BEC 2026 “Perang Bayu” Memukau Ribuan Penonton, Pariwisata Banyuwangi Makin Bergairah
BANYUWANGI, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 kembali menyuguhkan parade budaya spektakuler. Mengusung tema “Perang Bayu: The Great War of Blambangan”, gelaran yang berlangsung Sabtu (18/7/2026) itu mengangkat kisah heroik perjuangan rakyat Blambangan melawan penjajahan VOC pada 1771–1772.
Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati sepanjang rute parade yang dimulai dari Taman Blambangan hingga depan SMP Negeri 1 Banyuwangi dengan jarak sekitar 2,5 kilometer.




Sebanyak 1.000 talent yang terdiri dari penari, pemain gamelan, dan tim pendukung tampil dalam lima subtema yang menggambarkan perjalanan Perang Bayu. Balutan kostum etnik nan megah dipadukan dengan koreografi atraktif membuat parade semakin semarak.
BEC 2026 juga disaksikan Gubernur Jawa Timur, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta delegasi dari sejumlah negara ASEAN, East Asia Summit, Pacific Island Forum, hingga Selandia Baru yang hadir dalam forum internasional ASEAN-ID Blue di Banyuwangi.




Tak hanya menjadi panggung budaya, BEC juga ikut menggerakkan roda ekonomi daerah. Sejak 16 Juli 2026, kunjungan wisatawan meningkat dan sejumlah penginapan bahkan telah penuh dipesan sebelum acara berlangsung.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, geliat ekonomi dari event tersebut dirasakan berbagai sektor, mulai dari pedagang hingga pelaku usaha pariwisata.




“Inilah yang kami harapkan dari digelarnya event di Banyuwangi, salah satunya BEC. Semua sektor ikut bergerak. Mulai masyarakat hingga pelaku usaha, dari pedagang asongan hingga penginapan serta sektor lainnya ikut mendapat manfaatnya,” ujar Ipuk.
Ia juga mengajak wisatawan melanjutkan kunjungan dengan menikmati atraksi budaya lainnya.




“Malamnya, usai menonton BEC para wisatawan bisa menikmati atraksi budaya Barong Battle di Agro Wisata Tamansuruh. Atraksi yang tak kalah menariknya,” tambahnya.
Selain menjadi agenda budaya, BEC juga menjadi ruang kreativitas generasi muda Banyuwangi. Keterlibatan ratusan anak muda menunjukkan bagaimana tradisi dan seni modern dapat berjalan beriringan untuk memperkuat identitas budaya daerah.




Masuk dalam Kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI, BEC 2026 kembali menegaskan posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan.
Melalui parade ini, sejarah dan budaya tak hanya menjadi kebanggaan masyarakat, tetapi juga menjadi modal penting untuk menarik wisatawan, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia.
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Medicaid Expansion Improves Hypertension and Diabetes Control
Kombes Pol Rama Samtama Putra Pamit, Aktivis dan Masyarakat Banyuwangi Merasa Kehilangan
Sambut Ramadhan 1447 H, Personel Koramil 0825/14 Kabat Gelar Karya Bhakti Bersihkan Makoramil