Sukses Gelar Konferensi Internasional, UI Cordoba Banyuwangi Hadirkan Gagasan Pemuda Membangun Peradaban
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Peserta konferensi berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pemerhati pendidikan, pimpinan lembaga pendidikan, perwakilan pemerintah daerah, akademisi, hingga mahasiswa. Konferensi ini ini menjadi forum dialog ilmiah lintas disiplin dan lintas negara.
“Dari konferensi ini, kami melihat bagaimana generasi muda menjadi aktor kunci dalam membangun peradaban berkelanjutan. Mereka menawarkan gagasan segar tentang upaya integrasi pendidikan Islam, ketahanan ekonomi, dakwah humanistik berbasis Al-Qur’an, serta transformasi digital dalam satu kerangka yang utuh,” terang Rektor UI Cordoba Prof. Agus Trihartono, Ph.D.
Sejumlah pembicara yang merupakan akademisi dari Malaysia, Thailand, Taiwan, dan Australia itu, imbuh Agus, memiliki satu cara pandang yang sama dalam menghadapi revolusi digital yang semakin berkembang pesat ini.




“Revolusi digital tidak boleh berjalan tanpa fondasi nilai. Teknologi harus disertai integritas. Pendidikan tidak cukup hanya melahirkan kecerdasan akademik, tetapi juga karakter dan kepemimpinan moral. Ekonomi pun harus tumbuh secara inklusif dan berkeadilan,” terang Agus.
Hal yang sama juga ditegaskan oleh Assoc. Prof. Dr. Mohd Badrol bin Awang dari Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia. Ia menekankan urgensi pendidikan Islam yang berlandaskan adab, integritas, dan kepemimpinan moral generasi muda.
Diskusi konferensi juga diperkaya oleh para invited speakers dari berbagai negara lainnya, di antaranya Dr. Nico Irawan, Ph.D (Thailand), Hastowohadi, M.Pd (Taiwan), Hanifa Rahmawati, M.Appling (Australia), serta Moh. Faidol Juddi, S.I.Kom., M.I.Kom. (Australia).
Melalui konferensi tahunan ini, UI Cordoba berharap dapat terus memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan pendidikan Islam, riset, dan pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.




“Kami ingin membangun dialog ilmiah lintas negara. Tanpa harus tersekat dengan letak geografis. Kualitas akademik tidak ditentukan oleh lokasi geografis, melainkan oleh komitmen terhadap kolaborasi dan integritas,” tegas Agus.
Sebagai bentuk apresiasi atas kualitas presentasi dan substansi ilmiah, panitia menetapkan enam peserta sebagai Best Speaker, yaitu Fiona Adella binti Ardeni (UNISZA Malaysia), Khairul Hadi (UIN Sunan Kalijaga), Ali Fahrizal dan Panggih Widodo (Universitas PTIQ Jakarta), Angelica Sekare Vijjaningrum (Universitas Islam Cordoba Banyuwangi), serta Ainus Sicha (UIT Lirboyo Kediri). (Red)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati