Yayasan Buddha Tzu Chi Gelar Program CSR Perbaikan Rumah di Kelurahan Wonokromo
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Mediasi dilakukan sebagai ruang komunikasi bersama menyusul adanya sejumlah masukan dari warga terkait pelaksanaan program tersebut. Sejak awal forum, ditegaskan bahwa bantuan perbaikan rumah ini merupakan program CSR Yayasan Buddha Tzu Chi dan tidak bersumber dari APBD.
“Program ini adalah bentuk kepedulian sosial melalui CSR, bukan bantuan pemerintah. Hal tersebut telah disampaikan sejak awal kepada para penerima manfaat,” ujar perwakilan tim teknis dengan tenang.
Dalam pertemuan itu dijelaskan bahwa Surat Kesepakatan Bersama telah ditandatangani pada tanggal 11 bulan berjalan oleh penerima bantuan, pihak kelurahan, kecamatan, serta tim teknis. Dokumen tersebut memuat rincian pekerjaan, batasan bantuan, serta mekanisme pelaksanaan. Program ini bersifat stimulan, yang mendorong partisipasi penerima manfaat sesuai kemampuan sebagai bagian dari semangat kebersamaan dalam memperbaiki hunian.




Lurah Wonokromo, Prima Sri Poerwiendari, SE., menyampaikan bahwa pihak kelurahan hadir sebagai jembatan komunikasi agar aspirasi warga dapat tersampaikan dengan baik dan solusi dapat dicapai secara musyawarah.
“Kami berupaya menjaga komunikasi tetap terbuka. Jika ada kekurangan dalam pekerjaan, tentu akan ditindaklanjuti bersama agar sesuai dengan kesepakatan,” tuturnya.
Pihak yayasan dan unsur teknis Pemkot Surabaya juga menjelaskan bahwa pekerjaan masih dalam proses dan belum memasuki tahap serah terima. Artinya, tanggung jawab penyempurnaan pekerjaan masih berada pada kontraktor pelaksana.
“Jika ada bagian yang belum sesuai, akan diperbaiki. Semua pihak berkomitmen agar hasil akhirnya benar-benar bermanfaat bagi warga,” jelas perwakilan teknis.




Kontraktor pelaksana menyatakan kesediaannya melakukan perbaikan secara bertahap dengan pengawasan bersama, sebagai bentuk tanggung jawab profesional sekaligus komitmen terhadap kualitas pekerjaan.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Gus Har, mengapresiasi forum dialog tersebut. Menurutnya, musyawarah menjadi jalan terbaik dalam menyelesaikan setiap persoalan.
“Yang terpenting adalah komunikasi yang baik. Dengan duduk bersama seperti ini, kita bisa mencari solusi tanpa saling menyalahkan. Harapannya, program ini tetap membawa kebaikan bagi warga,” ujarnya.
Mediasi ini menjadi gambaran bahwa setiap program sosial memerlukan kolaborasi dan komunikasi yang berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan, semua pihak berharap program CSR tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Wonokromo. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati