Cuaca
Memuat cuaca...
iklan 1
Berita

RATUSAN WARGA PADATI TORU PASAR SURULANGUN, KPA KOMPASS GELAR NOBAR FILM DOKUMENTER “PESTA BABI” DAN SUARAKAN ISU LINGKUNGAN MURATARA

RATUSAN WARGA PADATI TORU PASAR SURULANGUN, KPA KOMPASS GELAR NOBAR FILM DOKUMENTER “PESTA BABI” DAN SUARAKAN ISU LINGKUNGAN MURATARA
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.

MURATARA – Komunitas Pencinta Alam Surulangun Rawas (KPA KOMPASS) menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi pada Minggu malam, 17 Mei 2026, di kawasan TORU Pasar Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan keluarga yang memadati lokasi acara sejak malam hari.

 

Dengan suasana sederhana namun penuh keakraban, masyarakat tampak antusias mengikuti jalannya pemutaran film dokumenter yang sarat pesan sosial dan lingkungan tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan edukatif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang diskusi terbuka untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga alam dan lingkungan hidup.

 

Ketua dan pengurus KPA KOMPASS menyampaikan bahwa kegiatan nobar ini sengaja dihadirkan sebagai media edukasi alternatif untuk menambah wawasan masyarakat, terutama generasi muda, agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di daerahnya sendiri. Menurut mereka, film dokumenter memiliki kekuatan besar dalam membangun kesadaran kolektif dan menggugah kepedulian sosial masyarakat.

 

Dalam kegiatan tersebut, KPA KOMPASS juga menyinggung berbagai persoalan lingkungan yang saat ini menjadi ancaman serius di Kabupaten Muratara, khususnya maraknya aktivitas illegal mining dan illegal logging yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Aktivitas tambang ilegal dan pembalakan liar disebut telah menyebabkan kerusakan hutan, pencemaran sungai, hingga berpotensi memicu bencana ekologis di masa mendatang apabila tidak segera ditangani secara serius.

 

KPA KOMPASS menilai bahwa persoalan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti nobar dokumenter dinilai penting untuk membuka ruang kesadaran publik bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat tidak hanya datang menonton, tetapi juga memahami bahwa kondisi lingkungan di Muratara sedang tidak baik-baik saja. Hutan mulai rusak, sungai tercemar, dan aktivitas ilegal semakin marak. Kesadaran masyarakat harus dibangun dari sekarang,” ujar panitia pelaksana kegiatan.

 

Selain menjadi sarana edukasi lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat Surulangun Rawas. Semangat kebersamaan yang diusung KPA KOMPASS melalui tagline “Kita Semua Bersaudara” tampak terasa sepanjang kegiatan berlangsung.

 

Acara nobar berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai. KPA KOMPASS berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap pendidikan, sosial, dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Musi Rawas Utara.

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN