. Pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan pelajar untuk tidak sekadar menerima informasi dari iklan, media sosial, atau rekomendasi orang lain, tetapi juga melakukan pengecekan melalui sumber informasi yang dapat dipercaya.

 

Adapun Krida Informasi Obat dan Makanan menekankan pentingnya peran pelajar sebagai penyampai informasi. Pengetahuan mengenai keamanan obat dan makanan diharapkan tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi dapat diteruskan kepada teman, keluarga, dan masyarakat di lingkungan sekitar.

 

Pendekatan tersebut menjadikan pelajar bukan hanya sebagai penerima edukasi, melainkan juga sebagai bagian dari mata rantai penyebaran informasi yang benar mengenai keamanan obat dan makanan.

 

Dari Pelajar untuk Lingkungan Sekitar

 

PIN Saka POM Surabaya, Rika, berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan Saka POM dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

 

“Harapannya, pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada anggota Saka POM, tetapi terus dibagikan kepada teman, keluarga, dan masyarakat. Dengan begitu, semakin banyak yang paham dan peduli terhadap keamanan obat dan makanan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

 

Harapan tersebut menunjukkan bahwa edukasi keamanan obat dan makanan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Lingkungan sekolah dapat menjadi ruang strategis untuk menanamkan kebiasaan positif sejak usia pelajar, terutama karena mereka merupakan bagian dari keluarga dan masyarakat yang juga berinteraksi langsung dengan berbagai produk obat, makanan, kosmetik, dan produk konsumsi lainnya.

 

Semakin dini kesadaran tersebut dibangun, semakin besar peluang terbentuknya perilaku konsumen yang kritis dan bertanggung jawab.

 

Belajar Berkomunikasi, Belajar Berbagi

 

Bagi anggota Saka POM sendiri, kegiatan edukasi juga memberikan pengalaman penting dalam membangun kemampuan berkomunikasi. Menyampaikan informasi mengenai keamanan obat dan makanan kepada teman sebaya menuntut kemampuan untuk menerjemahkan materi yang bersifat teknis menjadi pesan yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami.

 

Pengalaman tersebut dirasakan Nadia, anggota Saka POM dari Krida Informasi.

 

“Ternyata menyampaikan informasi keamanan obat dan makanan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan dekat dengan keseharian kita,” ujarnya.

 

Pengalaman Nadia memperlihatkan bahwa edukasi tidak selalu harus disampaikan melalui bahasa yang rumit. Justru, pesan yang dikaitkan dengan situasi sehari-hari seperti kebiasaan memilih produk sebelum membeli dan mencari informasi mengenai produk dapat membuat pelajar lebih mudah memahami sekaligus mengingatnya.

 

Membangun Budaya Konsumen Cerdas

 

Kegiatan Saka POM SMA GIKI 2 Surabaya pada akhirnya membawa pesan yang lebih luas: keamanan obat dan makanan merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari keputusan sederhana setiap individu.

 

Pelajar dapat mengambil peran dengan membangun kebiasaan menjadi konsumen yang kritis, cermat, dan bijak. Sebelum membeli atau menggunakan suatu produk, mereka didorong untuk tidak terburu-buru, memperhatikan informasi yang tersedia, dan memastikan informasi mengenai produk diperoleh dari sumber yang tepat.

 

Lebih dari itu, pengetahuan yang telah diperoleh dapat dibagikan kembali kepada orang lain. Dengan demikian, satu kegiatan edukasi dapat berkembang menjadi gerakan kecil yang menjangkau lebih banyak lingkungan mulai dari sekolah, keluarga, hingga masyarakat.

 

Melalui Saka POM, pelajar tidak hanya belajar mengenali pentingnya keamanan obat dan makanan, tetapi juga dilatih untuk menjadi agen informasi yang mampu mengajak lingkungan sekitarnya semakin sadar, peduli, dan cerdas dalam memilih produk.

 

Karena pada akhirnya, menjadi konsumen cerdas bukan sekadar soal “cek dulu sebelum beli”, melainkan tentang membangun kebiasaan untuk selalu mencari informasi, memahami, memastikan, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab. (Bagas)

Ba
Penulis Bagas

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN