Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi Lebih Tinggi dari Jatim dan Nasional, Kebijakan Bupati Ipuk Dinilai Tepat
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
“Pada 2025 perekonomian Banyuwangi tumbuh dengan baik yang ditopang oleh pertumbuhan semua sektor usaha," kata Kepala Badan Pusat Statistik Banyuwangi Abdus Salam, Rabu (8/4/2026).
Berdasarakan data BPS, secara kumulatif Januari-Desember 2025 perekonomian di Banyuwangi mengalami pertumbuhan sebesar 5,65 persen. Lebih tinggi dari Jawa Timur sebesar 5,33 dan nasional 5,11 persen.
Abdus mengataka sektor yang mengalami pertumbuhan paling tinggi di 2025 dibandingkan tahun 2024, adalah sektor jasa, terutama pariwisata yang melaju hingga 8,64 persen, disusul sektor transportasi dan pergudangan dengan laju 8,4 persen.




“Sektor pariwiata mengalami pertumbuhan yang paling tinggi seiring dengan jumlah kunjungan wisatawan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara yang naik hingga 8,26 persen dari tahun lalu. Disusul sektor jasa transportasi naik 8,4 persen, karena adanya peningkatan mobiltas pada berbagai moda transportasi baik kereta api, bus dan pesawat udara,” terangnya.
Selain itu menurut Abdus, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi juga, di topang tiga sektor penyumbang utama yakni sektor pertanian, sektor perdagangan, dan sektor konstruksi.
“Secara struktural, pertanian di Banyuwangi masih menjadi penyumbang ekonomi tertinggi pertumbuhannya 4,36 persen dari tahun lalu. Salah satu indikasinya produksi gabah kering giling mengalami kenaikan 15,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Abdus.
Abdus menambahkan untuk realisasi penanaman modal asing (PMA) dan dalam negeri (PMDN) juga naik secara kumulatif di 2025.




“Di tahun 2025 tidak ada sektor lapangan pekerjaan yang mengalami kontraksi di Banyuwangi, semuanya tumbuh,” pungkasnya.
Ketua Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Banyuwangi, Ferdy Elfian, mengatakan tumbuhnya sektor usaha di Banyuwangi tak lepas dari kebijakan yang tepat.
"Kebijakan Bupati Ipuk menjadikan pariwisata sebagai payung besar atau penggerak utama ekonomi daerah dengan fokus pada pariwisata berkelanjutan dan berbasis komunitas (desa wisata), sangat tepat," kata Ferdy.
"Hasilnya kunjungan wisata Banyuwangi terus naik. Banyak orang datang ke Banyuwangi, membuat banyak masyarakat utamanya anak-anak muda di desa-desa yang bergerak di sektor pariwisata. Kebijakan ini juga membuat ekonomi kreatif di Banyuwangi terus tumbuh," tambah Ferdy.




Selain itu, perhatian Bupati Ipuk pada sektor pertanian yang mengajak anak-anak muda agar tertarik di dunia pertanian, dengan memberi stimulus melalui Jagoan Tani dan program lainnya juga memberikan dampak positif.
"Saat ini banyak anak-anak muda Banyuwangi yang tertarik terjun di dunia pertanian dan beragam turunannya," tambah Ferdy.
(Redaksi)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati