Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Banyuwangi Creative Market Jadi Ruang Gagasan Penguatan Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja

Banyuwangi Creative Market Jadi Ruang Gagasan Penguatan Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja
Diskusi menghadirkan Hakim Sa'id dari Rumah Kebangsaan, pengusaha Banyuwangi H. Nurmansyah, S.H., M.H., serta tokoh agama KH. Ikhrom.

BANYUWANGI – Banyuwangi Creative Market (BCM) menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan untuk mendorong penguatan ekonomi daerah dan memperluas penciptaan lapangan kerja. Hal itu mengemuka dalam Diskusi Wawasan Kebangsaan yang digelar di BCM, Banyuwangi, Minggu (3/8/2026).

Diskusi menghadirkan Hakim Sa'id dari Rumah Kebangsaan, pengusaha Banyuwangi H. Nurmansyah, S.H., M.H., serta tokoh agama KH. Ikhrom. Ketiganya membahas strategi memperkuat perekonomian daerah melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, tokoh masyarakat, akademisi, hingga generasi muda.

Hakim Sa'id menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus menjadi gerakan bersama. Menurutnya, Banyuwangi memiliki potensi besar yang perlu dikelola secara optimal agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Ketahanan ekonomi daerah akan semakin kuat apabila masyarakat diberikan ruang untuk berkarya, berproduksi, dan berinovasi. Oleh karena itu, sinergi seluruh elemen menjadi kunci dalam menciptakan kesejahteraan bersama," ujarnya.

Sementara itu, H. Nurmansyah menilai sektor usaha memiliki peran penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Berkembangnya investasi dan aktivitas usaha, kata dia, akan berdampak langsung terhadap terbukanya lapangan pekerjaan.

"Kita harus terus mendorong tumbuhnya sektor usaha yang produktif. UMKM, industri kreatif, perdagangan, hingga pariwisata memiliki peluang besar menjadi motor penggerak ekonomi Banyuwangi. Jika sektor-sektor tersebut berkembang, masyarakat akan memperoleh manfaat melalui peningkatan pendapatan dan terbukanya lapangan kerja," katanya.

KH. Ikhrom mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi harus tetap berpijak pada nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, dan gotong royong. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari meningkatnya aktivitas usaha, tetapi juga dari kesejahteraan masyarakat yang dibangun di atas fondasi moral dan etika.

Ia menambahkan, iklim usaha yang sehat akan memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menciptakan pembangunan yang lebih inklusif.

Selain membahas pengembangan sektor usaha, diskusi juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di era digital. Pemanfaatan teknologi dan inovasi dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal Banyuwangi di pasar yang lebih luas.

Para peserta sepakat bahwa Banyuwangi memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, industri kreatif, perdagangan, hingga pariwisata. Potensi tersebut dinilai perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi yang berkelanjutan agar mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Diskusi yang berlangsung dalam suasana akrab itu diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai kolaborasi konkret untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah. Melalui sinergi antara tokoh masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, Banyuwangi diyakini mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Versi ini menggunakan pola straight news ala Kompas: lead langsung pada inti peristiwa, kutipan ditempatkan proporsional, bahasa lugas, dan penutup menegaskan nilai berita tanpa berlebihan.

Rz
Penulis Rz
Ti
Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN